
Bab 70
Menjelang istirahat Ratu mendapatkan panggilan dari calon mertuanya.
"Halo mom" Kata Ratu.
"Sayang, mommy ada di lobby mau menjemput mu" Jawab Giani yang sedang duduk di kursi tunggu.
"Memang nya ada apa mom sampai menjemput Ratu? "
"Turun saja dulu biar mommy jelasin" Jawab Giani dan langsung mengakhiri panggilannya.
Ratu pun langsung bergegas turun menaiki lift untuk menemui Giani yang sudah menunggunya.
"Mom, sudah lama?" Tanya Ratu menghampiri Giani dan mencium pipi nya.
"Tidak sayang, yuk.. langsung pergi saja" Ajak Giani.
__ADS_1
Banyak pegawai Ardhana yang berbisik membicarakan Ratu, karena mereka mengira Ratu sengaja menggoda Ardhana dengan tubuhnya agar Ardhana mau menjadi pacarnya. Ratu yang mendengar pun tidak menggubris nya karena memang itu bukan kebenarannya, lain dengan Giani yang merasa geram mendengar ada yang menjelekan calon menantu nya itu.
"Bekerjalah dengan benar, jangan mengurusi orang lain dan perlu kamu ketahui bahwa orang yang kalian bicarakan itu adalah calon istri Ardhana dan akan menjadi menantu dari keluarga Cloe, Ingat itu baik-baik" Ucap Giani yang sudah terlanjur marah mendengar perbincangan dari pegawai anak nya itu, Ratu yang berada disisi Giani pun langsung mengelus lengan Giani mencoba untuk melerai nya.
Dua pegawai perempuan yang dimarahi oleh Giani pun hanya menundukkan kepalanya saja karena mereka belum mengetahui bahwa Ratu adalah calon istri Ardhana, sebab Ratu terus melarang Ardhana yang akan memberitahukan hubungannya pada pegawainya.
"Mom, sudahlah ini memang salah ku yang selalu menyuruh Ardhana agar tidak memberitahukan hubungan kami pada pegawai di sini" Ucap Ratu dengan hati-hati.
Dengan perasaan yang masih kesal Giani dan Ratu pergi meninggalkan dua pegawai perempuan itu.
"Iya semoga saja kau tidak di pecat" Ucap Mira yang sedari tadi melihat nya, ia berniat ingin makan siang di cafe depan kantor bersama Beni melihat ada keributan Mira dan Beni pun berhenti melihat nya.
Mira dan Beni pun langsung melanjutkan jalannya menuju cafe itu, karena jarak yang begitu dekat sehingga mereka tidak di pusing kan untuk mencari tempat parkir mobil.
Disisi lain Ratu dan Giani sedang menyambangi toko perhiasan untuk mencari cincin pernikahan Ratu dan Ardhana, sebelum sampai di toko perhiasan Giani sudah menghubungi bagian managernya bahwa ia akan memesan salah satu perhiasan terbaik dari toko tersebut.
"Pilihkan cincin yang terbaik dan bagus untuk calon menantu ku" Perintah Giani pada manager perhiasan itu.
__ADS_1
"Baik nyonya"
"Nona ,Mau cincin model yang simpel atau yang mewah" Kata Manager itu.
"Yang simpel aja, saya tidak terlalu suka yang terlihat mewah" Jawab Ratu lembut dan terus memperlihatkan senyumnya sambil mencoba beberapa cincin yang di perlihatkan oleh manager itu.
"Kenapa tidak yang ini saja sayang, kelihatannya itu kurang mewah" Kata Giani memberikan pilihan menunjuk cincin dengan berlian yang sangat besar.
"Tidak mom, menurut ku ini juga bagus kok walau tidak terlihat mewah" Jawab Ratu.
"Ini memang cincin yang paling mahal di antar yang lain nyonya walau terlihat simpel tapi cincin ini di buat dengan sangat teliti karena begitu rumit saat pembuatannya" Manager itu menjelaskan.
"Baiklah ambil yang itu saja" Kata Giani mengalah dengan pilihan calon menantunya itu.
"Tapi mom, Ar belum mengukur cincinnya? " Kata Ratu.
"Mommy sudah hafal dengan ukuran tangan Ardhana jadi tenang saja sayang" Balas Giani dan langsung membayar nya menggunakan kartu black card Ardhana.
__ADS_1