
Bab 58
Sampai nya di ruangan, Ardhana masih saja memasang wajah marah nya hanya karena Ratu tidak ingin turun bersama Ardhana dari mobil yang mereka tumpangi, Membuat Dion yang jadi sasaran kemarahan Ardhana.
Menjelang istirahat Ratu bergegas Ratu turun ke lobby untuk mengambil makanan yang ia pesan melalui aplikasi.
"Pak, apa ada titipan?" Tanya Ratu pada security.
"Ada Nona, ini.. " Sambil menyerahkan bingkisan makanan tersebut.
"Terima kasih pak" Ucap Ratu lalu naik lagi lantai atas bukan menuju keruangan nya melainkan ke ruangan Ardhana.
TING
"Permisi, apa pak Ardhana ada?" Tanya Ratu dengan ramah pada Siska yang sedang fokus pada komputernya.
"Ohh.. Ada nona, silahkan masuk saja" Jawab Siska tersenyum dan melanjutkan kembali pekerjaannya, karena Ardhana berpesan untuk segera menyelesaikan laporannya.
__ADS_1
Tok Tok Tok
Karena tidak mendengar ada jawaban dari dalam, Ratu langsung membuka pintu ruangan Ardhana.
Ceklek..
Ratu masuk ke dalam ruangan Ardhana tapi tak melihat Ardhana di kursi yang biasa ia duduki.
"Kemana dia" monolog Ratu sembari menyusuri ruangan Ardhana, ketika akan membuka kamar pribadi Ardhana, Tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka menampakan seseorang yang Ratu cari.
Ardhana melihat ke arah Ratu dengan wajah datarnya tidak seperti biasa nya, Ratu yang di pandang seperti itu merasa bersalah atas kejadian tadi pagi, Ratu hanya ingin mengungkapkan hubungan nya ketika mereka sudah menikah.
"Maaf kan aku, jika perkataan ku membuat mu terluka, aku hanya ingin hubungan kita jangan ada yang tahu dulu, bukan aku malu tapi aku takut wanita-wanita yang mengagumi mu marah dan melukai ku" Ucap Ratu panjang di balik punggung Ardhana.
Ardhana yang mendengar pun sedikit mengulas senyum tipisnya. Ardhana cukup mengetahui perasaan pacar nya itu, tapi ia gengsi untuk minta maaf.
Mendengar tidak ada jawaban dari pria yang ia sukai nya, Ratu langsung beralih ke arah depan agar melihat Ardhana lebih jelas. Melihat Ardhana terus melengos kan wajahnya , Ratu langsung menangkup wajah Ardhana dan langsung mengecup bibir nya. Ardhana sempat terpaku dengan keberanian Ratu mengecup bibir nya lebih dulu.
__ADS_1
"Maafkan aku Ar" Ucapnya yang sudah menurunkan tangannya ke bawah sambil menundukkan kepalanya menahan tangisannya.
Ardhana pun merasa bersalah membuat pujaan hatinya menangis karena ulahnya yang berlebihan. Ardhana langsung mendekap Ratu membawanya dalam pelukannya.
"Aku memaafkan mu baby, jangan bersedih lagi oke" Ucapnya sambil mendongak kan kepala Ratu ke atas untuk melihatnya.
Ratu pun hanya mengangguk.
"Kamu bawa apa kesini baby?" Tanya Ardhana dengan matanya melihat ke arah bingkisan di atas meja sofa.
"Aku kesini ingin mengajak mu makan siang bersama dan aku sudah membelikan makanan nya juga" Kata Ratu yang masih memeluk Ardhana.
"Apa itu sebagai bentuk permintaan maaf mu baby?" Tanya Ardhana sambil melebarkan senyumnya.
"Hmm.. "
"Baiklah, ayok kita makan siang" Ajak Ardhana sambil menuntun Ratu untuk duduk di sofa.
__ADS_1
Ratu melepaskan pelukannya pada pinggang Ardhana dan langsung menata makanan yang ia beli tadi di atas meja.
Mereka pun menikmati makan siang yang penuh drama itu dengan lahapnya, tidak menawari kita yang sedang merhatiin mereka makan, tanpa mau di ganggu. 😁😁😁