Presdir Kutu Buku

Presdir Kutu Buku
Eps.21Akhirnya


__ADS_3

Siang ini kantor DWGrup sedang sangat gaduh karena penangkapan manager keuangannya.


Walaupun penangkapan itu di lakukan di jam makan siang, dan di usahakan tidak banyak karyawan yang tau, tetapi tetap saja berita penangkapan Burhan langsung tersebar ke semua karyawan kantor.


Burhan yang terus menyangkal dan melawan polisi malah semakin menarik perhatian para pegawai kantor.


Beberapa karyawan bahkan ada yang mengeluarkan hp nya untuk mengabadikan kejadian itu.


" Terimakasih atas bantuannya om" Raka menjabat tangan Santos, di dalam ruangan kerja Raka setelah penangkapan dan Burhan sudah di bawa ke kantor polisi.


" Sama-sama, kalau begitu om permisi dulu, om tunggu kedatangan-mu di kantor " Santos berdiri lebih dulu.


" Baik om, sekali lagi terimakasih, dan mungkin mulai saat ini aku akan sering meminta bntuan pada om" Ucap Raka tersenyum ramah, mengantarkan Santos ke luar ruangannya.


"Tidak usah sungkan, Om senang bisa membantu-mu" Santos tersenyum, tangannya menepuk bahu kokoh Raka sebelum berlalu pergi meninggalkan Raka di depan pintu ruangannya.


.


" Le, urus semua kekacauan ini jangan sampai ada hang bocor" Ucap Raka setelah Leo berada di ruangannya.


" Baik tuan muda" Leo membungkuk hormat sebelum berlalu keluar dari ruang kerja Raka.


Leo menghempaskan tubuhnya pada sandaran kursi, menghela nafas kasar, tangannya memijit pangkal hidungnya meredakan rasa pening yang sejak tadi sudah menyerang kepalanya.


Akhirnya satu masalah sudah teratasi


Raka baru ingat kalau hari ini ia bahkan lupa untuk sarapan dan sekarang sudah lewat waktu makan siang.


" Leo tolong pesankan makan siang untuk saya" Ucap Raka setelah mendengar suara Leo di balik teleponnya.


Raka kembali tenggelam dalam tumpukan dokumen yang ada di atas meja nya, hingga suara ketukan pintu mengalihkan perhatiannya.


" Masuk" Ucapnya.


Pintu terbuka dan tampaklah Leo dan ofice boy mengikutinya di belakang dengan membawa nampan berisi nasi, sup iga dan capcay.


" Ini makan siang anda tuan muda" Ucap Leo setelah oficeboy yang membawa makanan tadi keluar.


" Hmm" Raka menutup dokumen yang berada di tangannya, berdiri dan berjalan menuju sofa.


Sedikit terhuyung karena merasakan pusing di kepalanya ketika berjalan.


" Hati-hati tuan muda" Leo yang sedari tadi memperhatikan Raka, langsung membantu Raka.


" Sepertinya anda sedang tidak baik-baik saja, sebaiknya anda istirahat dulu, biar saya panggilkan dokter" Ucap Leo lagi setelah Raka duduk di sofa.


Ia baru saja menyadari kalau wajah Raka terlihat pucat.


" Iya sepertinya saya memang butuh istirahat" Raka menjawab di sela kegiatan makannya.


Walaupun tidak ada selera makan sama sekali, tapi ia harus tetap menjaga kesehatannya.


Leo langsung menghubungi dokter pribadi keluarga Wiratmadja untuk segera datang ke kantor.


" Saya akan beristirahat dulu, bila dokter sudah datang kamu bisa bangunkan saya" Leo beranjak dari duduknya setelah selesai makan.


" Baik tuan muda" Jawab Leo, setelah itu ia berjalan keluar ruangan untuk menunggu kedatangan dokter Frans.


Raka membuka kemeja yang ia pakai,ia menggantinya dengan kaos rumahan, yang memang sudah ia siapkan di lemari kantor.


Berjalan ke kamar mandi untuk mencuci muka yang terasa panas, lalu merebahkan diri di Ranjang yang cukup besar dan nyaman, walaupun gak sebesar hang ada di rumah kakek Reksa.


Tidak menunggu lama Raka sudah terlelap, mungkin karena ia memang sangat lelah akhir-akhir ini.


Sekitar lima belas menit menunggu akhirnya dokter Frans datang dengan tergesa-gesa.


Raka terbangun ketika merasakan pergerakan di sekitarnya, Raka memang orang yang sangat sensitif dengan pergerakan di sekitarnya ketika sedang tidur.


" Maaf tuan muda saya mengganggu tidur anda" Leo langsung berbicara ketika ia melihat Raka membuka matanya.


"Hmm, tak apa bukannya tadi sudah ku bilang untuk membnagunkanku" Jawab Raka dengan suara khas bangun tidur.


Leo dan dokter Frans baru saja masuk ke dalam kamar pribadi Raka ketika Raka terbangun.


" Permisi tuan muda" Ucap dokter Frans sebelum memeriksa Raka.


