PESONA HOT DUDA

PESONA HOT DUDA
Bab 65


__ADS_3

Bab 65


"Perkenalkan aunty, saya Ardhana Cloe calon suami Ratu" Ucap Ardhana sopan dan tersenyum tapi terdengar to the point.


Ratu yang mendengar pun langsung mendelik ke arah Ardhana tapi berbeda dengan Nani, ia ikut tersenyum mendengar ucapan Ardhana.


"Masuk lah, Ratu ajak calon suami mu masuk. mommy ke dapur dulu mau bikin minuman" Ucap Nani yang langsung mundur menuju dapur.


"Aawwsstt.. sakit baby" Kata Ardhana mengadu kesakitan, karena Ratu mencubit pinggang Ardhana dengan keras.


"Itu balasan untuk kamu yang banget ngomong sembarangan" Jawab Ratu ketus dan langsung duduk di sofa ruang tamu.


"Siapa yang sembarangan baby, aku hanya memperkenalkan diri bahwa aku memang calon suami mu, tidak salah bukan?" Kata Ardhana membela diri.


"Ckk.. menyebalkan" berdecak kesal pada Ardhana.


Tiba lah Nani dari arah dapur sambil membawa minuman untuk Ardhana.

__ADS_1


"Silahkan di minum" Ucap Nani tersenyum.


"Terimakasih aunty, saya cukup kehausan" Kata Ardhana yang langsung menandaskan minumannya.


Nani dan Ratu melihat ke arah Ardhana yang tidak ada jaim-jaim nya bertemu dengan orang tua Ratu yang sebentar lagi akan menjadi mertua nya.


"Ratu, kenapa dahi mu lebam?" Tanya Nani yang sedari tadi memperhatikan wajah Ratu yang terlihat sembab dan terdapat lebam di dahi.


Ratu reflek memegang dahinya yang sempat terbentur kursi kemudi. "Hemm.. Mom" Kata Ratu mencoba menjelaskan dengan hati-hati.


"Sebelum sampai kesini, Ratu sempat mengalami kecelakaan mom yang tak bisa di hindarkan, tapi Ratu baik-baik saja mom tidak ada luka serius hanya dahi saja yang lebam" Kata Ratu.


"Aunty jangan khawatir, orang yang menyebabkan Ratu kecelakaan sudah di tangkap dan di bawah ke pihak berwajib" Kata Ardhana menyela pembicaraan ibu dan anak itu.


"Syukurlah, kamu masih selamat dari kecelakaan itu, mommy tidak membayangkan kalau kamu tidak selamat sayang, Kecelakaan yang menimpa daddy mu saja mommy masih belum melupakannya masih terngiang di pikiran mommy" Kata Nani yang sudah berderai air mata, Ratu langsung memeluk Nani dan mencoba menguatkannya.


"Lihat lah mom, Ratu tidak apa-apa jangan khawatir oke, Ardhana menyelamatkan ku dan ia datang tepat waktu" Ucapnya sambil tersenyum menunjukan bahwa Ratu tidak apa-apa.

__ADS_1


"Iya sayang, Masuk lah ke kamar ganti baju mu" Kata Nani.


Ratu pun langsung menganggukkan kepalanya dan bergegas menuju kamar nya.


Setelah Ratu pergi, Nani beralih menatap Ardhana dari atas sampai bawah yang terlihat bukan dari kalangannya.


"Nak Ardhana, apa kamu serius dengan ucapan mu tadi? " Tanya Nani.


"Iya aunty, anak saya sudah terlanjur menyayangi Ratu seperti mommy nya" Jawab Ardhana.


"Kamu pria beristri?" Tanya Nani penasaran.


"Tidak aunty, saya sudah bercerai dengan mantan istri saya dan dari pernikahan yang dulu saya memiliki seorang anak laki-laki" Jawab nya tenang.


"Jadi kamu duda beranak satu" Ucapnya to the point.


Ardhana menganggukkan kepalanya dan mereka mengobrol cukup lama sampai tak terasa waktu sudah terlalu malam, Karena di rumah Ratu hanya ada 3 kamar dan semuanya ada yang menempati.

__ADS_1


Nani pun menyarankan Ardhana untuk tidur di kamar Ratu karena merasa tidak enak hati jika menyuruh Ardhana tidur di sofa ruang tamu.


Ardhana langsung masuk ke dalam kamar Ratu yang tidak sebesar kamarnya di Mansion, Walau begitu Ardhana tetap bisa tidur di samping Ratu yang sudah memasuki alam mimpinya.


__ADS_2