
Bab 78
"Mommy" Kata Akasya berlari meghampiri kedua orang tuanya yang baru saja megucap janji suci pernikahan.
"Hai sayang" Jawab Ratu yang masih duduk di pelaminan.
"Aka sangat bahagia mom, akhirnya aka punya mommy lagi yang sayang sama aka dan juga daddy" Ucao nya jujur.
"Mommy juga bahagia punya anak se ganteng dan semenggemas kan ini" Jawab Ratu sambil mencium pipi Akasya.
"Baby, lebih baik kita masuk dulu ke kamar acaranya juga masih panjang sampai malam" bisik Ardhana pada Ratu yang masih memangku Akasya karena ia merasa tersisihkan jika Ratu sudah bersama anaknya itu.
__ADS_1
"Ar jangan mulai, ingat disini masih banyak tamu" Jawab Ratu dengan berbisik juga.
"Iya oleh karena itu, lebih baik kita ke kamar saja istirahat sebelum nanti malam di lanjut acara nya baby" Kata Ardhana yang terus berusaha mengajak istrinya istirahat ke kamar dan dengan gerakan cepat membawa Ratu masuk ke dalam kamar utama Ardhana yang sudah di hias seperti kamar pengantin pada umumnya dan bertabur bunga di atas lantai juga di atas kasurnya.
"Akh... lega nya bisa istirahat" Ucap Ardhana yang sudah merebahkan diri di atas kasur nya. Ratu yang melihat pun hanya menggelengkan kepalanya saja.
Ratu duduk di kursi meja rias sembari membersihkan wajahnya dari sisa make up, selesai dari itu ia mencoba untuk membuka gaun pengatinnya namun ketika akan membuka bagian resleting nya ia merasa kesusahaan dan Ardhana yang melihat itu pun langsung bangun dari tiduran nya karena sedari tadi matanya terus memperhatikan gerak gerik istrinya itu.
"A-ar tolong bukakan resleting gaun ini tangan aku tak sampai" Kata Ratu gugup meminta tolong pada suaminya.
"Ini bagian yang aku suka sayang untuk buka membuka" Ucap Ardhana dengan tertawa membuar Rtau semakin gugup karea ia merasa belum siap untuk melakukan itu .
__ADS_1
Ardhana langsung membukanya dengan gerakan yang sangat lambat membuat Ratu semakin panas dingin ketika telapak tangan Ardhan menyentu kulit punggung Ratu dan Ardhana langsung mebalik posiisi Ratu menghadap nya dengan tangan Ratu bersilang di bagian dadanya karena ia takut gaunya merosot ke bawah, melihat itu Ardhana semakin gemas dengan tingkah istrinya yang masih saja malu denganya dan langsung merengkuh pinggul Ratu agar menempel dengan nya.
"Tidak perlu di tutupin lagi baby, aku sudah tahu ukuran dada mu walau belum tahu dengan rasanya" Bisik Ardhana dengan nada sensualnya dan sedikit menyapu bagian telinga Ratu mengunakan lidah nya.
"Akhhh , Arr, ini masih siang dan maish banyak tamu" Kata ratu memperingati suaminya itu jangan sampai kebablasan.
"kenapa kalau masih siang ?" Tanya Ardhana sambil menaikan satu alisnya.
"Memangnya kamu tidak kasihan sama istri mu ini ketika kita melakukannya sekarag yang ada aku tidak bisa berdiri dia atas pelaminan menyambut para tamu yang datang karena menahan sakit di bagian itu sayang, K-kita akan meakukannya setelah acara ini selsai oke..." Kata Ratu mencoba memberikan penawaran.
Ardhana pun menimbang penawaran istrinya yang masuk akal itu, "Baiklah baby, sepakat kita akan melakukan nya nanti malam, ingat jangan sampai tidur duluan baby . aku akan menagih janji mu itu" Ucapnya lalu menyambar bibir Ratu yang sedari tadi menganggur. Ardhana terus me lu mat dan meng hi sap bibir sexy Ratu dengan gemas nya.
__ADS_1