
Bab 57
Melihat masih ada waktu Ratu turun kebawah menuju dapur untuk ikut memasak. Selama dua minggu di Mansion Ardhana ia ikut membantu para pelayan memasak, menemani Giani menanam tanaman yang baru-baru.
"Bibi An, selamat pagi" Ucap Ratu menghampiri Bibi An yang sedang memotong bahan untuk di masak.
"Selamat pagi Nak" Jawab Bibi An tersenyum.
"Ada yang bisa di bantu bi?" Tanya Ratu.
" Duduklah nak, biar Bibi dan para pelayan saja yang memasak, takut tuan Ardhana melihat dan memarahi Bibi" Kata Bibi An.
"Tenanglah bi, itu tak akan terjadi" Ucap nya dengan percaya diri. Akhirnya Bibi An pun mengalah membiarkan Ratu ikut membantunya.
Setengah jam berlalu dan makanan sudah siap untuk di hidangan di meja makan, selesai membantu Bibi An memasak Ratu kembali ke kamar Akasya.
__ADS_1
Sampai kamar Ratu melihat Akasya sudah rapih dengan seragamnya. "Pagi sayang, sudah wangi banget ternyata" Kata Ratu menghampiri Akasya dan mencium wangi parfume nya.
"Sudah mom, Aka langsung turun aja iya mom" Kata Akasya dengan tersenyum lebar.
"iya sayang, Hati-hati turunnya"
Ratu langsung bergegas ke kamar mandi dan segera mandi karena badannya sudah bau masakan, lima belas menit kemudian Ratu keluar dan segera memakai pakaian kantor nya, karena hari ini Ardhana sudah mengijinkan Ratu untuk pergi bekerja kembali dengan syarat setiap jam istirahat harus makan bersama tidak boleh tidak, Ratu pun menyanggupi syarat dari Ardhana dari pada ia diem di Mansion membuatnya jenuh dan ingin merasakan suasana kantor lagi.
Mereka sudah berkumpul di meja makan untuk sarapan bersama, termasuk Dion ikut bergabung juga. Selesai sarapan mereka segera berangkat menuju tujuannya masing-masing.
Selang beberapa menit kendaraan pun sampai di sekolah Akasya, " Belajar yang rajin sayang" Ucap Ratu sebelum Akasya turun dari mobil.
Dion pun melanjutkan menyetir nya menuju perusahaan Ardhana.
"Ar, turunkan aku seperti waktu itu" Kata Ratu.
__ADS_1
Ardhana melihat ke arah Ratu dan mengernyitkan dahinya, " Memangnya ada apa ?" Tanya Ardhana.
"Aku hanya ingin menghindar dari para wanita yang mengagumi mu, aku takut di amuk sama mereka" Kata Ratu.
"Memangnya kenapa? kamu calon istri ku Ratu ingat itu" Ucap Ardhana tegas.
"Ar, sementara kita sembunyikan dulu hubungan kita sampai waktu pernikahan kita tiba.. oke" Kata Ratu yang mencoba memberi pengertian pada Ardhana sambil mengelus lengan Ardhana.
Ardhana pun hanya diam saja tidak mengiyakan atau pun menolaknya, dan ketika sampai di jalan yang Ratu maksud, Dion langsung menghentikannya dan Ratu pun keluar dari mobil yang ia tumpangi. Ardhana tidak melihat ke arah Ratu hanya diam membisu dan pandangannya lurus ke depan.
Ardhana sampai lebih dulu dengan memperlihatkan wajah marahnya, pegawai yang melihat langsung menunduk hormat karena takut terkena amukan dari Ardhana.
Kemudian di susul Ratu yang baru sampai dengan mengatur nafasnya. Mira yang melihat Ratu di ruang lobby langsung menghampirinya.
"Ratu, kamu sudah sembuh?" Tanya Mira dan di jawab anggukan oleh Ratu yang masih terlihat ngos-ngosan.
__ADS_1
"Ayoo.. bareng sama aku ke ruangannya" Kata Mira yang langsung menggandeng lengan Ratu dan masuk ke dalam lift menuju ruangan pemasaran.