
Bab 91
Dokter kandungan pun langsung mengoleskan gel di atas perut Ratu lalu segera memeriksa nya. Dokter tersebut tersenyum dengan mata melihat ke arah monitor.
"Bisa Anda lihat nyonya, disini terdapat dua titik" Ucap Dokter memberitahu nya dan tersenyum melihat Ratu yang masih belum mengerti.
"Selamat iya sayang, anak kamu kembar" Kata Giani dengan memberikan ciuman di kening mantunya dan merasa senang karena akan mendapatkan cucu dua sekaligus.
"Maksud mommy, aku hamil kembar begitu?" Tanya Ratu dan langsung menutup mulut tak percaya.
"Apa adik aka sudah ada mommy" Tanya Akasya.
"Iya sayang, adik aka sudah hadir si perut mommy" Ucap nya dengan menitikam iar mata bahagianya.
"Selamat nyonya atas kehamilan kembar nya saat ini kandungan anda memasuki usia dua bulan" Ucap Dokter dengan mengakhiri pemeriksaannya.
"Karena ini kehamilan nyonya yang pertama dan kembar jadi nyonya harus menjaga nya dengan sangat ekstra dan harus hati-hati, saya kan memberikan nyonya resep vitamin kandungan dan juga obat mual nya" Kata Dokter menasihati.
__ADS_1
"Saya tidak merasa mual dok" Ucap Ratu sembari untuk duduk.
"Itu hal wajar nyonya, ada yang merasa mual di awal trimester nya ada juga yang akhir trimester nya jadi tunggu saja pasti akan kebagian walau hanya sebentar" ucap nya dengan tersenyum.
Mereka bertiga pun keluar dari ruang dokter kandung dengan terus mengembangkan senyumnya dan langsung menuju bagian apotek untuk menebus obat Ratu, selesai dari rumah sakit mereka langsung kembali ke Mansion Ratu.
"Sayang, kamu ingat pesan dokter harus banyak istirahat dan sementara jangan berhubungan suami istri dulu" Ucap Giani mengingatkan Ratu.
"Iya mom"
"Iya sudah mommy pulang dulu mau kasih tahu daddy" Pamit Giani lalu mencium pipi Giani dan bergegas pergi menuju ke mobilnya untuk mengantar nya pulang ke Mansion nya.
"Sayang.. " Kata Ratu yang sudah menunggu suaminya pulang di ruang keluarga sambil menonton TV.
Ardhana pun menghentikan langkah nya karena mendengar suara istrinya lalu menghampiri istrinya, "Belum tidur, baby" Tanya Ardhana sambil mengecup kening Ratu lalu memeluk nya.
Ratu menggeleng kan kepalanya karena ia merasa begitu kangen dengan suaminya ini, "Kamu selalu wangi, sayang" Kata Ratu sambil menghirup tubuh Ardhana dalam pelukannya.
__ADS_1
"Aku belum mandi sayang dan masih bau keringat" Kata Ardhana sambil menghirup bau tubuhnya sendiri.
"Tidak, kamu wangi sayang" Ucapnya dengan cemberut.
Melihat perubahan istrinya Ardhana merasa bingung dan ia mengira bahwa Ratu akan memasuki siklus datang bulannya sehingga mood nya berubah-ubah.
"Sayang kok cemberut, kenapa?" Tanya Ardhana dengan hati-hati.
Ratu terus diam dan mengabaikan suaminya yang sudah merasa lelah karena bekerja seharian ini.
"Apa ada yang salah dengan kata-kata ku dan sedikit menyakiti mu? baiklah aku minta maaf baby" Ucap nya mengalah dan memeluk nya lagi.
"Tidak, kamu tidak salah sayang. memang akhir-akhir ini agak sedikit cengeng" Ucapnya yang sudah berderai air mata.
"Iya sudah kita kembali ke kamar saja, okee" Kata Ardhana.
"Gendong aku sayang, aku malas jalan" Kata Ratu sambil merentangkan tangannya untuk di gendong Ardhana.
__ADS_1
melihat kemanjaan sang istri, Ardhana tersenyum karena ia baru mengetahui sifat asli istrinya itu yang terlihat sangat manja ketika dengan dirinya.