
Bab 38
"Mom, ke Mansion dulu iya?" Kata Akasya sambil tiduran di paha Ratu kepalanya.
"Iya, tapi mommy tidak bisa lama. Tidak apa-apa kan sayang" Ucap Ratu yang tangannya membelai rambut Akasya.
Melihat interaksi Ratu dan Akasya membuat Bibi An menangis haru.
'Terimakasih Tuhan, sudah mengirimkan nak Ratu dalam kehidupan tuan Akasya, sehingga ia merasakan kasih sayang dari seorang ibu' batin Bibi An.
Mobil yang mereka tumpangi pun sampai di halaman Mansion.
"Sayang, bangun sudah sampai" Kata Ratu membangunkan Akasya.
"Eeunghh.. Sudah sampai mom? " Tanya Akasya yang masih memejamkan matanya dan beranjak untuk duduk.
"Mau mommy gendong sayang? " Tanya Ratu.
"Hemm.. " menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
Ratu pun keluar dari mobil sambil menggendong Akasya yang dalam mode manja nya.
"Akasya tidur sayang?" Tanya Giani yang sedang duduk di ruang keluarga.
Ratu pun melihat ke arah Giani dan menghampiri nya duduk di sebelahnya.
"Iya aunty"
"Manja banget cucu grandma ini kalau ada mommy nya iya" Kata Giani tersenyum.
Akasya tidak menjawab malah mengeratkan pelukannya pada Ratu.
"Baiklah aunty, uncle. Ratu ke kamar Akasya dulu" Kata Ratu pamit.
Ratu pun beranjak menuju kamar Akasya. ketika sampai di lantai atas, ia melihat kamar Ardhana membuatnya ingat akan kejadian tadi siang yang sempat menolak ajakan Ardhana menjadi pacarnya dan mommy untuk Akasya.
Sampai di dalam kamar Akasya, Ratu meletakan Akasya di atas ranjang dan menyelimuti nya sampai batas dada. Karena merasa ngantuk Ratu pun tidur sebentar di samping Akasya sampai jam 11 malam ia akan pulang. Nyatanya Ratu bangun jam 1 dini hari dan ia bangun tergesa-gesa ketika melihat jam di ponselnya .
"Bisa-bisanya sih sampai lupa bangun, apa tadi aku lupa setel alarm iya?" Guman Ratu lalu beranjak pergi ke kamar mandi untuk mencuci mukanya. Selesai dari kamar mandi Ratu pun kembali ke arah Akasya dan mencium keningnya.
__ADS_1
"Selamat tidur anak mommy yang ganteng, mommy pulang dulu iya" kata Ratu pamit pada Akasya yang begitu nyenyak dalam tidurnya.
Ratu turun dari kamar Akasya karena merasa haus ia pergi ke dapur untuk mengambil air minum dan duduk di meja makan. Dari arah pintu depan ia melihat Ardhana baru saja pulang dan berjalan dengan sempoyongan. Ratu yang melihatnya pun tidak tega, Ia berdiri dan menghampiri Ardhana membantunya naik ke atas menuju kamarnya.
"Kamu baru pulang jam segini Ar? " Tanya Ratu sambil menuntun Ardhana.
Ardhana hanya melihat ke arah Ratu tidak menjawabnya karena kepalanya merasa pusing terlalu banyak minum alkohol.
"Ar, kamu bau alkohol sih, kamu minum?" Tanya Ratu lagi.
"Hemm.. Aku minum banyak alkohol, karena perempuan sialan itu yang sudah menolak cintaku" Keracau Ardhana.
Ratu merasa sedih mendengarnya karena Ardhana minum banyak alkohol karena dirinya yang sudah melukai hati Ardhana.
sesampainya di kamar Ardhana yang begitu khas dengan warna hitam dan abu, tata letak yang rapih dan besar membuat Ratu tampak mengagumi berbeda dengan kamar Akasya.
Ratu langsung merebahkan Ardhana di atas ranjang, karena tidak seimbang Ratu ikut terjatuh di atas dada Ardhana. ketika akan bangun dari tubuh Ardhana, ia merasa tidak bisa karena Ardhana memeluk nya dengan erat seolah Ratu bantal guling nya yang biasa ia pakai.
Dengan susah payah Ratu pun terlepas juga dari pelukan Ardhana. sebelum benar-benar pergi dari kamar Ardhana, Ratu membenarkan posisi tidur Ardhana melepaskan sepasang sepatunya dan juga jas yang masih Ardhana gunakan dan diletakan di keranjang baju kotor dekat kamar mandi.
__ADS_1
"Kenapa kamu harus bersusah payah minum alkohol hanya karena aku menolak mu Ar, itu membuat mu sakit kepala dan mabuk" Kata Ratu yang duduk di sisi Ardhana dan reflek tangannya mengelus pipi Ardhana setelah itu ia bergegas pergi menuju kamar Akasya kembali, ia memutuskan tidak pulang.