PESONA HOT DUDA

PESONA HOT DUDA
Bab 41


__ADS_3

Bab 41


Saat ini Ardhana sedang ada meeting penting dengan rekan kerjanya di ruangan Ardhana, Ponsel Ardhana yang ada di dalam saku terus bergetar karena tidak kunjung berhenti Ardhana pun menghentikan sebentar jalannya meeting, ia langsung melihat ponselnya dan ada panggilan dari Pak Nam -- Supir yang biasa mengantar jemput kan Akasya ke sekolah. Beberapa menit kemudian ponsel Ardhana berdering lagi dan ia langsung mengangkatnya.


"Halo.. Tuan, maaf kalau mengganggu waktu tuan Ardhana" Kata Pak Nam panik dengan suara bergetar.


" Iya halo, ada apa Pak Nam?" Kata Ardhana tegas.


"Be-begini tuan,pada saat akan menjemput tuan Akasya, saya mengalami kerusakan pada mesin mobil jadi saya pergi ke bengkel dulu untuk memperbaikinya. Setelah saya selesai dari bengkel saya langsung menuju ke sekolah tapi tuan Akasya tidak ada, tuan" Kata Pak Nam menceritakan kronologinya pada Ardhana, kalaupun ia akan dipecat ia siap karena ini bagian dari pekerjaan yang harus diterima konsekuensi nya.


"APA... bagaimana bisa tidak ada Pak Nam??" Kata Ardhana marah.


"Saat saya belum sampai di sekolah tuan Akasya, ia sempat di temani oleh security. Namun karena security tersebut ingin ke kamar mandi security tersebut langsung meninggalkan tuan Akasya sendirian ketika ia kembali ternyata tuan Akasya sudah tidak ada di tempat tadi" Kata Pak Nam.

__ADS_1


"cepat cari Akasya sampai ketemu, kalau tidak Pak Nam akan saya pecat!! " Kata Akasya marah dan langsung mematikan sambungan teleponnya.


"Ba-baik tuan" Kata Pak Nam dan langsung mencari Akasya ke setiap sudut ruangan Akasya bersama security.


Dion yang melihat Ardhana marah-marah, ia pun menghampiri nya.


"Ada apa Pak? Apa ada masalah serius?" Tanya Dion.


Dion kembali menghampiri rekan kerja Ardhana dan langsung menyampaikan perintah Ardhana tadi.


"Maaf Pak Felix untuk meeting kali ini, Pak Ardhana ingin mengagendakan ulang, tapi kalau Pak Felix tidak bisa,maka Pak Ardhana akan membatalkan kerja sama dengan Pak Felix karena Pak Ardhana sedang ada masalah tentang anaknya" Ucap Dion meminta maaf mewakili Ardhana.


"Iya sudah di jadwalkan ulang saja Pak Dion, semoga cepat selesai permasalahannya" Ucap Pak Felix yang mengerti keadaan Ardhana.

__ADS_1


Dion pun mengantarkan Pak Felix sampai masuk kedalam lift, lalu iya kembali ke ruangannya mengambil kunci mobil di atas meja nya dan kemudian menuju ruangan Siska.


"Sis, tolong kamu bereskan ruangan Pak Ardhana. Saya keluar dulu" Ucap Dion dengan terburu-buru, lalu bergegas pergi dengan sedikit berlari, sesampainya di lobby ia berpapasan dengan Ratu yang sedang berjalan sendirian dan Ratu pun merasa bingung karena tadi ia sempat melihat Ardhana keluar dari kantor dengan sedikit berlari dengan raut wajah marah dan cemas dan sekarang ia melihat Dion pun sama seperti itu. Ratu langsung menghentikannya.


"Maaf Pak Dion, kenapa Pak Dion dan Pak Ardhana berjalan sedikit berlari dan terburu-buru, ada apa?" Tanya Ratu penasaran.


"Maaf nona, Pak Ardhana buru-buru karen Akasya menghilang tidak ada di sekolahnya, permisi nona saya harus cepat mencari Akasya" Kata Dion pergi menuju ke mobilnya.


"Apa Akasya menghilang? , ya Tuhan ... sayang kamu dimana?" Kata Ratu khawatir dan mulai berkaca-kaca, lalu ia ikut berlari menuju mobil Dion dan langsung masuk kedalam mobilnya.


" Maaf Pak, saya mau ikut mencari Akasya" Ucap Ratu lagi yang sudah berderai air mata.


Mobil yang mereka tumpangi pun pergi menyusuri jalanan yang sekiranya biasa dilalui Akasya ketika pulang dari sekolah.

__ADS_1


__ADS_2