
Bab 43
Plak..
"Sudah mommy bilang jangan menangis Akasya" Kata Ayuma sambil menampar pipi Akasya.
"Sayang sudah lah kasihan anak mu" Kata Eric.
"Aku tidak kasihan padanya, aku benci padanya dan juga Ardhana. Harusnya kita sudah hidup bahagia dan memiliki anak, Ric" Ucap Ayuma lirih sambil menangis dalam dekapan Eric.
Eric hanya diam tanpa menjawab dan tangannya sambil mengusap punggung Ayuma. Setelah lebih tenang, Eric membawa Ayuma keluar dari ruangan dari kamar yang di tempati Akasya.
Tiga puluh menit kemudian Ardhana sampai lebih dulu di lokasi yang membawa Akasya, Lalu disusul mobil Dion dan Ratu datang.
Ardhana mengernyitkan dahinya terlihat bingung ketika melihat Ratu turun dari mobil Dion.
"Ar, cepatlah selamatkan Akasya" Kata Ratu khawatir dan tanpa sengaja air matanya ikutan mengalir keluar.
"Hemm" Kata Ardhana dan langsung masuk ke dalam rumah kosong itu dan diikuti Ratu dan Dion di belakangnya.
Saat pintu di buka, mereka langsung berpencar mencari Akasya di setiap ruangan.
Ratu melihat satu ruangan yang tertutup dan ia merasa ingin sekali membukanya. Ratu pun langsung saja mendekati ruangan itu dan..
__ADS_1
Ceklek..
Ratu melihat ke arah anak kecil yang tergeletak yang masih memakai seragam sekolah dengan kaki dan tangan terikat dan menyisakan isak tangis yang terdengar lemah.
Ratu menghampiri anak kecil itu dan ketika melihat ke wajah anak kecil itu, tangis ratu mulai terdengar dan langsung membuka ikatan pada kaki dan tangan anak kecil itu dan langsung membawanya ke dekapan Ratu.
"Sayang maafin mommy , mommy telat menemukan aka, bangun sayang.. ini mommy sayang" Ucap Ratu sambil menangkup wajah akasya dan membelai nya. Ratu pun langsung menggendong akasya yang sudah lemas keluar dari ruangan tersebut ketika akan keluar ratu di hadang dua orang.
"Siapa kamu?" Tanya Ratu marah.
"Aku adalah mommy dari anak yang kamu gendong" Kata Ayuma.
"Mommy macam apa kamu yang tega melukai anaknya.. Hakhhh" Kata Ratu dengan suara meninggi.
"Bukan urusanmu, pergilah jangan ikut campur sebelum aku membunuhmu juga" Kata Ayuma yang sudah mengeluarkan pisau lipatnya.
"Sayang bantu doa kan mommy, supaya mommy dan aka keluar dari sini dengan selamat" Guman Ratu melihat ke wajah akasya yang terus memejamkan matanya.
"Pergilah dan letakan akasya kembali" Teriak Ayuma.
"Tidak akan dan tidak sudi" Ucap ratu tidak kalah teriak dengan Ayuma.
Eric langsung mengarahkan pistolnya ke arah Ratu, Ratu yang melihat itu langsung gemetar dan ia merasakan bingung membawa akasya keluar atau meletakan akasya kembali.
__ADS_1
"Cepat lah saya hitung sampai tiga jika kamu belum juga meletakan akasya kembali dan pergi dari sini aku tidak akan segan-segan menembak mu nona" Ucap Eric sambil tersenyum smirk.
"Satu.. "
Ratu diam saja.
"Dua.. "
'Maafkan mommy sayang, tidak bisa berbuat apa-apa' batin Ratu.
Ratu meletakan kembali akasya dengan terus menangis.
"Ti.. "
Bughh
Dion memukul tengkuk leher Eric, Eric langsung tersungkur ke depan. Ayuma melihat ke arah yang memukul pacarnya. Ia membulatkan matanya ketika Ardhana dan Dion berada disini.
Dion dan Eric berkelahi dengan tangan kosong. Ardhana langsung berlari ke arah Ratu yang sedang menggendong Akasya dan mengambil alih dalam gendongannya . Ketika Ratu akan ikut pergi, Ayuma menghampiri Ratu dan...
Jlebb..
Ayuma menusukan pisau pada tubuh Ratu lalu ia bergegas pergi meninggalkan pacarnya yang sudah bersimbah darah.
__ADS_1
Ratu merasa kaget dengan apa yang Ayuma lakukan pada nya, dan ratu langsung memegangi perut nya yang tertusuk pisau Ayuma.
"Ar... " Ucapnya lirih dan langsung tergeletak ke lantai.