
Bab 56
Selesai dari kamar mandi Ardhana langsung beranjak naik ke atas ranjang menghampiri Ratu yang masih betah dalam mimpi nya.
Ardhana terus mengusik tidur Ratu dengan jail nya membuat sang empu nya terbangun.
"Ar, Kamu sudah bangun? ini jam berapa?" Tanya Ratu dengan suara serak nya khas bangun tidur dan menyesuaikan pandangannya ke sekitar.
"Tidurlah lagi baby ini masih terlalu pagi" Balas Ardhana sambil mendekap Ratu ke pelukannya dan mengusap punggung nya.
Ratu yang masih mengantuk pun tertidur kembali di pelukan Ardhana, sedangkan Ardhana tidak bisa tidur sebab ia merasakan bagian bawahnya sedikit terusik karena gesekan dari paha Ratu pada bagian inti Ardhana.
'Kuat kan aku tuhan dari godaan gadis cantik ini' batin Ardhana yang terus melihat ke arah Ratu.
Matahari mulai menampakan sinarnya dan Ardhana belum juga tertidur, ia sedang tersiksa karena ulah Ratu yang tanpa sengaja menggerakkan terus paha nya.
"Baby, bangun ini sudah pagi" Ucap Ardhana lembut dan terus mencium bibir Ratu yang sangat menggoda.
Lenguhan Ratu yang terdengar seperti de sahan di telinga Ardhana.
__ADS_1
"Ar, selamat pagi " Ucap Ratu tersenyum pada Ardhana.
"Pagi baby" Dengan suara tertahan.
"Kamu kenapa Ar? Kamu sakit?" Tanya Ratu sambil mengernyitkan dahinya melihat Ardhana yang merasa aneh.
"Tunggu Ar, ko ada yang keras" Tanya Ratu lagi sambil tangannya mencari yang keras itu, ketika ketemu dan Ratu memegangnya tiba-tiba..
"B-baby jangan di pegang, nanti bahaya" Ucap Ardhana menahan de sahannya sambil menyingkirkan tangan Ratu dari bagian inti Ardhana yang semakin tegak menjulang.
Ratu yang mengerti pun langsung menarik tangannya kembali sambil melotot kan matanya karena terkejut.
"Memangnya kenapa baby, apa kamu mau membantuku" Ucap Ardhana dengan tersenyum smirk.
"Ti-tidak Ar, iya sudah aku ke kamar Akasya dulu" Kata Ratu yang akan beranjak pergi ke kamar Akasya tapi sudah di tahan oleh Ardhana.
"Mau kemana baby?, katanya mau membantuku hmm.. " Kata Ardhana yang sudah merengkuh pinggul Ratu sehingga badan mereka menempel satu sama lain tidak berjarak.
"A-ar kamu mau ngapain? Ingat Ar kita belum menikah!" Kata Ratu mengingatkan.
__ADS_1
"Sebelum menikah kita simulasi dulu baby" Ucap nya tersenyum dan langsung menempelkan bibirnya pada bibir Ratu, Ardhana terus mengeksplor masuk ke dalam rongga mulut seakan mengabsen barisan gigi rapih Ratu, seakan terbuai dengan adegan ciuman Ratu langsung mengalungkan tangannya pada leher Ardhana dan tangan Ardhana menahan tengkuk leher Ratu agar lebih dalam untuk berpagutan bibir nya. Selesai dengan ciuman Ardhana beralih menyusuri leher Ratu sehingga meninggalkan jejak merah di leher Ratu yang putih, tangan Ardhana tak tinggal diam dan terus mengelus punggung Ratu lalu beralih ke depan memainkan dada Ratu yang padat dan kencang secara bergantian .
"Ah..Arrr" Terdengar de sahan yang lolos dari mulut Ratu, yang merasakan hal baru untuknya.
Mendengar de sahan Ratu, Ardhana seakan bersemangat mengingat ia belum menikah Ardhana pun menghentikan kegiatan yang memabukkan itu.
Ardhana langsung menyatukan dahinya pada dahi Ratu. "Simulasi kita cukup sampai di sini baby, kita akan melakukan simulasi yang lebih ketika kita sudah menikah. keluarlah.. aku mau mandi dulu" Ucapnya dan mengecup kembali bibir Ratu sebelum pergi ke kamar mandi. (selamat bersolo ria kang mas Ardhana 😁😁)
*
*
*
Selamat hari senin dan semangat beraktifitas kembali 💪😁.
Di Bab ini aku up dari pagi cuma di tolak sampai 3x dan harus bolak balik revisi katanya terlalu vulgar
Mohon maaf lahir batin kakak-kakak besti ❤
__ADS_1