PESONA HOT DUDA

PESONA HOT DUDA
Bab 53


__ADS_3

Bab 53


"A-arr... kamu disini sedang apa ?" Tanya Ratu  sambil meyilangkan tangan di depan dadanya.


"Aku hanya sedang mengagumi keindahan pada tubuh mu yang sudah tuhan berikan" Ucap Ardhana tersenyum dan menghampiri Ratu.


"Keluar lah Ar, aku akan memakai baju dulu" Ucap Ratu berjalan menuju ke lemari untuk mengambil baju nya.


"Baiklah, aku tunggu di ruang makan karena sudah di tunggu mommy dan daddy dan turunnya hati-hati , oke baby" Ucap nya sambil mencium pundak Ratu, membuat sang empu  nya terlonjak kaget dengan perlakukan Ardhana karena merasa asing untuk nya.


Setelah Ardhana keluar dari kamar Akasya , langsung bergegas memakai bajunya dengan cepat karena sudah di tunggu oleh keluarga Cloe.


Beberapa menit menunggu, Ratu pun keluar dengan menuruni anak tangga dan berjalan dengan sangat pelan, Ardhana yang melihat pun merasa tidak tega dengannya, lalu Ardhana berdiri dan menghampiri Ratu untuk menggendong nya agar segera sampai di meja makan.


"Ar, turunkan aku. Aku bisa sendiri" Ucap nya sambil tangannya melingkar di leher Ardhana.


"Kamu terlalu lambat untuk berjalan baby" Ucap nya.

__ADS_1


"Ckk.. aku memang lambat sekarang. kalau sudah sembuh aku juga pasti berjalan dengan cepat" Ucapnya berdecak dan cemberut karena Ardhana mengatai nya lambat.


"Oke.. oke maafkan aku baby" ucapnya sambil mencium bibi Ratu yang masih cemberut.


Ratu langsung mendelikan matanya pada Ardhana pasalnya disini masih ada orang gua Ardhana dan juga para pelayan.


"Sudah lah Ar, jangan ganggu Ratu terus. Kita langsung sarapan saja kasihan Akasya sudah menunggu terlalu lama" Ucap Giani menyuruhnya untuk segera memulai sarapannya.


Mereka terlihat seperti keluarga yang lengkap dan harmonis. Dengan adanya Ratu di Mansion ini membuat Ardhana bisa meluangkan waktunya walau hanya sarapan pagi bersama.


Setelah sarapan pagi selesai Ardhana dan juga Akasya segera pergi menuju tujuan nya masing-masing.


"Iya sayang, jadi anak yang pintar dan hebat, oke. " Kata Ratu sambil mengusap pipi Akasya.


"Oke mom" langsung mencium pipi Ratu begitu pun Ratu apa Akasya, Ardhana berdiri di belakang Akasya dan terus melihat ke arah mereka yang sedang berpamitan.


"Akasya gantian, saatnya daddy yang berpamitan sama mommy" Ucap Ardhana menyuru Akasya untuk gantian dengan dirinya.

__ADS_1


"Ckk.. Daddy sudah besar jadi tidak usah pamitan sama mommy lagi" Ucapnya berdecak dan ketus karena Ardhana mengganggunya.


"Kalau daddy tidak pamit, mommy akan marah dan ngambek sama daddy, masuk lah dulu ke dalam mobil oke. daddy tidak akan lama pamit sama mommy nya" Ucap Ardhana mencoba menyuruh Akasya masuk ke dalam mobil.


Akasha yang kesal pun langsung masuk ke dalam mobil yang sudah dibukakan oleh Dion pintu mobil nya.


Melihat wajah Akasya kesal membuat Ratu ikutan kesal juga pada Ardhana. "Ckk.. sama anak sendiri saja begitu kamu Ar" Ucap Ratu sambil membalikan badannya untuk masuk ke dalam.


"Eeittss.. mau kemana baby, aku belum juga berpamitan sudah mau pergi saja" Kata Ardhana yang menahan pundak Ratu.


"Pergilah sana, sebentar lagi jam sekolah akan habis kasihan Akasya nanti akan telat" Ucap Ratu.


"Huftt.. baiklah baby, aku berangkat dulu. jangan ngambek gitu dong" Ucap nya sambil menangkup wajah Ratu untuk melihatnya.


"Hemm"


Mendengar jawaban raru seperti itu membuat Ardhana gemas dan langsung mencium bibir Ratu. Ratu yang mendapatkan serangan dadakan itu bingung pasalnya masih ada Dion di sini dan sedang melihat nya juga. Ardhana seakan tidak perduli dan semakin memperdalam ciumannya, karena terlalu sering mendapatkan ciuman dari Ardhana, Ratu pun membalas ciuman Ardhana walau gerakan nya masih kaku tidak semahir Ardhana.

__ADS_1


"Ekhemm.. "


__ADS_2