
Karena merasa pasokan udara nya habis Siska memukul dada bidang sang pacar agar menghentikan aksi nya itu. Dion langsung melepaskan ciuman terlama diri nya bersama Siska.
Siska terlihat malu karena Dion terus menatap nya tanpa berkedip dan mengusap air liur yang menempel di sisi bibir Siska dengan ibu jari nya.
"Untuk pemula sepertinya aku cukup jago" Ucap Dion dengan percaya diri lalu berdiri menuju kamar mandi yang ada di kamar Siska.
Dion sering meningap di rumah Siska karena memang Siska tinggal sendirian dirumah yang cukup besar untuk seorang diri. Siska tak masalah dengan itu karena ia percaya bahwa pacarnya tidak akan melakukan hal yang aneh terhadap diri nya.
setengah dari lemari Baju Siska sudah di isi penuh oleh baju Dion dari mulai baju kerja sampai baju setiap hari nya. Sampai-sampai Siska hafal dengan ukuran celana brief yang biasa Dion pakai. 😆😆😆.
"Sayang, siapin baju yang bagus untuk menjenguk si kembar" Teriak Dion dari dalam kamar sebelum ia masuk ke dalam kamar mandi.
Siska masih saja mengingat ciuman yang baru saja di berikan oleh sang pacar yang bener-bener ciuman bukan kecupan yang biasa Siska lakukan.
__ADS_1
"Bisa gila aku lama-lama" gerutu nya dan langsung masuk ke dalam kamar nya untuk menyiapkan baju untuk diri nya dan juga Dion. mereka memakai baju dengan warna yang senada, Siska yang memakai gaun simple nya dengan panjang di atas lutut sedangkan Dion memakai kemeja dan juga celana bahan chino.
Sepuluh menit kemudian Dion keluar dengan handuk yang masih ia lilitkan di pinggangnya dan Siska sempat terkejut melihat Dion, karena biasa nya ketika Dion mandi Siska akan menunggu nya di luar, entah kenapa saat ini Siska ingin menunggu Dion di dalam kamar nya.
"Ke-kenapa kamu keluar masih menggunakan handuk" Kata Siska dengan terbata.
"Kan aku tidak bawa baju ganti, jadi nya aku keluar iya masih pakai handuk sayang" Jawab Dion sambil berjalan menghampiri Siska yang terlihat gugup.
"Ma-mau apa?" Tanya Siska sambil menyilangkan tangannya di dada saat Dion semakin dekat di hadapan diri nya, sampai ia terduduk di tepi ranjang.
"Mau lihat aku ganti baju?" Goda nya namun muka nya masih terlihat datar.
"Ti-tidak, aku masuk ke kamar mandi dulu" Siska langsung berlari masuk ke dalam.
__ADS_1
"Lucu juga wajah tegang nya itu" Ucap Dion dengan sedikit senyum tipis nya.
Menjelang malam sekitar jam 7 mereka sudah siap ingin pergi kerumah sang pimpinannya itu untuk menjenguk anak kembar nya. Tak lupa juha dengan kado yang sudah mereka siap kan.
"Sayang, kalau kita punya anak mau nya cewek dulu atau cowok dulu?" Tanya Siska.
"Bebas" Jawab tidak sesuai dengan pertanyaan Siska.
"Ckkk, nyebelin, Tanya nya apa jawab nya apa" Jawab Siska dengan memcebik kesal dengan Dion.
"Sayang, mau yang lahir duluan cewek atau cowok sama saja, dan kalau ditanya mau anak berapa? itu terserah kamu karena yang mengandung kamu yang melahirkan kamu, aku hanya ikuti kemauan kamu dan yang penting kamu dan bayi kita sehat, kalaupun kamu tidak ingin punya anak atau ada masalah pada reproduksi kita, kita bisa adopsi" Kata Dion yang masih fokus menyetir mobil dan tangan satu nya ia gunakan untuk menggemgam tangan Siska.
Mendengar jawaban dari Dion iya cukup terharu, karena Dion tak menuntut lebih tentang anak
__ADS_1
**Belum juga nikah sudah bahas anak saja mereka**