
Bab 64
Ratu terus memejamkan matanya ketika Ayuma mengarahkan senjata nya, Ia seakan tidak bisa berbuat apa-apa dengan keadaan mencekam seperti ini. Ayuma terus menekan pelatuk pistol tersebut dan akan siap menembak Ratu.
Dor..
Ardhana berlari menghampiri Ratu yang masih tergeletak di aspal dan membantunya masuk ke dalam mobil nya. Ratu langsung membuka matanya karena ia mengira dirinya lah yang tertembak.
"Baby, kamu tidak ada apa-apa? apa ada yang luka?" Tanya Ardhana sambil memeriksa keadaan Ratu.
"Aku tidak apa-apa Ar" Ucapnya.
"Syukurlah, aku tepat waktu menyelamatkan mu sayang, aku tidak bisa membayangkan apa yang terjadi jika aku terlambat" Ucap syukur Ardhana sambil memeluk Ratu erat.
Ratu pun bersyukur karena Ardhana mau menyusul dan menyelamatkan nya dari kejadian yang menimpanya itu
"Ar, bagaimana dengan Ayuma?" Tanya Ratu yang masih dalam dekapan Ardhana.
"Dia sudah di urus oleh Dion dan juga polisi" Jawab Ardhana.
"Apa dia akan di penjara Ar?" Tanya Ratu lagi.
__ADS_1
"Tentu saja, mereka akan di penjara karena mereka melakukan pembunuhan berencana dan aku juga sudah merekam pengakuan dia yang ingin membunuh Akasya dan juga kamu sayang" Kata Ardhana.
"Aku takut Ar, kalau sampai mereka tidak di beri hukuman mereka akan melakukan balas dendamnya dengan lebih gila lagi" Ucap Ratu menangis mengingat perkataan Ayuma yang ingin membunuh dirinya dan juga Akasya.
"Tenanglah, aku dan Dion sudah memiliki bukti-bukti perbuatan mereka dan itu akan memperkuat hukuman yang akan mereka terima" Jawab Ardhana mencoba menenangkan pujaan hatinya itu.
"Ar, supir kamu bagaimana?, ia tak bisa membantuku karena ia di sekap oleh pacar nya Ayuma" Tanya Ratu sambil memberitahunya kalau supirnya juga dalam bahaya sehingga tidak bisa menolongnya.
"Dia ikut bersama Dion dan juga polisi untuk dimintai keterangan atas kejadian tadi" Jawab Ardhana.
Ratu pun hanya menganggukkan kepalanya.
"Lanjut saja, sebentar lagi sampai"
"Baiklah"
Ratu pun melanjutkan perjalanannya kembali setelah melewati drama yang cukup mencekam.
Tiga puluh menit kemudian mereka sampai di kediaman rumah orang tua Ratu yang masih sangat asri dan tenang membuat siapapun betah untuk tinggal di situ.
"Sepertinya Rumah ini akan membuatku betah lama-lama di sini baby" Ucap Ardhana melihat ke arah Ratu.
__ADS_1
"Tentu saja, karena rumah ini penuh dengan kehangatan dan cinta jadi siapapun akan berkata begitu walau baru melihatnya" Ucap Ratu dengan tersenyum, Pasalnya orang tua Ratu dulu begitu sangat hangat dan penuh cinta membuatnya terlihat seperti keluarga harmonis.
Ratu pun mengajak Ardhana untuk masuk ke dalam rumahnya, dan Ratu langsung menekan bel rumah nya.
Ceklek..
Nani begitu terkejut melihat anaknya ada di sini karena Ratu tidak memberinya kabar bahwa akan pulang ke rumah.
"Mommy.. " Ucap Ratu yang langsung menghambur kan pelukannya pada Nani.
"Kenapa tidak mengabari mommy dulu gadis nakal" Ucap Nani sambil melepaskan pelukan dari anaknya.
"Ini namanya kejutan mommy" Ucapnya manja sambil menyenderkan kepalanya di pundak Nani.
Ardhana yang melihat Ratu seperti itu merasa gemas dan ingin mencium bibir Ratu.
"Ekheem.." Ardhana mencoba memberi perhatian pada mereka bahwa masih ada dirinya di sini yang tengah melihat acara temu kangen ibu dan anak.
Nani pun langsung mengalihkan pandangannya melihat Ardhana yang ada di depannya.
"Dia siapa Ratu? " Tanya Nani.
__ADS_1