PESONA HOT DUDA

PESONA HOT DUDA
Bab 47


__ADS_3

Bab 47


Keesokan harinya, Dion datang lebih pagi ke ruangan Akasya dan Ratu sambil membawakan baju kantor nya beserta sarapan pagi, karena semalam Ardhana berpesan pada Dion untuk membawakannya.


Ketika Dion masuk kedalam Ardhana masih tertidur begitu juga Akasya, Ratu sudah bangun lebih dulu sebelum Dion datang, cuma ia enggan meminta tolong pada Ardhana yang masih tertidur untuk membawa nya ke kamar mandi.


"Anda membutuhkan sesuatu nona?" Tanya Dion sedari tadi melihat ke arah Ratu yang terlihat gelisah.Suara Dion lantas membangunkan Ardhana dari tidur nya.


Ratu hanya menggelengkan kepalanya.


Ardhana bangun menghampiri Dion dan juga Ratu yang sedang berbicara.


"Ada apa ini?" Tanya Ardhana dengan suara berat khas bangun tidur. Dion dan Ratu melihat kearah Ardhana bersamaan.


"Tidak ada Pak, hanya saja nona Ratu terlihat gelisah" Kata Dion.


Ardhana mendekat ke sisi kanan Ratu, "Kamu kenapa hmm.. ada yang kamu butuhkan?" Tanya Ardhana.


Ratu yang ditanya pun bingung menjawabnya sambil menggigit bibir bawahnya sebab ia sangat ingin buang air kecil tapi ia malu untuk meminta tolong nya.


"Ar.. " Sambil tangannya menyuruh Ardhana mendekat. Ardhana yang mengerti pun langsung mendekat kan telinganya pada bibir Ratu.


"Ar.. aku ingin buang air kecil tolong bawakan aku kamar mandi" Ucap Ratu berbisik di telinga Ardhana agar Dion tidak mendengarnya. Ardhana yang mendengarnya pun terlihat gemas melihat tingkah Ratu yang malu ketika meminta tolong.


Ardhana langsung mengatakan Ratu ala bridal ke kamar mandi sambil membawa selang infus nya, sampai di kamar mandi ia langsung mendudukkan Ratu di closet dengan hati-hati agar bekas operasi nya tidak kembali terbuka.

__ADS_1


Karena Ardhana tak kunjung keluar, Ratu juga tidak berani membuka kain segitiga nya. melihat Ratu tidak ada pergerakan untuk buang air kecil, Ardhana menjadi bingung.


"Kenapa tidak buang air kecil?" Tanya Ardhana datar.


Ratu yang di tanya terlihat malu dan pipinya merona.


"Keluar lah dulu Ar, aku malu" Kata Ratu.


Ardhana tetap diam tak kunjung pergi dari kamar mandi.


"Ar, Ayolah keluar dulu.. nanti kalau sudah selesai aku panggil kamu lagi.. okee Ar" Kata Ratu tersenyum semanis mungkin mencoba membujuk Ardhana.


"Cup.. baiklah baby, panggil aku kalau sudah selesai" Kata Ardhana tersenyum setelah mencium bibir Ratu lalu segera keluar dari kamar mandi.


Ardhana keluar dari kamar mandi dengan senyum yang terus di sungging kan nya membuat orang yang ada di ruangan itu merasa aneh dengan tingkah Ardhana.


"Kamu kenapa Ar? Dimana Ratu?" Tanya Giani yang sudah datang dan sambil menyuapi cucunya makan bubur.


Ardhana langsung bersikap datar dan seolah tidak terjadi apa-apa, "Tidak ada" Ucapnya lalu mendekat ke Akasya lalu mencium keningnya.


"Apa agenda ku hari ini ion?" Tanya Ardhana menghampiri Dion yang sedang duduk bersama Steve.


"Hari ini akan ada meeting bersama pak Felix dan makan siang bersama Pak Reda" Ucap Dion membacakan agenda Ardhana.


"Reda? mau apa lagi? bukannya kamu sudah membayarkan pinalti sesuai kerugian proyek itu" Ucap Ardhana yang terlihat mengeraskan rahangnya sebab ia malas untuk berhubungan lagi dengan Reda yang sudah mencoba menjebaknya. (yang lupa kejadiannya dimana bisa baca lagi di Bab 29)

__ADS_1


Belum sempat Dion menjawab, Ratu memanggil nama Ardhana.


"Ar, aku sudah selesai" Ucap Ratu dari dalam kamar mandi. Ardhana pun segera berdiri menghampiri Ratu.


Ceklek...


Ardhana langsung membuka pintu kamar mandi "Apa sudah selesai baby?" Tanya Ardhana.


Ratu hanya mengangguk kan kepalanya.


"Ar, bisa tolong basah kan handuk kecil?" Tanya Ratu.


" Untuk apa?"


" Untuk mengelap badanku Ar, ini sudah sangat lengket dan gerah" Ucapnya memelas.


Ardhana langsung membasahi handuknya dan menyerahkan nya pada Ratu.


"Mau aku bantu baby?" Tanya Ardhana.


"Tolong basuh kan kaki saja Ar, aku tidak sampai kalau aku membungkuk takut berdarah lagi" Ucapnya.


"Baiklah"


Selesai dari acara Elap mengelap mereka pun keluar dari kamar mandi.

__ADS_1


__ADS_2