PESONA HOT DUDA

PESONA HOT DUDA
Bab 88


__ADS_3

Bab 88


Pagi pun menjelang dan disambut ceria oleh kicauan burung-burung yang berterbangan.


Ratu bangun lebih dahulu karena merasa terganggu dengan cahaya matahari yang menyilaukan matanya.


Ketika akan bangun, tangan Ardhana melingkar erat di perut Ratu seolah tak ingin melepaskan nya dan Ratu mengingat kembali ucapan Ardhana sebelum mereka akhirnya tertidur kelelahan karena kegiatan panas nya.


***


"Semoga Anak-anak daddy segera hadir di perut mommy biar Kakak Akasya punya teman dan tidak sendirian lagi di Mansion, terus ada yang mengajak nya bermain atau berantem" Ucap Ardhana sambil mengelus perut Ratu dan mencium nya setelah Ardhana menyemburkan bibit unggulnya ke dalam rahim Ratu.


***


Ratu tersenyum kembali mendengar harapan Ardhana yang segera memiliki anak kembali.


"Semoga Tuhan mendengar doa kami" Ucap Ratu sambil mengelus lengan Ardhana yang masih di perut Ratu, lalu Ratu menyingkirkan tangan Ardhana dan segera beranjak pergi ke kamar mandi untuk berendam.


Sudah lima belas menit Ratu berendam di bathtub dengan sangat nyaman sambil memejamkan mata nya namun bibir Ratu terasa basah seperti ada yang memainkan bibir nya dan ia pun membuka matanya.


"Ar.. " Ucap Ratu dengan matanya menatap wajah Ardhana.

__ADS_1


"Kenapa tidak membangunkan ku baby?" Tanya nya sambil merajuk dan langsung masuk ke dalam bathtub dan duduk di belakang Ratu.


"Aku kira kamu masih tidur sayang" Jawab Ratu dengan menyenderkan tubuhnya di dada bidang Ardhana.


"Ckk.. kamu sangat menyebalkan baby" Kata Ardhana sambil menggigit punggung Ratu.


"Awwsstt, sakit Ar" Tutur Ratu dengan mencubit lengan Ardhana yang sudah melingkar di perut nya namun semakin lama tangan Ardhana semakin naik sambil memainkan aset Ratu yang sangat menggiurkan.


"Aaahhh Ar, jangan bermain disitu" Kata Ratu yang merasa keenakan sambil memejamkan matanya walau tidak sinkron dengan ucapannya.


"Kenapa baby" Ucap Ardhana semakin memainkan pucuk dada Ratu dengan terus memilin nya.


"Aku suka melihat mu yang begitu agresif baby" Ucap nya dengan bibir masih menempel di bibir Ratu.


Mereka pun melakukan penyatuan kembali untuk yang kedua kali nya di pagi hari,. Setelah selesai mandi dan kegiatan panas nya mereka pun bersiap untuk sarapan pagi di tepi pantai yang sudah di siapkan oleh pegawai di sana.


*


*


*

__ADS_1


"Kamu jangan kegatelan begitu jadi perempuan" Kata Beni sambil menarik lengan Mira keluar dari pesta yang di adakan di cafe.


"Maksud kamu? Kegatelan gimana? siapa yang kegatelan?" Jawab Mira dengan sedikit meninggi karena ia tidak Terima dengan ucapan Beni yang mengatai nya perempuan kegatelan.


"Jangan munafik Mira, kamu sedang apa dengan para pria-pria di sana kalau bukan kegatelan" Kata Beni yang tidak mau kalah dengan Mira.


"Apa urusan mu Ben?, lagian aku masih sendiri wajar kalau aku kegatelan pada pria-pria itu, Jangan bilang kamu cemburu?" Kata Mira langsung menyudutkan Beni.


"Sekarang menjadi urusan ku dan IYA AKU CEMBURU" Ucap Beni dengan penuh penekanan.


Mira yang mendengar pun langsung menutup mulut nya dengan kedua tangannya merasa terkejut dan tidak percaya dengan yang di ucapkan oleh Beni.


'Beni cemburu pada ku untuk apa?, bukan nya dia tidak menyukai ku? apa cinta ku akan berbalas?, jangan memberikan aku harapan kosong ben' batin Mira yang terus melihat ke arah Beni.


"U-Untuk apa kamu cemburu, bukan nya kamu tidak menyukai ku? dan kamu lebih menyukai Ratu?" Tanya Mira.


"Apa aku harus menjawab pertanyaan mu mir? sudah pasti aku menyukai mau walau tidak tahu sejak kapan" Jawab Beni.


"Jangan menyukai ku hanya untuk menutupi kecemburuan mu karena Ratu" Kata Mira.


Beni merasa kesal dengan Ucapan Mira yang mengira cinta nya hanya pelarian dari Ratu, tapi jujur dari tadi terdalam nya Beni merasa nyaman dengan kehadiran Mira disisi nya karena sebelumnya Beni terus mengikuti Ratu tidak memperhatikan Mira yang sudah menaruh hati padanya.

__ADS_1


__ADS_2