PESONA HOT DUDA

PESONA HOT DUDA
Bab 45


__ADS_3

Bab 45


Setelah mengurus administrasi, Dion kembali keruang VIP yang sudah ada Ardhana sedang menunggu Akasya dan juga Ratu.


"Pak, mau saya belikan apa untuk makan malam?" Tanya Dion sebab dari siang Ardhana belum juga makan karena terlalu khawatir memikirkan ke selamatan Akasya yang di bawa kabur Ayuma dan juga pacarnya.


"Tidak ion, saya tidak lapar" Ucap Ardhana lirih sambil memegang tangan Ratu yang masih setia menutup matanya.


"Pulang lah, biar saya saja yang menemani mereka" Kata Ardhana lagi menyuruh Dion pulang.


"Baik Pak" Ucap Dion pergi dan menunduk hormat.


Di kembali melihat ke arah Ratu dan juga Akasya hampir 1 jam mereka belum juga siuman.


"Kapan kalian akan bangun sayang? " Ucap Ardhana senduh.


Beberapa menit kemudian pintu ruangan pasien terbuka.


Ceklek..


Giani dan Steve yang membuka pintu lalu menghampiri cucunya terlebih dahulu.

__ADS_1


"Cucu grandma kenapa jadi begini Ar?" Tanya Giani sambil mencium punggung tangan Akasya yang sudah berderai air mata melihat keadaan cucu nya dan Steve mengusap punggung istrinya agar lebih tenang.


"Ayuma yang sudah membuat Akasya begitu mom" Jawab Ardhana.


"Bagaimana bisa? bukannya Akasya bersama pak Nam?" Tanya Giani yang langsung melihat ke arah Ardhana.


"Pak Nam telat menjemput Akasya di sekolah karena ada masalah dengan mesin mobil jadi Pak Nam pergi ke bengkel terlebih dahulu untuk memperbaikinya, setelah itu Pak Nam langsung menuju ke sekolah Akasya sesampainya di sana Akasya sudah tidak ada.... " Ucap Ardhana menjelaskan kronologinya dengan jelas pada Giani dan juga Steve.


"Ya Tuhan cucu grandma" ucap Giani sambil menangis memeluk Suami nya, setelah lebih tenang Giani menghampiri Ratu yang masih terbaring lemah.


"Apa ini juga ulah dari mantan istri mu Ar?" Tanya Giani menunjuk ke arah Ratu.


"Apa yang akan kamu lakukan pada mantan istri mu sekarang Ar?" Tanya Steve membuka obrolannya yang sedari tadi hanya menjadi pendengar.


"Untuk saat ini Ar belum memikirkan apa yang harus dilakukan dad, Tunggu Akasya dan juga Ratu sembuh dulu" Ucap Akasya tegas dan menahan amarahnya mengingat apa yang sudah dilakukan Ayuma pada orang terkasihnya.


"Baiklah, Daddy setuju.. lakukan sebaik mungkin Ar" Sambil menepuk pundak Akasya pertanda untuk menyemangati Ardhana.


"Ar, ini mommy bawakan baju ganti untuk kamu dan juga ada makanan, sebelum sampai di sini mommy membeli makanan terlebih dahulu kata Dion kamu belum makan dari siang" Kata Giani menyerahkan tas yang berisikan pakaian dan bungkusan makanan.


"Terimakasih mom" Ucap Ardhana menghampiri Giani dan memeluknya sambil menangis, seolah ia mengadu lemah akan peristiwa ini, sedih, marah, kecewa dan juga khawatir perasaan itu membaur jadi satu di dalam hati Ardhana.

__ADS_1


Giani membalas pelukan Ardhana dan mengelus punggung anaknya yang merasa membutuh semangat.


"Tenanglah semua akan baik-baik saja" Ucap Giani tersenyum menguatkan anaknya.


"Ar tidak tahu apa yang akan terjadi jika Ar telat menemukan Akasya mom, tapi setelah Ar menemukan lokasi Akasya disekap, Ratu yang jadi korban penusukan Ayuma mom, ini salah ku mom" Ucap Ardhana yang masih menangis pilu.


Giani ikutan menangis mendengar perkataan anaknya yang menyalahkan dirinya sendiri atas peristiwa ini. Setelah lebih tenang Ardhana melepas pelukan Giani.


"Gantilah pakaianmu Ar, biar mommy sama daddy yang menjaganya dulu di sini" Kata Giani dan langsung duduk dekat dengan brangkar Akasya.


Ardhana mengambil baju gantinya lalu pergi ke kamar mandi untuk mengganti pakaiannya dan juga mencuci mukanya, setelah itu Ardhana kembali duduk bersama orang tuanya di sofa.


*


*


*


Selamat malam dan selamat membaca kakak-kakak besti ❤


Terimakasih ily ❤🤗

__ADS_1


__ADS_2