
Bab 84
"Sayang, kamu disini dulu sama grandma dan grandpa dulu, jangan nakal okee .." Kata Ratu menasihati anaknya yang akan ia tinggalkan untuk pergi honeymoon.
"Baik mom, tapi mommy tidak lama kan pergi sama daddy nya ?" Tanya Akasya.
"Tidak sayang, cuma seminggu mommy di sana" Jawab Ratu sambil membelai kepala Akasya.
"Ckkkk... Manja" Kesal Ardhana.
"Arr.. "
" Kamu selalu membela nya baby" Jawab nya datar lalu pergi ke depan.
"Tenang saja sayang, sudah sana susul suamimu yang sedang tantrum itu" Ucap Giani tertawa melihat Anak nya yang ngambek karena istrinya terus membela anak nya.
Setelah selesai berpamitan dengan keluarganya Ratu pun menyusul Ardhana yang sudah masuk mobil dengan wajah yang terus di tekuk.
"Masih mau ngambek?, lebih baik kita tunda saja honeymoon nya" Kata Ratu.
"Tidak bisa begitu dong sayang, aku sudah lama mempersiapkan ini" Jawab nya dengan sedikit merengkuh pinggul istri nya.
"Maka nya jangan sok-sok'an ngambek" Jawab Ratu ketus.
"Ha.. Ha.. Aku hanya takut tidak mendapatkan jatah ku baby" Jawab nya jujur.
__ADS_1
"Ckk.... Pikiran mu selalu tentang itu" Ucap Ratu.
"Kemarin malem kita gagal melakukannya baby ingat itu" Kata Akasya kesal mengingat kejadian malam itu yang gagal melakukan penyatuan gara-gara Akasya terus merengek pengen tidur bersama Ratu.
"Sama anak sendiri suka ngambek begitu sih, lagian dia anak kita sayang wajar kalau pengen tidur bersama kedua orang tua nya" Kata Ratu sambil mengelus lengan suaminya.
"Iya memang wajar, tapi kita kan pengantin baru sayang pengantin baru catat itu" tutur Ardhana yang langsung menyender kan punggung nya di kursi mobil.
"Oke baiklah,.. aku minta maaf suami ku yang tukang ngambek" Kata Ratu namun tak di tanggapi oleh Ardhana.
*
*
*
"Yang kerja tuh tangan bukan mulut, bereskan yang bener" Tutur Dion yang mendengan ocehan Siska.
"Aku, istirahat duluan iya Pak dion" Kata Siska karena memang sudah menunjukan jam istirahat.
"Bereskan dulu baru istirahat"
"Dasar kaku, padahal tidak ada bos harus nya kan bisa santai kerjaannya ini malah bikin tambah pusing" gerutu Siska.
Dion hanya diam tidak menanggapi gerutuan Siska, namun ia mengeluarkan ponsel di sakunya lalu memesan beberapa makanan lewat online.
__ADS_1
Dibalik ke kakuan dan cuek nya Dion ada rasa perhatian terhadap gadis yang ada di depannya itu. Awalnya Dion malas dengan Siska karena terlalu bawel dan banyak omong lambat laun Dion terbiasa dengan kebawelan Siska dan membuatnya nyaman dan ada sedikit percikan cinta yang tumbuh di hatinya.
Tok Tok Tok
"Masuk"
"Permisi pak, saya mengantarkan pesanan anda" Kata OB.
"Iya, letakan saja di meja"
"Permisi pak" ucapnya lalu keluar dari ruangan Dion.
"Hmm" Jawab Dion singkat lalu beranjak dari duduknya untuk mengambil makanan itu.
"Nih.. makan" Kata Dion.
"Untuk ku?" Tanya Siska bingung.
"Hmm, kalau tidak mau akan saya kasihkan ke OB tadi" Ancam Dion dan kembali membawa makanan itu.
"Ehh.. oke.. oke, aku makan pak Dion, Terimakasih makanannya" Ucap nya dengan tersenyum.
"Makanan pak Dion mana?" Tanya Siska.
"Tuh.. " tunjuk Dion pada makanannya yang masih di meja tadi.
__ADS_1
"Kalau begitu kita makan bersama pak" Ucapnya dan langsung menggandeng Dion untuk duduk di sofa untuk makan bersama.
Dion merasa gugup dengan gandengan yang dilakukan oleh Siska.