
Bab 73
Setelah perdebatan itu Giani mencoba percaya pada anak nya itu, walau dalam hati kecilnya ia juga tidak percaya dengan ucapan wanita yang mengaku hamil anak Ardhana itu.
Mereka langsung masuk ke kamar nya masing-masing. Ardhana tidak segera masuk ke kamarnya melainkan ke kamar Ardhana untuk melihat Ratu dan juga anaknya.
Sesampainya di kamar Ardhana berjalan menghampiri mereka yang sudah terlelap tidur. Tapi Ardhana melihat aneh dengan wajah Ratu seperti habis menangis karena masih ada sisa air mata yang menggenang di pojok matanya itu. Ardhana duduk di samping Ratu lalu tangannya menghapus sisa air matanya itu.
"Apa kamu juga mempercayai omongan wanita itu, baby" Ucap Ardhana pelan sambil terus mengelus pipi Ratu.
Karena merasa terusik dengan usapan Ardhana membuat Ratu terbangun dan membuka matanya. "Ar, sudah pulang?" Tanya nya sambil beranjak duduk.
" Iya baby, apa kamu habis menangis?" Tanya Ardhana dengan menarik Ratu masuk dalam dekapannya.
"Ti-tidak Ar"
__ADS_1
"Baby percaya lah pada ku, apapun omongan orang lain tentang ku abaikan mereka cukup dengan kan aku dan percaya pada ku" Kata Ardhana lalu ia melepaskan dekapannya dan beralih menangkup wajah Ratu dan mencium keningnya.
"Aku sangat mencintaimu baby, walau pun baru beberapa bulan kita kenal tapi aku merasa nyaman dengan mu" Ucap Ardhana lagi.
"Aku juga sangat mencintai mu Ar, jangan buat aku kecewa dengan cintamu itu. Dan aku akan selalu percaya padamu" Tutur Ratu dengan tangisannya yang kembali pecah dalam pelukan Ardhana kembali.
"Tidak akan pernah baby, aku berjanji itu" balas Ardhana.
"Tidurlah .. ini sudah malam, atau mau tidur dengan ku lagi? " Tanya Ardhana dengan senyum tengilnya sambil menaik turunkan alisnya seolah menggoda Ratu.
"Malas tidur atau malas bangun" goda Ardhana lagi, sehingga membuat pipi Ratu merona malu.
"Iya sudah baby, aku ke kamar dulu mau mandi" Ucap Ardhana dengan mencium kening dan juga bibir Ratu.
"Good night, sayang" Ucapnya dan berlalu pergi menunju kamarnya.
__ADS_1
Ratu begitu bahagia di balik sifat nya cuek dengan orang lain masih ada sisi manisnya jika bersama orang di cintai nya.
"Aku akan selalu percaya pada mu Ar, apapun yang terjadi, hidup memang tak semulus sesuai dengan keinginan kita pasti akan ada saja kerikil yang menggangu perjalanan kita" Ucap Ratu sebelum akhirnya memejamkan matanya untuk tidur.
(Setiap orang yang akan menikah atau melakukan hal baik pasti ada saja cobaannya karena Tuhan ingin mengetahui kadar keseriusan kita dalam berbuat kebaikan itu ikhlas atau tidak, bener ngga sih kakak-kakak?)
*
*
*
"Ar, selesaikan urusan mu dengan wanita itu sebelum Ratu pergi meninggalkan mu" Ucap Giani berbisik memperingati anaknya itu.
"Iya mom, nanti siang aku coba menyelidiki kebenaran dari foto itu dan juga kehamilan Celine" Ucap Ardhana tegas karena ia ingin masalah ini cepat selesai dan menikah dengan tenang tanpa adanya gangguan dari siapa pun.
__ADS_1
Mereka pun melanjutkan kembali acara sarapan pagi nya, setelah selesai sarapan mereka membubarkan diri sesuai kegiatannya masing-masing, Akasya pergi sekolah sedangkan Ratu dan Ardhana pergi ke perusahaan untuk bekerja, lain hal dengan orang tua Ardhana dan juga calon besan nya yang tengah sibuk mengurus pernikahan Ardhana dan juga Ratu.