PESONA HOT DUDA

PESONA HOT DUDA
Bab 50


__ADS_3

Bab 50


Satu minggu berlalu..


Ratu sudah di ijinkan pulang dari rumah sakit, Akasya sudah pulang lebih dulu 3 hari yang lalu.


"Mommy, sudah siap untuk pulang?" Tanya Akasya menyambut Ratu dengan ceria.


"Sudah sayang" Timpalnya tersenyum manis.


"Tunggu daddy dulu, daddy lagi di perjalanan kesini" Kata GianiGiani menghampiri Akasya dan juga Ratu.


"Bukan nya ini masih jam kantor aunty?" Tanya Ratu.


"Entahlah, sebelum aunty ke sini Ar menghubungi aunty dulu, mau sekalian jemput kamu katanya" Ucap Giani tersenyum menggoda Ratu.


"Sayang, kamu masih belum boleh kerja yang berat dulu dan harus banyak-banyak istirahat" Ucapnya lagi menasehati.


"Baiklah aunty"


"Dan sementara kamu tinggal di Mansion aunty dulu, kalau kamu tinggal di teman kamu tidak ada yang jagain kamu" Kata Giani.


"Aka setuju grandma, lebih baik mommy tinggal bersama kita di Mansion, .. mommy setuju kan? " Kata Akasya memohon.


Ratu menimbang ajakan Giani dan juga Akasya yang memyuruhnya tinggal bersama di Mansion.


"Apakah nanti tidak menyusahkan aunty?" Tanya Ratu.


"Tidak sayang, kamu sudah aunty anggap seperti anak sendiri, jadi aunty tidak merasa direpotkan oleh mu" Ucap Giani sambil menggenggam tangan Ratu.

__ADS_1


"Baiklah aunty, Ratu setuju"


"Yeyy.." bahagia Akasya.


Beberapa menit kemudian Ardhana muncul di balik pintu.


Ceklek..


"Halo... apa daddy datang terlambat?" Tanya Ardhana berjalan menghampiri mereka yang sedang bersenda gurau.


Akasya melihat kearah Ardhana. "Tidak dad, kami baru saja berkemas, iya kan mom?" Kata Akasya.


"Iya sayang" Kata Ratu tersenyum.


"Baiklah, kita pulang sekarang saja. Ar sudah mengurus Administrasi juga" Kata Ardhana mengangkat tubuh Ratu dan didudukan ke kursi roda.


Mereka pun ke luar dari ruang rawat dan langsung menuju ke mobil, yang sudah di siap menunggu kedatangan Ratu.


Selama dalam perjalanan Ardhana terus menggenggam tangan Ratu seolah ia akan pergi kalau tidak di genggam. Ratu hanya diam dan pandangannya melihat ke arah jendela.


Mereka pun sampai di pelataran Mansion, Steve dan Bibi An sudah di depan untuk menyambut kedatangan mereka.


"Selamat datang di Mansion Sayang" Kata Steve yang juga sudah menganggap Ratu seperti anaknya.


"Selamat datang dirumah nona Ratu" Ucap Bibi An.


"Ayok masuk" Ucap Ardhana sambil menggendong Ratu masuk ke dalam.


"Langsung ke kamar atau di sini dulu" Tanya Ardhana lagi pada Ratu.

__ADS_1


"Disini aja dulu" Menunjuk ruang keluarga.


Ardhana pun langsung mendudukan Ratu di sofa ruang keluarga dan mereka langsung berbincang bersama.


*


*


*


"Kamu harus membantu ku Eric, aku belum puas untuk balas dendam pada Ardhana" Kata Ayuma yang masih menggebu-gebu untuk menuntaskan balas dendamnya.


"Hemm" Ucap Eric yang wajahnya masih sedikit lebam karena pukulan Dion yang membabi buta.


"Aku berencana ingin membunuh Ratu, karena Ardhana pasti akan terpukul dan merasakan sedih yang teramat sakit melihat orang yang dicintainya meninggal, ha.. ha. ha" Kata Ayuma menjelaskan rencana yang akan ia lakukan untuk Ratu.


Eric tidak menanggapi nya karena ia sedang asik berbalas pesan dengan seseorang.


"Kamu sedang apa sayang, senyum - senyum begitu liatin telepon kamu?" Tanya Ayuma yang sudah duduk di samping Eric.


"Tidak ada" Kata Eric dan langsung memasukan ponselnya di saku celananya dan Ayuma tidak merasa curiga serta bertanya lebih lanjut.


*


*


*


Kakak-kakak besti.

__ADS_1


Sudah pada bikin ketupat belum untuk lebaran idul adha besok.


__ADS_2