PESONA HOT DUDA

PESONA HOT DUDA
Bab 42


__ADS_3

Bab 42


Setelah 3 jam dalam pengaruh obat tidur, Akasya terbangun dari tidur nya, ketika membuka matanya ia merasa asing dengan tempat ini seperti tidak berpenghuni, ia melihat ke sekeliling tapi ia tidak menemukan siapapun.


"Aka dimana? kenapa tangan aka diikat? dimana mommy?" Kata Akasya yang mulai berkaca-kaca dan sedikit takut karena ia duduk sendirian tanpa ada siapapun.


"Mommy...hiks..hiks" Teriak Akasya memanggil Ayuma.


"Mommy dimana? aka takut sendirian mom" kata Akasya yang terus menangis.


Tap Tap Tap


Seseorang pun masuk menghampiri Akasya yang sudah bangun dari obat tidur.


"Kamu sudah bangun sayang?" Kata Ayuma.


"Mommy dari mana? aka takut sendirian mom" Kata Akasya mengadu.


"Mommy habis dari luar sayang, kenapa harus takut kan ada mommy" Ucap Ayuma tersenyum.


"Mom, aka lapar dan kenapa tangan dan kaki Aka diikat mom" Kata Akasya melihat kearah tangan dan kakinya yang terikat.


"Sayang, ayo.. kita makan dulu" Ajak Eric dari arah pintu.

__ADS_1


"Hemm.. " Ayuma pergi meninggalkan Akasya yang sudah merasa kelaparan dan menghampiri Eric untuk makan bersama.


"Mommy Ratu... Daddy, aka takut mommy Ayuma jahat.. hiks.. hiks" Ucap Akasya yang terus menangis.


Selesai makan Ayuma dan Eric kembali ke kamar yang ditempati Akasya yang masih terus menangis.


"Sudahlah sayang jangan menangis terus, mommy muak melihat kamu menangis" Kata Ayuma dengan kata pedasnya.


"Aka lapar mommy" Ucap Akasya di sela tangisannya.


"Tidak ada makanan untuk anak yang nakal seperti mu" Ucap Ayuma dengan sedikit meninggi.


"Mommy jahat..hiks..hiks " Ucap Akasya lirih.


Ayuma mendekat ke arah Akasya dan mengapit dagunya Akasya dengan tangan Ayuma sampai terlihat kemerahan .


"Kalau bukan karena daddy kamu, mommy sudah menjadi istri dari orang yang mommy cintai dan apa kamu tau Akasya, gara-gara daddy kamu, mommy harus kehilangan rahim mommy dan mommy tidak bisa hamil Akasya" Teriak Ayuma lagi dengan wajah sangat marah.


Eric hanya berdiri dan mensedekap kan tangan di dadanya, tanpa ikut memarahi Akasya yang sudah menangis pilu.


***


"Dion, kamu sudah membuka GPS yang saya kirimkan tadi" Kata Ardhana menghubungi Dion sambil menyetir menuju lokasi Akasya.

__ADS_1


"Sudah Pak, saya sedang dalam perjalanan menuju ke lokasi" Jawab Dion.


"Bagus.. apa perlu saya telepon polisi Pak?" Tanya Dion lagi.


"Tidak usah, yang sudah tahu siapa yang sudah membawa Akasya pergi" Ucap Ardhana sambil mencengkeram setir mobilnya.


"Baik Pak" Kata Dion lalu mengakhiri panggilannya.


"Apa ada petunjuk tentang Akasya, Pak Dion" Ucap Ratu khawatir dan tidak hentinya menangis.


"Sudah, Pak Ardhana sudah menemukan orang yang sudah membawa akasya" kata Dion fokus menyetir.


"Syukurlah.. " Ucap Ratu bernafas lega setidaknya ada titik terang.


Rasa lapar tidak mereka rasakan lagi karena fokus mencari keberadaan Akasya, Orang tua Ardhana tidak di beritahu tentang cucunya dibawa kabur mantan istri Ardhana, Ardhana takut Giani jatuh sakit mendengar berita ini.


Iya Ardhana sudah mengetahui siapa dalang yang sudah membawa kabur Akasya adalah Ayuma dan juga pacaranya, Ardhana merasa beruntung karena didalam tas Akasya terdapat ponsel Akasya yang sudah dipasang GPS oleh Ardhana sebelum kejadian ini terjadi. dengan begitu ia menemukan lokasi dimana Akasya di sekap oleh Ayuma dan Eric.


*


*


*

__ADS_1


Selamat malam kakak-kakak besti.


Terimakasih iya sudah membaca novel ku ❤ Jangan lupa untuk selalu mendukung karya ku, ily 🤗🤗


__ADS_2