PESONA HOT DUDA

PESONA HOT DUDA
Bab 66


__ADS_3

Bab 66


Ratu dan Nani sudah bangun dari tidur nya yang nyenyak dan mereka sedang memasak untuk sarapan paginya, setelah selesai langsung di sajikan di meja makan.


"Bangunkan calon suami mu itu untuk sarapan bersama" Kata Nani.


" Iya mom" Ratu langsung bergegas menuju kamarnya dan melihat Ardhana masih terlelap dengan tidurnya.


"Ar, bangun ini sudah pagi" Kata Ratu yang sudah duduk di tepi ranjang sambil menggoyangkan lengan ArdhanaArdhana agar bangun.


"Sebentar sayang, masih ngantuk" Ucap nya persis seperti Akasya jika di bangunkan membuat Ratu gemas dan rindu dengan anak sambung nya itu.


"Ayolah Ar, mommy sudah menunggu mu untuk sarapan bersama" Kata Ratu yang masih berusaha membangunkan Ardhana.


"Cium dulu baru aku akan bangun sayang" Kata Ardhana yang masih memejamkan matanya.


'Ya Tuhan kenapa kelakuannya sama persis anak sama bapak ini' gerutu Ratu dalam hati.


"Baby jangan menggerutu dalam hati, ingat aku ini calon suami mu, Cepat cium baby" Kata Ardhana.


Ratu melotot kan matanya pada Ardhana yang mengetahui bahwa ia sedang menggerutui dirinya. Bagaimana bisa?? hanya Ardhana yang mengerti itu.

__ADS_1


"Kamu sungguh menyebalkan Ar" dan langsung mencium bibir Ardhana ketika akan memundurkan wajahnya, Ardhana menahan tengkuk leher Ratu agar memperdalam ciumannya, cukup lama mereka berciuman membuat bibir Ratu kebas dan bengkak karena ulah Ardhana.


"Thank you baby untuk ciuman nya, aku akan segera mandi" Ucapnya dan langsung berlari ke kamar mandi takut di amuk oleh Ratu yang sedang berkacak pinggang sambil melotot kan matanya pada Ardhana.


Selesai mandi dan memakai baju Ardhana langsung menyusul Ratu dan ibunya ke meja makan untuk sarapan bersama. Jangan tanya Ardhana memakai baju siapa yang pasti ia selalu siap di dalam mobilnya.


"Ratu jangan makan sendiri saja, layani juga Ardhana makan" Kata Nani.


Ratu yang masih marah pada Ardhana pun hanya berdecak kesal, Ratu langsung berdiri dan mengambilkan Ardhana makanan.


Ardhana yang melihat Ratu seperti itu membuatnya gemas walaupun kesel tapi ia mau melayani dirinya.


Acara sarapan pagi pun selesai, Ratu dan Nani mengobrol di ruang tamu karena sudah beberapa bulan tidak bertemu sedangkan Ardhana kembali ke kamar Ratu untuk mengabari kedua orang tuanya bahwa saat ini ia sedang di rumah orang tua Ratu.


Merasa ada yang menekan bel rumah, Nani bergegas menuju pintu depan untuk membuka nya dan..


Ceklek..


Nani bingung dengan kehadiran orang tua Ardhana pasalnya ia dan suami tidak punya kerabat lain selain sahabatnya.


"Grandma Nani" Teriak Akasya berlari menghampiri Nani dan memeluk nya.

__ADS_1


"Eeh.. " Nani terkejut dengan kehadiran anak kecil yang memeluk dirinya dan memanggil nya grandma.


"Mom, siapa yang datang?" Kata Ratu berjalan menghampiri Nani, namun pandangannya melihat anak kecil yang sedang memeluk Nani.


"Sayang, kamu disini?" Ucap Ratu tersenyum lebar karena baru saja ia merasakan rindu pada anaknya ini.


"Aunty dan uncle juga disini?" Ucapnya lagi.


"Iya sayang, Ardhana menghubungi kami kalau kamu mengalami kecelakaan saat akan pulang ke rumah orang tua mu" Kata Gini khawatir.


"Ratu bersyukur masih di berikan keselamatan dari kecelakaan itu aunty" Ucapnya tersenyum.


"Syukurlah sayang, Akasya terus merengek ingin menemui" Kata Giani sambil mengacak-acak kepala Akasya.


"Aka hanya khawatir dengan mommy, grandma" Kata Akasya cemberut.


Nani pun menyuruh kedua orang tua Ardhana untuk duduk di sofa ruang tamu dan Ratu sedang membuatkan air minum untuk mereka.


Ardhana keluar dari kamar Ratu lalu memuju dapur untuk mengambil air minum, baru saja berapa langka ia menangkap sosok pujaan hatinya sedang membuat minuman dan posisinya membelakangi Ardhana.


"Baby kamu sedang apa ?" Tanya Ardhana memeluk Ratu dari belakang dan dagunya ia letakan kan di pundak Ratu.

__ADS_1


"Kamu tidak lihat aku sedang apa?" Jawab Ratu ketus.


"Baby jangan marah begitu dong, oke.. aku minta maaf atas kejadian tadi pagi" Ucap Ardhana sambil membalikan Ratu sehingga posisinya berhadapan dengan Ardhana dan merengkuh pinggulnya membuatnya tidak berjarak hanya ada penghalang baju saja.


__ADS_2