PESONA HOT DUDA

PESONA HOT DUDA
Bab 54


__ADS_3

Bab 54


"Apa masih lama pak acara ciuman nya?" Tanya Dion yang sudah mengganggu kegiatan Ardhana mencium Ratu.


"Ckk... kau ini menggangu saja Dion, cepat lah cari pacar agar tidak mengganggu ku terus" Jawab Ardhana ketus dan berlalu pergi masuk kedalam mobil yang sudah di tunggu Akasya di dalamnya. Ratu yang melihat Ardhana seperti itu hanya tertawa geli.


Dion pun mulai menyalakan mesin Mobilnya  dan  pergi mengantar kan tujuan para tuan nya.


Lima belas menit berkendara , mobil pun sampai di tujuan sekolah Akasya terlebih dahulu. Sebelum turun dari mobil Akasya memberikan ultimatum pada Ardhana.


"Ingat dad, mommy itu milik aka bukan milik daddy , yang menemukan mommy lebih dulu tuh aka bukan daddy" Kata Akasya dengan wajah tegasnya layaknya Ardhana apabila memberikan perintah pada Dion atau para pegawai di kantornya.


Ardhana yang mendengar peringatan dari anaknya tersebut hanya tertawa dan terkesan meremehkan peringatan anaknya.


"Jangan terlalu percaya diri kamu boy, mommy pasti akan memilih daddy" Ucapnya dengan percaya diri dan tegas seolah menantang.

__ADS_1


"Kita lihat saja nanti dad, mommy akan memilih siapa di antar kita" Kata Akasya mendelik Ardhana dengan sorot mata tajam seakan mengajaknya  berperang  untuk memperebutkan orang yang di cintai nya.


"Oke,  kita lihat saja nanti"


Akasya pun turun dari mobil yang di tumpangi nya setelah perdebatan yang cukup sengit dengan Ardhana, Dion yang melihat pun hanya menggeleng-geleng kan kepala nya dan langsung menginjak pedal gasnya lagi dengan kecepatan sedang karena jalanan masih terlihat sepi.


Mobil pun sampai di pelataran perusahaan Ardhana , security yang sedang berjaga pun menghampiri mobil Ardhana untuk membuka kan pintu mobilnya.


"Selamat pagi pak " Ucap security itu sopan sambil menunduk hormat.


"Sepertinya, anda terlihat bahagia pak ? Tanya dion penasaran ketika mereka sudah masuk ke dalam lift.


"Bisa di bilang seperti itu" Ucapnya dengan terus mengembangkan senyum di pipinya. Dion pun tidak bertanya lebih lanjut, karena mengingat itu bukan dari bagian pekerjaannya.


TING

__ADS_1


Pintu lift terbuka dan Ardhana keluar lebih dulu, Siska merasa ada yang aneh dengan Ardhana pasalnya ia terlihat lebih menawan dan tampan karena senyum yang ia kembang kan terus.


"Selamat pagi Pak Ardhana" Sapa Siska sopan dan menunduk hormat.


"Pagi Siska" Kata Ardhana lalu membuka pintu ruangan nya dan langsung masuk ke dalam.


'OMO , Sejak kapan duda tampan ini membalas sapaan ku' batin Siska merasa senang, Siska hanya sebatas mengagumi Bos nya tidak ada niatan untuk menjadi pacarnya, mengingat ada yang ia sukai sejak lama di kantor Ardhana tersebut.


Sebelum masuk ke dalam ruangan Ardhana, Dion terus memperhatikan Siska yang terus senyum-senyum sendiri ketika di sapa oleh Ardhana.


"Ckk.. Sebegitu bahagia nya kamu di sapa sama Bos?" Kata Dion berdecih .


"Bukan urusan mu, masuk sana pak Ardhana sudah menunggumu" Kata Siska merasa kesal dengan perkataan Dion. Mendengar itu Dion pun langsung masuk kedalam menghampiri Ardhana.


'Aku hanya sekedar mengagumi bos ku saja , cinta ku hanya untuk mu walau aku tidak berani untuk menyatakan cintaku padamu , aku tidak siap kalau pada akhirnya aku di tolak' Ucap Siska dalam hati dengan perasaan senduh.

__ADS_1


__ADS_2