PESONA HOT DUDA

PESONA HOT DUDA
Bab 77


__ADS_3

Bab 77


Hari yang di nanti pun tiba, walau banyak cobaan silih berganti tapi mereka tetap bertahan dan memperjuangkan apa yang harus mereka perjuangkan dalam kebahagiannya.


Ratu sudah di Mansion dan masih berdandan di dalam kamar serta ditemani oleh sahabatnya yaitu Riani, ia begitu haru dengan kisah cinta Ardhana dan Ratu yang sangat pelik menurutnya.


Ratu terlihat cantik dan anggun dengan balutan gaun yang melekat di tubuhnya, Riani yang melihat pun seolah terhipnotis dengan kecantikan yang di miliki Ratu.


"Kamu cantik banget tu persis seperti nama mu bak Ratu" Puji Riani dengan tidak berkedip melihat kecantikannya.


"Ckkk... kamu berlebihan Ri" Jawab Ratu.


Giani dan juga Nani datang menghampiri Ratu yang masih di kamar.


"Sayang, sudah selesai? " Tanya Giani yang langsung melihat takjub dengan kecantikan Ratu begitupun dengan Nani.


"Kamu cantik sekali sayang" Lontaran pujian Giani yang sama seperti Riani.

__ADS_1


"Iya sayang, mommy sampai tidak mengenali anak mommy sendiri" Kata Nani yang sudah menetaskan air matanya melihat putrinya akan menikah dengan pria pilihannya sendiri.


"Mommy jangan menangis nanti Ratu ikutan" Kata Ratu menghampiri Nani dan menghapus air matanya.


"Iya sudah, kita sudah di tunggu oleh pengantin pria karena dari tadi uring-uringan terus belum ketemu pawangnya " Ucap Giani tertawa yang berusaha mencairkan suasana agar tidak terlalu tegang.


Pengantin pria sudah sangat gelisah bak cacing kepanasan karena sudah sepuluh menit menunggu Ratu tak kunjung menampakan diri nya.


Tamu yang di undang pun tidak terlalu banyak sesuai keinginan kedua mempelai hanya ada keluarga inti, rekan kerja dan pegawai Ardhana serta kerabat dekat saja.


(bayangkan ini bunyi high heels Ratu 🤭)


Ratu berjalan menghampiri Ardhana dengan di dampingi oleh Nani dan juga Riani. Dari kejauhan respon Ardhana sama seperti yang lain begitu pangling dan terpesona dengan kecantikan Ratu.


Ardhana tidak menyadari bahwa Ratu sudah sampai di hadapannya namun Ardhana terus diam sampai akhirnya Steve yang ada di sampingnya menepuk pundak Ardhana untuk mengembalikan kesadarannya.


"Ekhemm., Ar mau sampai kapan kamu mendiamkan istri mu itu?" Kata Steve.

__ADS_1


Ratu yang melihat Ardhana seperti itu, seketika ingin tertawa tapi ia urungkan mengingat ini hari spesial nya.


Ardhana langsung tersadar dari lamunannya lalu melihat ke arah Steve dengan tersenyum canggung.


Acara pengucapan ikrar suci pernikahan pun di lakukan dengan hikmat dan tenang. lalu Ardhana memasangkan cincin pada jari manis istrinya itu begitupun Ratu memasangkan cincin di jadi manis Ardhana, sebagai penutup dari serangkaian ikrar suci mereka melakukan sesi ciuman sebagai tanda SAH menjadi sepasang suami istri.


Ardhana langsung menempelkan bibir nya pada bibir Ratu yang sedari tadi tersenyum cantik. "Thank you baby sudah mau menjadi istri ku dan mommy untuk Akasya" dan mereka melanjutkan kembali ciumannya itu membuat para tamu bertepuk riuh melihat sepasang pengantin itu.


"Akhh... jadi pengen nikah" kata Siska sambil bertepuk tangan.


"Cari pacar saja dulu baru nikah" Ledek Dion yang duduk di samping Siska.


"Ckk... target sih sudah ada, cuma aku takut menyatakan cintanya" Ucap Siska.


"Kenapa harus takut, coba saja dulu mungkin ada keajaiban datang sehingga target mu itu mau terima cintamu" Ucap Dion memberikan solusi.


Mendengar itu Siska semakin panas dingin karena belum siap untuk menyatakan cinta nya tanpa persiapan apapun.

__ADS_1


__ADS_2