PESONA HOT DUDA

PESONA HOT DUDA
Bab 59


__ADS_3

Bab 59


"Bulan depan kita menikah"Kata Ardhana setelah menandaskan makanannya.


" Uhuk..Uhukk , Bu-bulan depan?, Apa itu tidak terlalu cepat Ar?" Tanya Ratu sambil terbatuk karena mendengar ajakan Ardhana untuk menikah.


"Pengennya aku sih satu minggu lagi biar aka punya adik lagi" Ucap Ardhana tersenyum sambil menaik turunkan alisnya.


"Tapi sama mommy tidak boleh" Ucapnya lagi.


"Hemm.. apa kamu mencintai ku Ar" Tanya Ratu to the point.


Pertanyaan Ratu membuat Ardhana mengernyitkan dahinya, bagaimana bisa ia berfikir Ardhana tidak mencintai nya kalau setiap saat Ardhana selalu menciumnya dan bahkan sudah tidur bersama walau tidak melakukan hubungan itu.


"Apa kamu tidak melihat kesungguhan ku selama ini baby? apa aku terlihat berbohong ketika aku mengajak mu menikah" Tanya Ardhana sambil menggenggam tangan Ratu lalu mencium punggung tangannya.

__ADS_1


Ratu langsung melihat ke mata Ardhana untuk mencari kebohongan,tapi ia tak menemukan itu padanya.


"Bukan begitu Ar dan jangan marah dulu, aku hanya bertanya. Menikah bukan ajang percobaan Ar, berfikir lah dengan matang mengenai pernikahan, apa lagi kamu sudah pernah menikah sebelumnya jangan sampai kamu gagal untuk yang kedua kalinya" Kata Ratu menyuruh Ardhana untuk mempertimbangkan lagi hatinya apa sudah siap untuk menikah atau hanya obsesi semata pada Ratu.


"Baby, aku sangat sangat mencintai mu, melihat mu berbesar hati mengurus Akasya walau aku tahu Akasya bukan anak kandung mu, kamu begitu telaten mengurusnya itu membuat ku tersentuh sayang, karena sebelumnya ia begitu tidak di perhatikan dan kurang kasih sayang dari mommy kandung nya, dan kamu datang dengan suka rela memberikan kasih sayang dan penuh cinta untuk akasya" Ucapan Ardhana membuat Ratu menitik kan air matanya.


"Jadi jangan berfikiran kalau aku tidak mencintaimu lagi.. okee" Kata Ardhana sambil memeluk Ratu yang sudah menangis haru, Ratu hanya menjawab dengan anggukkan.


Setelah selesai menangis dan sudah lebih baik Ratu kembali ke ruangannya, sebelum keluar dari ruangan, Ardhana berpesan pada Ratu untuk berdandan secantik mungkin karena nanti malam ia ingin makan malam di luar dan hanya berdua tanpa gangguan dari Akasya.


"Makan di cafe seberang" Ucap Ratu berkilah sambil menampilkan senyum semanis mungkin nya agar Mira tidak curiga.


"Pantas saja, aku tidak melihatmu di kantin tadi" Jawab Mira.


"Jadi kamu makan siang sama siapa?" Tanya Ratu.

__ADS_1


"Sama Beni" Ucap Mira.


"Ekheem.. Akhirnya bisa makan berdua " Goda Ratu pasalnya Mira menyukai Beni saat pandangan pertama, mengingat mereka satu divisi nanti terlalu beresiko ketika pacaran dan akan mengganggu konsentrasi mereka apa bila mereka bertengkar dan Mira lebih memilih memendam perasaannya, yang mengetahui Mira menaruh hati pada Beni hanya Ratu.


"Ah.. apaan sih kamu tu" Ucap nya malu-malu.


"Ha.. haa ciee" yang masih terus menggoda.


"Ada apa ni, keliatannya bahagia banget" Kata Beni menghampiri Mira dan merangkul kan tangannya pada pundak Mira. Mira terlihat deg-degan ketika Beni merangkulnya, tapi tidak dengan Beni ia hanya bersikap biasa saja karena ia menganggap Mira hanya sahabat tidak lebih.


Ratu hanya menahan tawanya melihat Mira begitu gugup dan melotot kan matanya pada Ratu.


"Tidak ada Ben" Jawab Ratu.


"Iya sudah, ayook.. kita kembali bekerja" Kata Mira untuk mengalihkan kegugupannya.

__ADS_1


Mereka bertiga pun melanjutkan kembali pekerjaannya yang sempat tertunda karena jam istirahat.


__ADS_2