
Bab 76
"Kenapa ada dua pria dengan foto yang sama?" Tanya Ratu sambil melihat foto itu dari tangan Ardhana.
"Lihat lah dengan kejelihan mu baby" Kata Ardhana.
"Apa ini rekayasa Ar? di foto yang berwajah kamu tubuhnya terlihat sama seperti foto yang berwajah pria ini" Ucap Ratu dengan menjelaskan perbedaannya.
"Tepat sekali baby, seprtinya kamu paham dengan bentuk tubuh ku baby?" Ucap Ardhana lembut sambil menggoda Ratu.
"Lalu untuk apa dia meminta pertanggung jawaban mu Ar?" Tanya Ratu lagi yang masih sangat penasaran .
Karena gemas melihat Ratu yang masih saja penasaran Ardhana menghampiri Ratu dan merengkuh pinggangnya dan sedikit mencium bibir Ratu yang sedari tadi terus mengajukan pertanyaan, lalu Ardhana beralih menghadap Celien yag terus saja diam.
"Mau saya yang membongkar kebohongan mu atau kamu sendiri yang menjelaskannya pada calon istri ku ini yang sempat salah paham karena ulah mu" Kata Ardhana yang sedikit tegas tidak seperti saat berbicara dengan Ratu .
Karena sudah terjebak dalam permainannya itu jadi mau tidak mau Celine mengakui kebohongannya itu.
__ADS_1
"Ma-maaf Ar, aku hanya ingin anak yang aku kandung memiliki seorang daddy, agar saat ia lahir ke dunia ia tidak merasa berkecil hati karena tidak memilki daddy" Ucap nya sambil menundukkan kepalanya karena malu dengan apa yang ia perbuat.
"Dengan cara menjebak ku begitu?" Kata Ardhana dengan suara tinggi nya.
"Memangnya kemana orang yang telah menghamili mu?" Tanya Ratu.
"Dia tidak mau bertanggung jawab dan juga tidak mengakui anak yang aku kandung, maafkan aku Ar yang sudah menjebak mu dengan merekayasa foto itu, mungkin aku akan menggugurkan anak ini" Ucap Celine dengan semakinberderai air mata. Melihat itu Ratu tidak tega ia menghampiri Celine dan memeluknya seolah memberikan ia kekuatan.
"Lanjutkan hidup mu dan jangan gugur kan anak mu karena bagaimana pun anak yang kamu kandung tidak bersalah dan berdosa, kalau memang kamu tidak ingin mengurus anak yang kandung serahkan pada ku biar aku dan Ardhana yang akan membesarkannya" Ucap Ratu lembut dengan tersenyum cantik.
"Iya sayang" Jawab Ardhana sambil memeluk Ratu.
"Maaf atas perlakukan ku dan daddy ku Ar yang sudah pernah menjebak mu di club malam waktu itu?" kata Celine yahg masih terus meminta maaf pada Ardhana.
"Lupakan dan pergilah dari sini saya sudah tidak ingin membahas tentang itu, saya anggap permasalahan ini selesai dan jangan sampai berulah lagi , kalau masih terus berulah jangan salah kan saya kalau perusahaan daddy mu yang akan kena imbasnya " Ucap Ardhana tegas dan tidak akan mentolerir perbuatannya lagi.
"I-iya Ar" Ucapnya dengan mengangguk cepat lalu bergegas pergi dari ruangan Ardhana.
__ADS_1
Setelah semuanya pergi tinggalah Ardhana dan juga Ratu yang masih di ada ruangan Ardhana .
"Apa kamu sudah sedikit lega baby" Ucap Ardhana berbisik sambil memeluk Ratu dari belakang.
Ratu hanya menganggukkan kepalanya saja sebagai jawabannya, lalu Ardhana membalikkan posiis Ratu sehingga menghadapnya.
"Tadi kamu kemana ? kenapa panggilan ku tak kunjung kamu angkat? apa kamu pergi bersama beng-beng itu ?" Tanya Ardhana.
"Ar, nama nya Beni bukan beng-beng , tadi aku makan siang dengan Mira juga Beni dan kenapa aku tidak mengangkat nya karena aku lupa ponsel ku masih aku silent sayang" Ucap Ratu dengan tersenyum lebar.
"Aku akan menghukum mu baby karena sudah berani mengabaikan panggilan telepon dari suami mu ini" Kata Ardhana.
"Hukum apa ? memang aku sa... Hmppt" Ratu tidak melanjutkan ucapannya karena bibirnya sudah di bungkam oleh bibir Ardhana.
Ardhana semakin memperdalam ciumannya dengan menahan tengkuk leher Ratu, karena mereka sama-sama merindukan ciuman panas mereka, karena mengingat masih suasana kantor dan juga masih banyak pekerjaan yang harus di selesaikan Ardhana menyudahi acara ciuman nya dengan berat hati.
"Maaf baby sepertinya kita sudahi dulu acara ciuman kita" Ucap Ardhana yang masih menempelkan bibirnya pada bibir Ratu.
__ADS_1