
Bab 37
Ratu tengah dilanda dilema, pasalnya ia telah berjanji akan mengajak Akasya makan malam bersama di luar, tapi ia bingung apakah Ardhana mengijinkannya atau tidak. Ratu sudah mengirimkan pesan pada Ardhana tapi tak kunjung di balas, di telepon pun tidak di angkat.
Ratu semakin gelisah di dalam kamarnya, duduk pun tak tenang. Beberapa menit Ponsel Ratu berdering , ia berharap panggilan itu dari Ardhana ternyata Bibi An yang menghubungi nya untuk memastikan acara makan malam nya jadi tidak.
"Halo bi" Kata Ratu
"Halo Nak, makan malam nya jadi tidak? Tuan Akasya selalu menanyakan nya terus pada Bibi" Tanya Bibi An.
"Iya jadi bi, ini Ratu mau berangkat" Ucap Ratu.
"Iya sudah Bibi dan tuan Akasya akan bersiap nak" Kata Bibi An.
Sambungan telepon pun berakhir dan Ratu tetap pergi makan malam bersama Akasya walaupun Ardhana belum mengijinkan Akasya boleh pergi atau tidak, tapi ia sudah mengantongi ijin dari Giani dan Steve.
"Hufftt..... " Ratu yang menghembuskan nafas panjang nya.
Ratu pun keluar dari kamarnya sampai di pintu ia berpapasan dengan Riani yang baru saja pulang.
"Mau kemana?" Tanya Riani melihat Ratu yang sudah rapih akan pergi.
"Makan malam sama Akasya" Jawab Ratu.
__ADS_1
"Akasya atau daddy nya" Ucap Riani tertawa menggoda Ratu.
Ratu pun tidak menjawab pertanyaan dari Riani dan langsung masuk ke dalam taksi yang sudah iya pesan.
"Pak, ke restauran xxx " Ucap Ratu pada supir taksi sambil memberitahu alamat restaurant tersebut.
20 menit kemudian, mereka datang bersamaan di restaurant tersebut dan langsung mencari tempat duduk. Setelah itu mereka segera memesan makanannya.
Di seberang meja lain ada pasang mata yang terus memperhatikan mereka.
Makanan yang dipesan Ratu pun datang dan langsung di sajikan oleh pelayan.
"Selamat makan mommy, Bibi" Ucap Akasya tersenyum lebar.
"Selamat makan juga tuan"
Ucap Ratu dan Bibi An bersamaan sambil tersenyum juga.
Mereka pun langsung menyantap makanannya dan saling mengobrol.
Setalah makan malam selesai, Ratu pergi ke toilet dan ketika akan masuk kedalam toilet, tiba-tiba pundak Ratu ada yang menabraknya dari arah belakang.
Bughh..
__ADS_1
"Maafkan saya nona, saya tidak sengaja" Ucap nya sambil menundukkan kepalanya.
"Tidak apa-apa nona, maafkan saya juga yang tidak melihat anda" Kata Ratu tersenyum.
"Terimakasih nona" Ucap nya dan langsung bergegas pergi keluar dari toilet tidak jadi masuk.
"Aneh.. " Kata Ratu yang melihat gelagat aneh dari wanita yang menabraknya.
Selesai dari toilet, Ratu kembali ke meja Akasya dan Bibi An yang sedang menunggunya dari toilet.
"Maaf, Ratu lama dari toilet nya " Kata Ratu meminta maaf karena sudah menunggunya terlalu lama.
"It's okay, mommy" Kata Akasya tersenyum meyakinkannya.
"tidak apa nak" Kata Bibi An.
Mereka bertiga pun keluar dari restaurant tersebut dan pulang bersama menggunakan mobil Akasya.
Wanita yang menabrak pundak Ratu terus melihat ke arah mereka sampai masuk ke dalam mobil, dari sorot matanya ia terlihat marah dan cemburu.
"Aku akan merebutnya kembali" Ucapnya marah sambil mengepalkan tangannya sampai buku buku jari tangannya memutih.
Wanita tersebut keluar dari restaurant langsung masuk ke dalam mobilnya dan mengikuti mobil yang tumpangi Ratu dan Akasya dari jarak jauh agar mereka tidak curiga.
__ADS_1