PESONA HOT DUDA

PESONA HOT DUDA
Bab 44


__ADS_3

Bab 44


Ardhana belum terlalu jauh dari Ratu jadi ia masih bisa mendengar ucapan Ratu yang terdengar lirih. Ardhana langsung berbalik kebelakang dan..


"Ratu... " Teriak Ardhana lalu bergegas menghampiri Ratu yang tergeletak di lantai.


Dion yang mendengar teriakan Ardhana ia menghentikan pukulannya pada Eric yang sudah tidak berdaya.


"Dion cepat bawah Ratu ke rumah sakit" Ucap Ardhana ketika melihat Dion menghampiri mereka.


"Baik Pak" Kata Dion langsung mengangkat Ratu ala bridal dan langsung membawanya ke mobil.


Mereka masuk ke dalam mobil Ardhana dan langsung pergi menuju rumah sakit.


Ratu di baringkan di kursi belakang bersama Ardhana dan berbantalkan paha Ardhana serta Akasya dalam gendongannya.


Ardhana merasa sangat marah atas peristiwa ini yang menimpa orang yang ia cintai. Hatinya merasa sakit dan sedih melihatnya.

__ADS_1


Ardhana terus membelai kepala Ratu sampai mereka tiba di rumah sakit.


Dion langsung berlari masuk kedalam manggil perawat yang berjaga untuk membantunya, Dion kembali bersama empat perawat pria dan wanita serta membawa brangkar untuk Ratu dan juga Akasya.


Dion langsung mengangkat Ratu dan dibaringkan di atas brangkar begitu juga dengan Akasya yang sudah di baringkan Ardhana di atas brangkar.


Mereka berdua sedang menunggu Akasya dan juga Ratu di depan Instalasi Gawat Darurat dengan raut wajah khawatir dengan keadaan anak dan pujaan hatinya yang sedang di tangani dokter.


Dret Dret Dret


Giani menghubungi Ardhana dengan cemas karena sudah menjelang malam cucu nya belum pulang, supir yang biasa mengantar jemputan kan pun belum terlihat barang hidungnya di Mansion.


"Halo mom" menjawab dengan setenang mungkin.


"Ar, kamu tahu tidak Akasya kemana? sampai menjelang malam begini Akasya belum juga pulang, Pak Nam juga belum kembali ay" Kata Giani khawatir.


Lama Ardhana terdiam membuat Giani bertambah khawatir.

__ADS_1


"Ar, kamu masih mendengar mommy" Tanya Giani.


"Iya mom" Jawab Ardhana.


"Mom, Akasya dan Ratu ada di rumah sakit. Mommy tenang saja mereka sudah ditangani cepat oleh dokter" Kata Ardhana lagi.


"APA ya Tuhan apa yang terjadi Ar.. pantas saja mommy merasakan tidak enak dari tadi, sekarang ada di rumah sakit mana Ar mommy akan kesana"Kata Giani yang sudah berderai air mata mendengarkan kabar yang kurang enak tentang Akasya maupun Ratu.


"Di rumah sakit xxx.. " Ucap Ardhana.


Panggilan pun langsung berakhir dan bertepatan dengan keluarnya dokter dari Instalasi Gawat Darurat.


"Gimana keadaan Anak dan istri saya dok?" Tanya Ardhana pada dokter, Dion juga berdiri dan ikut menghampiri dokter itu.


"Anak tuan baik-baik saja, hanya kelelahan karena belum ada asupan makan dan juga kekurangan cairan sehingga tubuhnya menyebabkan dehidrasi" Ucap Dokter.


"Untuk istri tuan mengalami kritis karena tusukan pisau terlalu dalam dan sedikit mengiris lambung, tapi dokter yang lain sudah menanganinya dengan sebaik mungkin, sebelum tuan menjenguknya perawat akan memindahkan istri dan anak tuan ke ruang pasien" Kata dokter lagi.

__ADS_1


"Pindahan mereka di kamar VIP dan Jadikan anak dan istri saya satu kamar" Ucap Ardhana tegas.


Ratu dan Akasya keluar dari instalasi Gawat Darurat dan Perawat itu langsung memindahkan Ratu dan Akasya ke ruang pasien VIP. Ardhana melihat ke arah Ratu dan juga Akasya yang masih terbaring di atas brangkar dan terus memejamkan matanya.


__ADS_2