
Bab 93
Setengah jam kemudian Ardhana selesai berlari dan langsung masuk kembali ke dalam.
"Ar, cepat bangunkan istri mu untuk sarapan?" Ucap Giani saat Ardhana akan naik tangga.
"Hemm" Ardhana pun langsung menuju kamar nya, namun ketika akan membuka pintu kamar nya Akasya menghampiri Ardhana.
"Daddy"
"Iya sayang" sambil mengelus kepala Akasya.
"Apa mommy sudah bangun dad?" Tanya Akasya.
"Belum seperti nya, kenapa? mau membangunkan mommy bersama?" Kata Ardhana.
Akasya langsung tersenyum lebar dan mengangguk kan kepalanya.
Ardhana pun mengajak Akasya masuk ke dalam kamarnya dan benar saja istri nya masih setia dalam mimpi nya itu.
Akasya dan Ardhana langsung bergegas naik ke atas ranjang dan menciumi wajah Ratu dengan gemas nya, Karena merasa ada yang mengganggu tidur nya Ratu mengerjapkan mata nya perlahan untuk melihat siapa yang sudah mengganggu tidur nya itu.
"Hai sayang... " Ucap Ratu dengan suara khas bangun tidur nya.
"Selamat pagi mommy" Ucap Akasya dan juga Ardhana bersamaan.
__ADS_1
"Pagiii suami ku dan anak ku" Ucap Ratu dengan tersenyum.
"Apa adik aka lapar mom, ayook kita makan bersama?" Ajak Akasya dengan semangat.
"Hmmm baiklah sayang, Aka tunggu di bawah saja dulu iya?" Kata Ratu.
"Iya mom" lalu beranjak turun dari ranjang dan pergi keluar dari kamar orang tua nya untuk menuju meja makan.
"Baby, mau mandi sekarang?" Tanya Ardhana yang masih ada disisi Ratu.
Ratu hanya mengangguk.
"Mau bareng atau sendiri-sendiri?" Tanya Ardhana takut mood istrinya berubah-ubah.
"Bareng saja tapi hanya mandi sayang" Ucap Ratu dengan memberi peringatan.
Ardhana ikut bergabung bersama istrinya dan membantu menggosokkan punggungnya dengan sabun tanpa ada adegan dewasa nya.
lima belas menit kemudian mereka selesai dengan acara gosok menggosok nya dan langsung memakai pakaian nya, setelah itu mereka keluar kamar dan ikut bergabung dengan anak dan mertuanya.
Ratu merasa malu karena semenjak hamil ia selalu bangun siang dan tidak ikut membantu memasak di dapur tidak seperti biasanya.
"Mom, maafin Ratu yang akhir-akhir ini malas bantuin mommy masak" Ucap Ratu dengan rasa bersalah nya.
"Sudah lah sayang, mommy juga pasti ngertiin kamu kok" Kata Ardhana sembari mengelus pundak Ratu untuk menenangkan istrinya.
__ADS_1
Giani memahami keadaan Ratu yang memang bawaan hamil seperti itu, "Sudah cepat makan sayang, ibu hamil harus banyak makan dan tidak boleh banyak pikiran" Kata Giani sambil mengambil kan makanan untuk suami nya dan juga diri nya.
Selesai sarapan pagi mereka berkumpul di taman seperti biasanya. Namun sedang asik nya mengobrol ponsel Ratu berdering membuat nya menghentikan obrolannya, Ratu langsung mengangkat ponsel nya.
"Halo"
"Tu, lagi sibuk tidak?" Tanya Riani.
"Tidak, memang nya kenapa?" Kata Ratu.
"Temenin aku dong di mall, nanti siang tapi langsung ketemu disana saja"
"Tumben banget minta temenin biasa nya juga sendiri" Jawab Ratu.
"Ckk.... temani lah sahabat mu ini yang kesepian" Ucap Riani yang dibuat sesedih mungkin.
"Baiklah"
"Ooohhh kau sahabat terbaik ku baby" Kata Riani lalu mengakhiri panggilan dengan Ratu.
"Siapa baby?" Tanya Ardhana penasaran dengan orang yang menelfon istri nya itu.
"Riani, meminta ku untuk menemani nya ke mall, emm.. sayang apa boleh aku pergi bersama Riani?" Tanya Ratu dengan hati-hati.
"Pergilah tapi aku juga harus menemani mu"
__ADS_1
"Aku juga ikut mommy" Kata Akasya yang sedari tadi mendengar ucapan Ratu dan Ardhana.
"Ajak lah istri mu jalan-jalan Ar, agar tidak jenuh" Ucap Giani dengan tersenyum.