PESONA HOT DUDA

PESONA HOT DUDA
Bab 39


__ADS_3

Bab 39


"Eeunghh.. " Lenguhan Ardhana sambil merenggangkan otot-otot nya yang sedikit kaku.


"Siapa yang membawa ku kesini" guman Ardhana sambil memegangi kepalanya yang masih terasa pusing dan mengingat-ingat nya.


"Mungkin Dion, tapi seingat ku. Dion hanya mengantarkan ku pulang saja tanpa membawa ku masuk kedalam kamar, lalu siapa?" Kata Ardhana lagi, karena tidak kunjung mengingatnya, Ardhana pun langsung masuk kedalam kamar mandi untuk segera mandi. Ketika akan membuka kancing kemejanya, tiba-tiba ada benda yang terjatuh.


Cring..


Karena mendengar ada benda yang jatuh di lantai Ardhana pun langsung melihatnya


"Kalung? punya siapa?" Kata Ardhana sambil melihat-lihat kalung tersebut dengan lebih dekat.


"T.N, siapa? tadi malam tidak ada perempuan yang menghampiri ku bukan? " Human Ardhana merasa bingung, ia pun keluar kamar mandi lagi.


karena tidak mengingat apa yang terjadi, kalung tersebut ia simpan di kotak kecil di dalam lemarinya.

__ADS_1


Ardhana pun melanjutkan kembali mandinya yang sempat tertunda. beberapa menit kemudian Ardhana keluar dari kamar mandi dan langsung memakai baju kantornya, pada saat akan memakai dasi nya, Ardhana mendengar pintunya ada yang membukanya.


Ceklek.. Ratu masuk ke kamar Ardhana sambil membawa makanan untuk sarapan pagi Ardhana mengingat tadi malam Ardhana begitu sangat sempoyongan dan susah berjalan dengan benar, jadi Ratu berinisiatif membawakan makanan untuk Ardhana.


"Siapa yang menyuruh kamu masuk?" Kata Ardhana tegas melihat ke arah Ratu yang masih berdiri dekat pintu, membuat Ratu terlonjak kaget.


"A-aku hanya membawakan sarapan untukmu" ucap Ratu terbata dan menundukkan kepalanya karena takut melihat Ardhana.


"Siapa yang menyuruh mu membawakannya?" Kata Ardhana datar dan terus melihat ke arah Ratu yang merasa ketakutan.


"Letakan saja dimeja dekat sofa" Kata Ardhana menyuruh meletakan makanan yang dibawa Ratu.


Ratu pun langsung meletakan makanan nya di meja, ketika akan keluar dari kamar Ardhana ia mengingat akan kalungnya yang hilang entah dimana. Ratu berbalik dan langsung menuju ranjang Ardhana mengingat ia sempat terjatuh di atas dada Ardhana saat akan menidurkan Ardhana di ranjangnya, Ratu terus mencari dan mengacak-acak ranjang Ardhana.


"Sedang apa kamu?" Tanya Ardhana yang masih melihat ke arah Ratu.


'Mampus, aku lupa kalau ini kamar Ardhana' batin Ratu.

__ADS_1


"Eemm... Ar, apa kamu melihat kalung di sekitar ranjang mu?" Tanya Ratu hati-hati.


'Kalung, jadi kalung yang jatuh di kamar mandi itu punya ratu' batin Ardhana.


"Tidak ada kalung disini, cepat keluarlah" Kata Ardhana menyuruh Ratu keluar dari kamarnya.


"Kalungnya kecil ada inisial namanya T.N, itu pemberian dari daddy saat aku berulang tahun" Ucap Ratu menundukkan kepalanya menahan tangisnya, mengingat peninggalan daddy yang sangat Ratu sukai telah hilang.


Ardhana pun ikut merasakan sedih ketika melihat Ratu yang menahan tangisnya.


lalu Ratu pun bergegas pergi dari kamar Ardhana dan langsung pergi dari Mansion dan pulang ke rumah Riani untuk mengganti pakaiannya. setelah berganti pakaian ratu pun langsung berangkat kekantor dan masih dengan hati yang sedih.


"Jadi kalung ini milikmu, baby dan yang membawaku ke kamar dan melepaskan sepatu serta jas yang aku pakai itu kamu?" Kata Ardhana tersenyum mengingat apa yang terjadi tadi malam.


"Kamu memang digariskan untuk menjadi jodohku sayang" ucapnya tersenyum sambil menutup kembali kotak kecil yang berisikan kalung Ratu dan menyimpannya kembali.


Ketika akan keluar dari kamar, Ardhana melihat ke arah meja sofa yang terdapat makanan yang Ratu bawakan untuknya sarapan pagi. Ardhana pun langsung duduk dan memakannya dengan lahap.

__ADS_1


__ADS_2