PESONA HOT DUDA

PESONA HOT DUDA
Bab 61


__ADS_3

Bab 61


Pagi ini Ratu tengah membantu Ardhana memasangkan dasinya karena Ardhana terus berteriak memanggil nama nya ketika ia sedang membantu Akasya menyiapkan seragam dan juga tas sekolah nya.


"Lain kali jangan teriak-teriak begitu Ar, aku sedang membantu Akasya tadi" Protes Ratu sambil tangannya memasangkan dasi di leher Ardhana.


"Memangnya kenapa sebentar lagi kita menikah, bukannya itu wajar kalau aku juga ingin dilayani sama istri ku yang cantik ini" Kata Ardhana sambil merengkuh pinggul Ratu agar mendekat.


"Iya memang wajar dan itu sudah kewajiban ku nanti, tapi jangan sampai aku juga mengabaikan anak kita sayang, aku harus mengurus dan memperhatikannya nya juga, bukannya begitu salah satu tugas seorang ibu? " Kata Ratu.


Mendengar ucapan Ratu seolah menghangat kan hatinya dan semakin mencintai pujaan hatinya itu. "Terimakasih sayang untuk kebaikan hati mu dan sudah mencintai kami dengan sepenuh hati mu" Kata Ardhana sambil mendekap erat tubuh Ratu.


Mereka turun bersamaan ke ruang makan yang sudah siap dengan beraneka ragam makanan. Mereka langsung duduk dan segera menyantap sarapan paginya. Selesai makan mereka bersiap berangkat bersama dengan tujuan yang berbeda seperti biasanya.


"Ar,pulang kerja nanti aku akan pulang ke rumah ibu ku" Kata Ratu.


"Kenapa? apa ibu kamu sakit? " Tanya Ardhana sambil membelai punggung tangan Ratu.


"Tidak, aku hanya rindu. sudah beberapa bulan ini aku belum menyempatkan pulang menemui ibu ku, walau setiap hari kita melakukan Video call tapi tetap saja aku rindu" Ucap Ratu senduh.

__ADS_1


" Hemm.. apa tidka menunggu besok saja baby? " Kata Ardhana.


Ratu menggeleng sebagai jawabannya.


"baiklah kita aku akan mengantarkan mu pulang" Kata Ardhana mengajukan diri.


"Jangan Ar, nanti saja kalau ibu sudah mengijinkan ku boleh menikah aku akan memperkenalkan mu dengan ibu ku" Ucap Ratu.


"Hemm baiklah, naik apa kamu ke sana?" Tanya Ardhana.


"Naik bus, deket kok tidak membutuhkan waktu lama" Kata Ratu.


"Ckk.. Selalu saja begitu" Balas Ratu sambil memukul lengan Ardhana.


Mereka pun tiba di perusahaan Ardhana dan turun secara bersamaan, banyak pasang mata yang menatap sengit pada Ratu pasalnya mereka sudah sangat lama dan berbagai macam cara untuk menggoda Ardhana tapi tak juga mendapatkan cintanya.


Ardhana yang peka dengan tatapan sekeliling, ia langsung menyatukan tangannya dengan tangan Ratu dan bejalan beriringan masuk kedalam lift khusus.


"Ar, pegawai wanita mu sangat menakutkan" Kata Ratu.

__ADS_1


"Biarkan saja baby" Kata Ardhana sambil mencium bibir Ratu.


Mereka berciuman dengan intens dan acuh pada Dion yang sedari tadi ada di belakangnya. Dion merasa kesal pada mereka yang berciuman tidak mengenal tempat. Lift pun terbuka dan Dion keluar lebih dulu.


"Ar, aku harus bekerja, aku ingin pulang cepat hari ini" Kata Ratu.


"Tidak perlu baby, kamu cukup menemani ku saja" Ucapnya dan langsung mengajak Ratu masuk ke dalam ruangannya.


"Kamu juga banyak kerjaan Ar" Jawab Ratu yang masih kekeh ingin pergi ke ruangannya.


"Hari ini aku agak senggang sayang, tanyakan pada Dion" Ucapnya dan menarik Ratu untuk duduk di pangkuannya.


"Apa benar begitu pak?" Tanya Ratu pada Dion yang sedang berdiri di dekat meja Ardhana.


"Betul nona" Jawab Dion.


"Pergilah Dion.. kalau ada yang ingin masuk keruangan ku bilang saja aku sibuk tidka bisa di ganggu" Perinta Ardhana.


" Baik Pak" dan berlalu pergi meninggalkan ruangan Ardhana.

__ADS_1


'sibuk apa nya Pak Ardhana ini ada-ada saja' batin Dion.


__ADS_2