
Bab 48
"Sedang apa kalian di dalam ?" Tanya Giani yang sudah selesai menyuapi Akasya sarapan paginya melihat ke arah dua pasang manusia itu.
"Hanya membantu Ratu mengelap badan Ratu, Mom" Ucap Ardhana Enteng membuat Ratu melotot kan matanya pada Ardhana.
Ratu langsung mencubit lengan Ardhana, "Iissshh.. Cangkemu kang mas, mbokya di saring" 😆😆😆
Ardhana langsung meringis kesakitan dengan cubitan ratu, "Aawwsst.. sakit baby, kamu melakukan penganiayaan pada ku" Ucapnya.
"Maka nya ngomong tuh di filter Ar, malu" Ucap Ratu berbisik menahan malu atas ucapan Ardhana yang ceplas ceplos.
"Kenapa harus malu baby, kan memang kenyataannya kita saling mengelap buka?" Kata Ardhana sambil tersenyum dan menaik turun kan alisnya.
"Arrrrr, aku benci pada mu.." Ucap nya kesal dan langsung memalingkan wajahnya yang cemberut.
"Oke.. Oke baiklah baby, aku minta maaf hmm" Ucap Ardhana sambil membelai pipi Ratu.
Ratu melihat ke arah Ardhana dan langsung mengangguk kan kepalanya.
__ADS_1
'Hati ku selalu berbunga dan berdebar setiap berdekatan dengan mu Ar' batin Ratu yang masih memandangi wajah Ardhana.
"Ekhemm... , sudah atau belum saling pandangnya, Akasya merengek ingin bersama Ratu" Ucap Giani membuyarkan pandangan Ardhana dan juga Ratu. Ratu langsung menunduk malu dan pipinya merona atas apa yang terjadi.
"Mommy" Ucap Akasya yang meminta naik ke atas brangkar yang Ratu tempati.
"Hai sayang, sini" Kata Ratu sambil merentangkan tangannya untuk memeluk Akasya. Akasya pun langsung mendekat dan memeluknya karena terlalu bersemangat Akasya nampak erat memeluknya mbuat Ratu sedikit meringis. Ardhana yang melihat wajah terlihat meringis mencoba menghentikan ibu dan anak yang sedang berpelukan.
"Sayang peluk mommy nya pelan aja yah jangan erat-erat kasian perut mommy kesakitan.. oke" Ucap Ardhana lembut sambil mengelus kepala Akasya dan Ratu juga tersenyum melihat Ardhana begitu lembut menyampaikannya.
"Apa perut mommy masih sakit?" Tanya Akasya dan melihat ke wajah Ratu.
"Sedikit sayang, tapi sudah tidak apa-apa kok nanti juga mommy sembuh" Ucap nya tersenyum sambil gerakan tangannya.
Ratu dan yang lainnya begitu terharu dengan ucapan Akasya yang sangat manis dan perhatian pada orang yang dikasihnya.
"Terimakasih iya sayang" Ucap Ratu sambil menitikan air matanya.
Ardhana nampak akan ikutan menangis tapi tidak jadi karena ucapan Dion yang menghilangkan rasa harunya.
__ADS_1
"Maaf Pak Ardhana sebentar lagi akan ada meeting mau berangkat kapan?" Kata Dion menyela acara haru biru Ratu dan Akasya.
"Sekarang saja" Ucap Ardhana langsung bergegas ke arah kamar mandi untuk mandi dan mengganti pakaian nya.
Setelah 10 menit di kamar mandi Ardhana keluar sudah berpakaian lengkap dan tatanan rambut juga sangat rapih.
Ardhana menghampiri Akasya dan juga Ratu untuk berpamitan. "Daddy pergi ke kantor dulu karena ada meeting penting, nanti kalau sudah selesai daddy akan kesini lagi.. okee" Ucapnya pada Akasya sambil mencium keningnya.
"Oke dad"
Pandangan Ardhana beralih pada Ratu yang sedari tadi melihat interaksi Ardhana dan Akasya.
"Aku berangkat dulu" langsung mencium kening dan bibir Ratu. Ratu yang dicium pun langsung menundukkan kepala karena malu ada orang tua, anaknya dan juga Dion yang memperhatikan Ardhana Dan juga Ratu.
Ardhana terlihat santai dan langsung menghampiri Giani yang masih di ruangan ini.
"Mom, niti Akasya dan juga calon istri Ardhana" Ucap nya pelan pada Giani.
Giani yang mendengar pun langsung tertawa membuat yang lain melihat nya.
__ADS_1
"Baiklah mommy akan menjaga cucu dan juga menantu mommy" Ucapnya pelan juga.
membuat Ardhana dan juga Giani tertawa dengan perbincangannya, lalu Ardhana dan Dion bergegas pergi menuju perusahaannya karena meeting nya akan di adakan di perusahaan Ardhana 1 jam lagi.