PESONA HOT DUDA

PESONA HOT DUDA
Bab 67


__ADS_3

Bab 67


Ratu hanya diam tidak menanggapi permintaan maaf Ardhana dan melanjutkan kembali membuat minum nya, ketika selesai Ratu langsung membawanya ke depan, Ardhana terus mengikuti Ratu dari belakang.


"Ckk.. Pergilah Ar, Jangan menggangguku" Ucap Ratu terus berjalan dan sampai lah di ruang tamu dengan keadaan Ardhana terus menempel pada Ratu.


"Ekhemm.. Ar" Kata Steve berdehem dan sambil menggeleng-geleng kan kepalanya melihat Ardhana nampak persis seperti dirinya ketika sedang meminta maaf pada istri nya ini.


Ardhana langsung melepaskan pelukannya dari pinggang Ratu setelah mendengar deheman dari Steve.


"Daddy, sejak kapan datang?" Tanya Ardhana pasalnya ia tidak diberitahu jika akan kesini, ia kira hanya ingin bertanya lokasi nya saja.


"Dari sebelum kamu datang kesini sambil memeluk mantu mommy ini" bukan Steve yang menjawab melainkan Giani.


Ardhana hanya tersenyum kikuk mendengar jawaban dari Giani. Mereka pun duduk bersama di ruang tamu.

__ADS_1


"Nyonya Nani, sebelumnya kami minta maaf karena kedatangan kami terlalu mendadak" Kata Giani.


"Tidak apa-apa nyonya" Jawab Nani.


"Jadi begini, kami selaku orang tua Ardhana ingin mempercepat tanggal pernikahan Ardhana dan juga Ratu menjadi seminggu lagi, mengingat kejadian yang baru saja terjadi tadi malam membuat kami waspada" Ucap Giani.


"APA... seminggu lagi apa tidak terlalu cepat aunty" Kata Ratu yang nampak terkejut mendengar ucapan Giani yang memajukan hari pernikahannya.


"Tidak sayang, kamu tidak perlu khawatir memikirkan pernikahan ini, biar aunty yang mengurus nya" Kata Giani memberikan Ratu kemudahan.


"Tidak sayang, kamu menantu yang spesial untuk kami. jadi mulai sekarang kamu panggil kami Mommy dan daddy bukan aunty uncle lagi" Ucap Giani tersenyum.


Ratu menghampiri Giani dan memeluknya, ia begitu bersyukur mendapatkan mertua yang juga menyanyi nya.


"Terimakasih aunty.. ehh mom., sudah menyayangi ku seperti anak mu sendiri" Kata Ratu sambil menangis haru. Giani membalas pelukan sang menantunya itu.

__ADS_1


Nani ikut menangis haru melihat orang tua Ardhana begitu menyayangi anaknya. Ibu mana pasti akan bahagia dan rela jika anaknya menikah dengan orang yang tepat dan memiliki mertua yang baik untuknya.


Mereka berenam pun bersiap untuk pergi Ke kota di mana Ardhana tinggal, karena pernikahan akan dihadiri oleh beberapa keluarga inti dan juga kerabat serta rekan kerja saja tidak mengundang banyak tamu.


Orang tua Ratu ikut satu mobil dengan calon besannya, sedangkan Akasya dan juga calon pengantin mengendarai mobil satu nya lagi.


Menjelang malam Mereka sampai di pelataran Mansion Ardhana, Nani sempat terpukau melihat tempat tinggal calon mantu nya itu begitu besar dan megah.


'semoga kamu selalu bahagia dengan pilihanmu sayang, mommy akan selalu mendoakan mu dan juga keluarga baru mu' batin Nani dan tanpa sengaja air matanya mengalir ia segera menghapus sebelum yang lain melihatnya.


"Granny, ayoo.. katanya mau liat kamar aka?" Kata aka semangat mengajak Nani untuk melihat kamar Akasya.


"Tentu saja sayang, Granny juga tidak sabar ingin melihat kamar cucu Granny yang ganteng ini" Ucap Nani gemas melihat tingkah Akasya yang begitu ceria ketika bersama orang yang di sayang nya.


Ardhana cukup senang melihat interaksi anaknya dan juga calon mertuanya begitu saling menyayangi satu sama lain walau baru saja bertemu, terlihat jelas saat di rumah orang tua Ratu, Akasya begitu menempel pada Nani.

__ADS_1


__ADS_2