" Sepertinya anda kecapean dan asam lambung anda juga naik. Sebaiknya anda lebih memperhatikan lagi waktu istirahat dan makan anda" Ucap dokter Frans sambil menuliskan resep obat untuk Raka.


" Baik dok, akan saya usahakan, terimakasih" Ucap Raka.

__ADS_1


" Kalau begitu saya permisi" Pamit dokter Frans


" Tunggu dok" Tahan Raka.


Dokter frans dan Leo yang sudah berbalik kembali menatap Raka.


" Tolong rahasia-kan ini dari kakek dan om Alex" Pesan Raka.


" Baik tuan muda" Dokter Frans dan Leo berjalan keluar bersama.


" Ini resep obat yang harus di tebus, jangan lupa untuk mengingatkannya minum obat, sepertinya ia kurang memperhatikan kondisi kesehatannya" Titah dokter Frans pada Leo saat mereka bersama-sama keluar dari ruangan Raka.


" Iya om, dia memang sering memaksakan dirinya untuk bekerja, dan cukup keras kepala bila di beri tahu" Jelas Leo.


" Benar yang di katakan om Reksa, ternyata Raka sama persis dengan Tama" Dokter Frans menjeda perkataannya.


" Pekerja keras dan keras kepala, penggila kerja dan sepertinya ia juga pemikir aktif" ucapnya lagi, dengan mata menerawang ke masa lampau saat ia masih berteman dengan Tama.


Dokter Frans adalah teman baik Tama, Mereka bersama sejak kecil. Ia adalah anak dari Yaswa sahabat kakek Reksa.


" Iya om" Leo mengangguk membenarkan ucapan dokter Frans.


.


Raka mengerejapkan matanya ketika mendengar suara alarm yang ia pasang di hp nya.


Ternyata waktu sudah menunjukan jam 18.00 ia bangun, berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan memakai baju formal.


Ia ada rapat sekalian makan malam dengan kliennya.


" Sudah kamu siapkan semua dokumen untuk rapat nanti?" Tanya Raka pada Leo yang berdiri di hadapnnya.


" Sudah tuan muda" Jawab Leo mantap, menatap khawatir pada Raka yang masih terlihat sedikit pucat.


Klien ini adalah klien dari luar negri, dan besok pagi mereka sudah harus kembali, jadi jadwal rapatnya tidak bisa di undur.


Walaupun Leo berulang kali menawarkan diri untuk mewakilkannya, tapi Raka tetaplah Raka yang tidak suka mewakilkan pekerjaannya pada orang lain walaupun itu pada Leo sekalipun.


Raka, Leo dan Laura berangkat bersama menuju tempat rapat, dengan Leo yang menyetir dan Laura berada di sampinya, sedangkan Raka sendiri di kursi belakang.


Beberapa bulan bekerja dengan Raka dan sudah hampir setiap hati mendampingi Raka rapat, membuat-nya tau kalau Raka selalu menjaga jarak dengan perempuan.


Walau awalnya ia juga tertarik dengan Raka, tapi setelah ia tau Raka bukanlah orang yang gampang untuk di dekati dan tegas dalam bersikap, ia memutuskan untuk mengurungkan niatnya mendekati Raka.


Raka yang saat ini masih berumur 21 tahun sedangkan ia sendiri sudah 25 tahun.


Membuatnya untuk lebih bersikap profesional dan bekerja dengan baik. Ia sudah bekerja di sini sejak beberapa tahun lalu.


Perusahaan DWGrup memang suka mengambil lulusan terbaik dari kampus ternama dan memberikan fasilitas magang dan masa percobaan, dan bila kerjanya bagus maka akan langsung menjadi pekerja tetap di kantor itu.


.


" Selamat malam nona Serena" Raka mengulurkan Tangannya pada Seorang gadis cantik di depannya.


" Selamat malam tuan Raka" Serena tersenyum manjabat tangan Raka, dengan mata berbinar penuh ketertarikan pada Raka.


" Mari silahkan dusuk" Ucapnya lagi, mempersilahkan Raka, Leo dan Laura duduk.


" Terimakasih" Ucap Raka, ia merasa tidak nyaman dengan pandangan Serena padanya.


Rapatpun berjalan dengan suasana hati Raka yang langsung jatuh ke titik terendah melihat Serena yang selalu mencari perhatian dengannya, bahkan dengan beraninya Serena menempelkan dan mengelus kaki Raka dengan kakinya.


Ingin sekali Raka membatalkan rapat dan pergi dari hadapan wanita penggoda menjijikan di hadapannya.


Tapi ia juga harus memikirkan nama baik perusahaannya bila ia bersikap begitu.


" Tuan Raka,sebaiknya kita makan malam dulu" Serena berbicara setelah Raka dan Leo melakukan persentasi, dan menyerahkan dokumen kerjasama pada Serena.


" Maaf saya ada janji lainnya" Tolak Raka sopan.


Mereka belum mencapai kesepakatan karena Serena hanya mewakilkan sang ayah yang sudah kembali ke negaranya tadi sore.


Jadi semua keputusan tetap berada di tangan ayahnya Serena.


