
Bab 46
"Mommy... " Ucap akasya pelan.
Ardhana dan orang tua nya mendengar rintihan Akasya dan langsung menghampiri Akasya.
"Syukurlah.. cucu grandma sudah siuman" Ucap Giani menangis haru.
Lalu dokter yang dipanggil Ardhana datang langsung memeriksa keadaan Akasya.
"Anak tuan keadaannya sudah lebih baik dan tidak ada yang di khawatirkan serta harus banyak istirahat dulu" Ucap dokter.
"Baik, terimakasih dok" Ucap Giani yang terus memegangi tangan cucu nya.
Dokter dan perawat tersebut keluar dari ruangan Akasya di rawat.
"Haus.. grandma" kata Akasya yang nyaris tak terdengar suaranya.
"cucu grandma haus, sebentar grandma ambilkan iya sayang" Ucap Giani pergi mengambil air minum botol yang ada di meja nakas dna Akasya langsung meminum air putih yang diambilkan Giani.
"Daddy,. Mommy Ratu dimana?" Tanya Akasya pada Ardhana. Ardhana yang ditanya langsung mendekat ke Akasya.
"Mommy Ratu ada disini tapi lagi tidur" Ucap Ardhana lembut sambil membelai kepala Akasya.
__ADS_1
Akasya pun langsung mengangguk seolah mengerti ketika kepalanya menengok kearah samping kanan ia bertanya lagi.
"Dad itu siapa?" Tanya Akasya dan pandangannya terus ke arah seseorang yang terbaring di atas brangkar
Ardhana pun mengikuti arah pandang Akasya, "I-itu mommy sayang" Jawab Ardhana tenang.
"Mommy kenapa dad?" Tanya Akasya penasaran.
"Perut mommy ke tusuk pisau, jadi mommy harus banyak istirahat dulu biar cepet sembuh" Kata Ardhana berusaha meyakinkan Akasya.
"Aka pengen lihat mommy, dad" Kata Akasya dan mencoba bangun dari tidur nya tapi di tahan oleh Ardhana.
"Sayang, tadi Pak dokter bilang apa pada Akasya, harus banyak istirahat kan?, jadi sebelum ketemu sama mommy, aka harus banyak istirahat biar cepet sembuh dan mommy Ratu pasti senang melihat aka sembuh. okee" Kata Giani dengan lembut memberikan Akasya pengertian.
Tengah malam Ratu mulai tersadar dari masa kritisnya, dan sedang mencoba menetralkan pandangannya sambil ngerjap -ngerjapkan matanya dengan pelan, ia melihat ke sekeliling ruangan yang merupakan asing dan terlihat seperti di ruangan rumah sakit.
"Ini dimana.. " Ucap Ratu pelan.
Ketika akan bangun, ia merintih menahan sakit di perutnya, "Aawwsst.. " Kata Ratu yang terdengar keras menahan sakit, sehingga membangunkan Ardhana yang akan memejamkan matanya.
Ardhana pun beralih menghampiri Ratu yang merintih kesakitan.
"Apa yang sakit? biar saya panggilkan dokter dulu" Kata Ardhana sambil menekan tombol emergency.
__ADS_1
Dokter dan perawat pun tiba di ruangan Akasya dan Ratu di rawat lagi dan cepat menangani Ratu dan langsung mengganti perban di perutnya yang terlihat ada darah karena gerakan Ratu. Setelah selesai dokter dan perawat itu langsung pamit keluar dari ruangan pasien.
"Mau minum?" Tanya Ardhana.
Ratu menganggukkan kepalanya karena merasa sangat haus. Ardhana mengambilkan air putih untuk Ratu meminumnya.
"Ada lagi?" Tanya Ardhana.
Ratu menggeleng pelan dan berusaha menahan sakit di perutnya.
"Apa masih sakit?"
Ratu masih tetap diam dan hanya mengangguk kan kepalanya saja. Karena melihat Ratu terus merintih sakit Ardhana pun berinisiatif mengusap sisi perut yang telat dioperasi.
Ratu merasa lebih tenang dan tidak merasakan sakit yang berlebihan setelah Ardhana mengusap nya.
"Terimakasih Ar, ini sudah lebih baik" Ucap Ratu pelan pada Akasya.
" Tidurlah lagi ini sudah tengah malam" Ucap Ardhana tersenyum sambil membelai wajah Ratu yang terlihat pucat tapi masih tetap cantik.
Mendengar perintah Ardhana, Ratu pun langsung patuh dan memejamkan matanya untuk tidur, setelah sudah kembali tidur Ardhana mendekatkan wajahnya untuk mencium kening dan bibir Ratu.
"Selamat tidur sayang" Ucap Ardhana tersenyum dan Ardhana langsung pergi menuju sofa untuk tidur.
__ADS_1