
Bab 55
Dua minggu berlalu...
Bekas jahitan di perut Ratu sudah mengering dan sudah di perbolehkan bekerja lagi walau bukan yang berat-berat.
Hubungan Ratu dan Ardhana semakin hari kian baik dan sudah tidak ada kecanggungan lagi karena setiap hari bertemu membuat keduanya semakin terbiasa satu sama lain.
Tiap malam hari sebelum tidur Ardhana dan Akasya akan berebut Ratu untuk tidur bersamanyai. Wbersamanyaiz Ardhana lebih banyak mengalah pada anaknya.
Saat ini mereka berkumpul di ruang keluarga termasuk orang tua Ardhana setelah makan malam selesai.
__ADS_1
"Boy, ingat malam ini mommy tidur dengan daddy karena kemarin-kemarin daddy sudah banyak mengalah dengan mu dan membiarkan mu tidur dengan mommy terus" Kata Ardhana sambil merengkuh pinggul Ratu sedangkan Akasya duduk dipangkuan Ratu dengan menyenderkan wajahnya di dada Ratu.
"Itu tak akan terjadi dad, sebab mommy akan membacakan aku buku dongeng terbaru dan mommy sudah berjanji itu, benarkan mom" Balas Akasya dengan senyum lebarnya pada Ratu.
Ratu pun langsung menganggukan kepalanya pasalnya ia sudah berjanji pada Akasya dan itu tak bisa di ingkarinya karena Akasya akan mendiamkan nya seperti minggu lalu, karena kelupaan menjemput Akasya di sekolahnya, Akasya langsung mendiamkanya.
"Ckk.. kamu menyebalkan baby, kenapa harus menjanjikan Akasya membacakan buku dongen" Ucap Ardhana kesel pada Ratu, Ratu yang menjadi objek rebutan mereka hanya tersenyum kikuk.
"Maka nya cepat nikahi Ratu, Ar. Biar Aka punya adik dan Ratu tidak akan jadi objek rebutan kalian berdua" Kata Giani yang sedari tadi menyimak perdebatan antara anak dan cucunya.
"Mengalah lah lagi Ar, aku sudah berjanji pada aka kalau aku mengingkarinya ia akan mendiamkan ku seperti waktu itu" Kata Ratu mencoba memberi pengertian pada Ardhana.
__ADS_1
"Ckk.. Terserah lah" Balas Ardhana berlalu pergi menuju ke ruang kerjannya dengan wajah kesal karena gagal lagi untuk tidur bersama Ratu.
Ratu pun semakin tidak enak hati melihat kekesalan Ardhana yang selalu sering mengalah untuk anaknya.
Malam semakin larut, Ratu pun sudah menepati janjinya pada Akasya untuk membacakan buku dongeng terbarunya, karena belum juga bisa memejamkan mata Ratu pun keluar dari kamar Akasya menuju kamar Ardhana.
Ratu langsung membuka pintu kamar Ardhana tanpa mengetuknya dan pintu kamar tidak di kunci oleh Ardhana, entah kelupaan mengunci kamar atau memang sengaja.
Ketika masuk kedalam kamar Ardhana keadaan sudah sangat sepi dan gelap hanya ada sorot lampu dari kamar mandi.
Ardhana sudah tidur dengan lelap karena terlalu memporsir tenaganya untuk bekerja. Ratu lagsung naik ke atas ranjang dan merebahkan diri di samping Ardhana, posisi tidur Ardhana membelakanginya, Ratu memiringkan posisinya sambil memeluk Ardhana dari belakang.
__ADS_1
Karena terlalu lelap, Ardhana tidak menyadari kehadiran Ratu yang sedang tidur bersamanya. Menjelang pagi hari Ardhana terbangun karena ingin buang air kecil. Ketika akan bangun, ia merasakan berat di atas perutnya dan setelah menyibakkan selimutnya ia sempat terkejut karena ada tangan perempuan yang melingkar di atas perutnya. Ardhana membalikkan tubuhnya untuk melihat kebelakang dan ternyata Ratu yang sedang tidur sambil memeluknya. Ardhana tersenyum melihat Ratu yang tertidur di ranjang yang sama dengannya.
"Terimakasih sayang" Ucap Ardhana tersenyum dan mencium pelan bibir Ratu, lalu beranjak ke kamar mandi untuk buang air kecil.