"Oh ayolah tuan Raka, bila anda mau menemani saya makan malam maka saya akan membantu anda untuk mendapatkan persetujuan dari dady saya" ucapnya merayu Raka dengan gaya yang menggoda.


Bukannya tergoda Raka malah ingin muntah melihat kelakuan Serena.


" Maafkan saya nona, tapi saya benar-benar tidak bisa, saya permisi" Ucap Raka langsung berdiri dan berbalik pergi meninggalkan Serena di ikuti oleh Leo dan Laura.

__ADS_1


" Brengsek!!" Umpat Serena melihat Raka yang dengan berani menolaknya, padahal selama ini tidak ada satupun lelaki yang bisa menolak kecanyikannya.


" Batalkan pengajuan kerja sama bila yang bertanggung jawab dengan proyek kita adalah Serena, saya sudah tidak tertarik lagi bekerja sama dengan perusahaan mereka" Ucap Raka ketika mereka sedang di perjalanan pulang.


" Baik tuan muda" Jawab Leo patuh.


" Tuan sebaiknya kita makan malam dulu, anda harus minum obat" Leo mengingatkan Raka.


Raka melihat jam tangannya, ternyata malam sudah mulai larut jarum jam sudah menunjuk angka 10 malam


" Hmm... mampir saja di restoran" Jawab Raka.


Leo memarkirkan Mobilnya di depan restoran yang mereka lewati dan masih ramai pengunjung.


Saat Raka keluar dari mobil orang dari mobil sebelahnya juga baru saja keluar.


" Raka!" panggil orang itu yang ternyata Dion.


" Dion, sendiri?" Tanya Raka


" Iya, gue ada acara sama keluarga gue di dalem, tapi gue datangnya telat. Loe sendiri ngapain?"


"Cuma mampir makan malam, kebetulan tadi habis rapat di sekitar sini" Jawab Raka.


" Yaudah gabung sama keluarga gue aja yuk, sekalian gue kenalin sama ortu gue, pasti mereka seneng bisa ketemu sama loe" Ajak Dion atusias.


Ia memang sudah menceritakan tentang Raka pada orang tuanya, orang tuanya sangat kagum dengan Raka, dan ingin bertemu dengan penerus DWGrup.


Raka melirik ke Leo, merasa bingung dengan tawaran yang di berikan Dion.


Kalau ia menerima tawaran Dion maka ia akan bertemu dengan Keyra, sedangkan bila menolak juga ia merasa tidak enak pada dion.


" Baiklah" Akhirnya Raka menyetujui ajakan Dion.


Mereka bertiga masuk ke dalam Restoran bergaya tradisional indonesia itu bersama-sama.


" Ma, pa lihat siapa yang abang bawa" Ucap Dion antusias ketika mereka baru masuk ke dalam.


" Dion kamu ini udah telat datang bukannya ngasih selamat sama mama dan papa" Mama sudah dalam mode merajuk pada anak sulungnya itu.


Raka menaikan salah satu alisnya, bertanya pada Dion. karena sempat mendengar mamanya Dion minta di ucapkan selamat.


" Hari ini hari pernikahan mereka yang ke 26 tahun" Ucap Dion menjelaskan, lalu melangkah mendekati mamanya.


"Maaf mama, tadi Dion ada rapat penting yang gak bisa Dion tinggal, ini Dion bawa hadiah buat kalian berdua" Dion melirik ke arah Raka.


" Malam Om, tante" Sapa Raka yang sedari tadi diam memperhatikan interaksi antara anak dan ibu di hadapannya.


Ada rasa rindu yang tiba-tiba saja melanda hatinya, mengingat kebersamaannya bersama dengan kedua orangtuanya dulu.


" Oiya ma, pa, coba kalian tebak Dion bawa siapa?" Dion masih saja main tebak-tebakan dengan kedua orangtuanya.


Sedangkan Keyra yang sedari tadi diam hanya memperhatikan Raka.


" Ini Raka ma, pa, presdir DWGrup yang baru" Ucapnya lagi memperkenalkan Raka.


Dion baru menyadari bahwa orang di belakang Raka adalah Leo, sekretaris pribadi tuan Reksa.


" Malam Om, tante, maaf nih saya menganggu acara keluarga om sama tante" Raka mencium tangan Daniel dan Ratna.


" Ah tidak apa-apa, kami malah senang karena kedatangan tuan Raka" Ucap Daniel.


" Panggil Raka saja om" sanggah Raka.


" Selamat atas ulang tahun pernikahan om dan tante. Maaf saya tidak membawa apa-apa" Ucap Raka lagi.


" Ah tidak apa-apa Raka, kami sudah senang Raka mau makan malam bersama keluarga kami" Ucap Dion tersenyum ramah.


" Selamat malam Tuan Danel dan Nyonya" Leo ikut menyapa.


" Malam Leo" sapa mereka berdua.


Mereka makan malam yang sudah sangat terlambat bersama-sama.


.


.


...Tbc...

__ADS_1


Jangan lupa like coment dan votenya ya...


...Terimakasih🙏😘...


__ADS_2