
Bab 51
"Kapan kalian akan menikah?" Tanya Giani.
Uhuk.. Uhuk.. Ratu terbatuk mendengar pertanyaan dari Giani.
"Siapa yang... " Kata Ratu yang ucapannya sudah terpotong ucapan Ardhana.
"Secepatnya mom" Ucapnya enteng membuat Ratu mendelik ke arah Ardhana dan melotot kan matanya pada Ardhana yang berbicara omong kosong.
"Yeyy, mommy akan jadi mommy sungguhan aka" Ucap Akasya bahagia.
Melihat raut wajah bahagia Akasya membuat Ratu bingung dan memperlihatkan senyum tipisnya.
"Baguslah, biar mommy ada temen mengobrol" Ucap Giani.
" Sayang, kan sudah ada aku yang selalu menemanimu" Kata Steve protes dan merengkuh pinggul Giani untuk mendekat, walaupun mereka sudah berumur untuk acara bermesraan masih dan paling tidak mau kalah dari anaknya.
"Ckk.. kalau mau mesra-mesraan jangan disini" Ketus Ardhana.
"Memangnya kenapa? suka-suka daddy lagian sama istri sendiri" Kata Steve yang mulai terpancing kesal.
__ADS_1
Ratu dan Giani hanya menjadi penonton perdebatan antara anak dan bapak.
"Sudahlah, ini sudah malam saat nya tidur.. Ar ajak Ratu untuk istirahat" Ucap Giani sambil mengajak suaminya pergi ke kamarnya untuk tidur.
Ketika akan membawa Ratu ke kamar, Ratu menghentikan pergerakan Ardhana yang akan menggendong nya.
"Ar, biar aku jalan sendiri" Kata Ratu yang sudah dibantu Ardhana untuk berdiri.
"Baiklah"
Baru beberapa langkah Ratu menghentikan jalannya dan masih merasakan nyeri di perutnya.
"Masih mau jalan sendiri?" Tanya Ardhana yang sudah didepan melihat Ratu sambil bersedekap.
"Ckk.. tidak ada yang merepotkan, ingat aku ini calon suami mu baby" Kata Ardhana yang langsung menggendong Ratu ala bridal dan tidak ketinggalan mencium bibir Ratu yang sudah menjadi candu untuk nya.
Mengingat kata calon suami, Ratu tersenyum malu dan membuat pipinya merah.
Ketika sampai di lantai atas, Ardhana membawa Ratu masuk ke dalam kamarnya bukan ke kamar yang lain ataupun kamar Akasya yang sudah menunggunya untuk tidur bersama.
"Ar, kamu mau bawa aku kemana? kenapa tidak ke kamar Akasya, kasihan dia sudah menunggu untuk tidur bersama" Protes Ratu.
__ADS_1
"Baby, kamu sudah sering tidur dengan Akasya saatnya tidur denganku sekarang" Kata Ardhana sambil meletakan Ratu di atas ranjang king size milik Ardhana.
"Tapi Ar.. "
"Tidur bersamaku dulu atau kamu tidak akan aku ijinkan untuk tidur bersama Akasya" Ucap Ardhana tegas dan berlalu ke kamar mandi untuk mencuci muka.
"Ckk... menyebalkan sekali duda satu ini, kalau tidak memaksa kehendak, suka sekali mengambil ciuman anak gadis" gerutu Ratu.
Beberapa menit kemudian Ardhana keluar dari kamar mandi hanya menggunakan celana panjang tidak memakai baju.
Ratu melihat ke arah Ardhana yang sedang berjalan menuju ranjang yang Ratu tiduri.
"Ar, pakailah baju mu dulu" Kata Ratu yang langsung menutupi wajahnya dengan selimut.
"Untuk apa? aku sudah biasa tidur tidak pakai baju baby" Kata Ardhana yang sudah merebahkan diri dan menyampingkan tubuhnya ke arah Ratu.
"Tapi, sekarang kan ada orang lain yang tidur denganmu Ar" Kata Ratu.
"Kamu bukan orang lain baby, kamu calon istri ku ingat itu" Kata Ardhana sambil menarik selimut yang menutupi wajah Ratu.
"Arrr.. kamu menyebalkan" ketus Ratu.
__ADS_1
"Aku memang menyebalkan dan kamu tahu itu baby dan kamu menyukai itu meskipun tidak di ungkapkan, betulkan" Kata Ardhana lalu mencium bibir Ratu sekilas karena takut akan berkelanjutan memingat mereka ada di satu ranjang yang sama.
"Tidurlah baby, aku tidak akan macam-macam mungkin hanya satu macam" Ucap Ardhana sambil mendekap wajah Ratu tepat di dada bidang Ardhana.