PESONA HOT DUDA

PESONA HOT DUDA
Bab 62


__ADS_3

Bab 62


Sampai Jam istirahat tiba Ratu masih saja di kurung di ruangan Ardhana seolah tidak ingin berjauhan dari Ratu, kemana pun Ratu melangkah Ardhana akan mengikutinya.


"Ar, duduk lah jangan mengikuti ku terus" Kata Ratu ketus sambil bersedekap menatap tajam pada Ardhana.


"Baby jangan begitu dong melihatnya, aku hanya ingin bermesraan dengan mu sebelum kamu pergi meninggalkan ku" Ucap dengan wajah yang di sedih kan, lalu berjalan menghampiri Ratu dan meletakan pada ceruk leher Ratu.


"Ckk.. Kamu seperti Akasya kalau manja begini Ar" Kata Ratu dan mencoba menyingkirkan kepala Ardhana dari ceruk nya.


"Aku memang daddy nya baby, jadi akan ada kesamaan antara aku dan Akasya" Jawab Ardhana.


"Iya.. iya baiklah, bisa kah kamu menyingkir dulu daddy, aku mau ke toilet dulu sebentar" Ucap Ratu dengan tersenyum cantik dan memanggil Ardhana dengan sebutan daddy agar ia mau melepaskan nya.


"Apa tadi kamu bilang?" Tanya Ardhana dengan sumringah mendengar ucapan Ratu.


"Memangnya aku bilang apa?" Kilah Ratu.

__ADS_1


"Tadi kamu memanggil ku daddy, coba ulang sekali lagi baby" Ucapnya dengan terus memaksa untuk mengulang panggilan pada Ardhana.


"Sudah lah Ar, aku mau ke kamar mandi dulu udah tidak tahan" Kata Ratu bergegas pergi ke kamar mandi karena sudah tidak tahan ingin buang air kecil.


***


"Ben, apa kamu tahu Ratu dimana?" Tanya Mira pada Beni.


"Aku tidak tahu, dia tidak ada mengirim ku pesan" Jawab Beni sambil memakan makanannya.


"Iya, dia juga belum balas pesan ku" Ucap Mira.


"Aku tidak tahu" Ucap Beni seakan tidak berselera dengan makanannya mendengar Ratu bersama Ardhana.


"Apa kamu masih menyukai Ratu, Ben?" Tanya Mira dengan hati-hati.


"Masih dan masih sangat mencintai nya" Ucap Beni dengan jelas.

__ADS_1


Deg!


'Apa tidak ada celah untuk ku masuk ke dalam hati mu ben' batin Mira dengan tersenyum getir mendengar pengakuan Beni.


"Apa kamu sudah mencoba mengatakan perasaan mu pada nya?" Kata Mira dan berusaha tersenyum.


"Belum, karena aku tidak punya keberanian untuk mengungkapkan perasaan ku padanya. mengingat ia sekarang susah untuk di jangkau karena pak Ardhana selalu ada di sampingnya" Ucap Beni senduh.


"Walau begitu aku turut berbahagia melihat orang yang aku cintai mendapatkan kebahagiannya meski bukan dengan ku" Ucap nya lagi dan berusaha tersenyum.


'Aku akan selalu mendoakan yang terbaik untuk mu' Batin Beni mau pun Mira yang mendoakan kalimat yang sama.


Dua manusia berlain jenis itu sedang mengalami fase sakit hati karena cintanya tak berbalas satu sama lain.


Sore pun tiba dan Ratu sudah pulang lebih dulu di antar kan oleh supir Ardhana ke rumah Riani untuk mengambil beberapa pakaian di sana, pada saat di rumah Riani , ia tidak bertemu dengannya karena Riani belum pulang dari kerjaannya.


Sebelum itu Ratu sudah berpesan padanya bahwa ia akan pulang ke rumah ibu nya.

__ADS_1


Selesai mengambil pakaian Ratu kembali masuk ke dalam mobil dan langsung melajukan kendaraannya menuju kediaman ibu Ratu.


Di tengah perjalanan Ratu merasa ada mobil yang mengikuti nya dan supir yang membawa Ratu pun merasa aneh dengan mobil yang di belakangnya itu pasalnya mulai dari kediaman Riani mobil itu mengikutinya.


__ADS_2