PESONA HOT DUDA

PESONA HOT DUDA
Bab 75


__ADS_3

Bab 75


Empat hari berlalu , Ardhana masih saja sibuk di kantor nya untuk segera menyelesaikan pekerjaannya karena satu hari lagi mereka akan menyambut hari baik untuk pernikahan Ardhana dan juga Ratu.


Dion juga telah selesai mencari bukti kebohongan Celine, benar saja bahwa foto yang sempat Celine tunjukan pada Giani adalah hanya rekayasa untuk menjebak Ardhana agar mau menikahi nya. Untuk kehamilannya memang dia hamil tapi bukan anak dari  Ardhana melainkan anak  dari pria lain yang ada di foto itu sebelum dia edit menggunakan wajah Ardhana sebab pria itu tidak mau bertanggung jawab dan mengakui anak yang di kandung Celine mengingat ia sering berganti-ganti pria.


Dengan mengetahui kebohongan Celine setidaknya megurangi beban di pikiran Ardhana, kini ia lebih fokus pada pernikahannya yang tinggal meghitung satu hari lagi. (Ngamplop guys bentar lagi makan gratis .. He..he..)


Dan selama empat hari ini Ardhana dan Ratu jarang bertemu karena untuk sementara Ratu tinggal di Apartement Ardhana dulu agar saling panglil satu sama lain saat melihatnya . (harapan para orang tuanya  sih tapi yang nama nya lagi di mabuk cinta iya suka di langgar).  Di kantor pun mereka tidak bertemu hanya saling mengabari lewat pesan atau pun telepon. Seperti saat ini Ardhana tengah menghubungi calon istri nya itu tapi tak kunjung di angkat oleh Ratu karena ponsel nya ia silent jadi ratu tidak mengetahui kalau ada panggilan masuk dan membuat Ardhana uring-uringan.

__ADS_1


"Ckk... Kemana kamu baby?, awas saja kalau berduan dengan si Beng-beng itu akan aku hukum nanti.. Akhhh" Gerutu Ardhana berdecak kesal sambil menyisir rambut nya ke atas.


Ceklek...


Ardhana melihat ke arah pintu yang di buka oleh seseorang dan tiba-tiba...


"Hai calon daddy ." Ucap nya da terdengar ceria.


"Aku ke sini hanya ingin bertemu daddy nya anak ku" Ucap nya dengan senyum yang ia buat secantik mungkin.

__ADS_1


"Kamu yakin ? kalau anak yang kamu kandung itu anak ku ?" Tanya Ardhana dengan tersenyum smirk.


"Tentu saja yakin, bahwa ini memang anak mu" Ucap nya sambil mengelus perut nya yang belum membuncit itu lalu menghampiri Ardhana yang masih duduk di kursi kebesarannya itu dan langsung mendudukan diri nya di atas pangkuan Ardhana.


"Ckk... Apa-apan kamu Celine? , bersikaplah sopan  sebelum aku bertindak kasar dengan mu" Gertak Ardhana namun di abaikan oleh Celine.


"Jangan kasar begitu dong daddy" Ucap nya sambil mengalungkan tangannya di leher Ardhana dan juga menyenderkan kepalanya di bahu Ardhana bersamaan dengan itu Ratu dan juga Dion masuk ke ruangan Ardhana.


"Arr.." Ucap Ratu dan sempat terpaku melihat pemandangan Ardhana ang tengah memangku Celine.

__ADS_1


Karena nama nya merasa terpanggil Ardhana melihat ke arah sumber suara yang memanggil nya, Ardhana  ikut terkejut melihat Ratu yang sedang menatap dirinya dan juga Celine yang masih di atas pangkuannya, karena tidak ingin melihat Ratu marah dan juga sakit hati Ardhana langsung berdiri dari duduk nya tapi tidak menyakiti ibu hamil itu, ia langsung melangkah panjang menghampiri Ratu dan akan memeluk nya namun Ratu memundurkan posisinya dari jangkauan Ardhana. Dengan berhela nafas kasarArdhana menyuruh Dion untuk mengambil bukti kebohongan Celine yang akan ia bongkar pada saat Acara ulang tahun perusahaan Ayah nya , namun berhubung  Celine memilih datang kesini dan Ratu melihat nya jadi ia akan membongkar nya sekarang di hadapan wanita yang dicintai nya agar tidak salah paham lagi.


"Baby dengar kan aku baik-baik oke.., seperti yang aku katakan padamu waktu itu untuk selalu mempercayai ku., ini adalah foto yang sebenarnya lihat lah perbedaannya" Kata Ardhana sambil memperlihatkan kedua foto yang sudah Dion cetak terlebih dahulu. Celine nampak pucat dan seluruh badannya dingin  pasalnya Ardhana sudah mengetahui kebohongan nya yang ia buat dan sebisa mungkin ia terlhat biasa saja jangan sampai menampilkan wajah takutnya.


__ADS_2