Presdir Kutu Buku

Presdir Kutu Buku
Eps.32 Salah paham


__ADS_3

" Eh... Ini kan jaket punya teman saya kenapa anda bisa memakainya?" Tanya Keyra meneliti jaket di tubuh Raka.


" Memang kamu pikir jaket seperti ini hanya satu?" Ketus Raka menyangkal tuduhan Keyra.


" Tapi saya yakin kalau ini adalah jaket teman saya"


"Memangnya apa buktinya kalau jaket ini milik teman kamu?!"


Pelayan yaang tadi menumpahkan jus kepada Raka, jadi bingung karena berada di antara perdebatan dua manusia itu.


Ia baru bernafas lega saat melihat tanda dari Arya yang menyuruhnya pergi.


Tanpa pikir panjang lagi ia langsung pergi ke belakang.


"Eum... pokoknya sa...saya tau kalau jaket ini punya teman saya!" Keyra jadi salah tingkah, bingung mau menjelaskan bagaimana pada lelaki di depannya.


" Masa gue harus bilang kalau jaket ini adalah jaket couple yang gue beli sendiri, dan ada inisial nama gue di situ" Kesal Keyra dalam hati, memperhatikan inisial namanya yang berada di bagian dada sebelah kiri Raka.


" Ngapain kamu ngeliatin saya seperti itu?" Tanya Raka menatap tajam Kryra.


" Si...siapa juga yang ngeliatin anda?" Ujar Keyra mengalihkan pandangannya kemana saja, hingga ia melihat ada Dion di sana.


" Abang ada di sini? Kok diem aja sih bukannya belain adeknya?" Kesal Keyra duduk di samping Dion.


" Idih... kok jadi abang di bawa-bawa?" Dion menggoda Keyra.


" Abang iiihh!!" Keyra merajuk pada Dion.


" Udah lah Ka, tinggal kasih aja tuh jaket sama adeknya Dion, ribet banget sih loe!" Arya langsung menyambar.


Sedangkan Leo yang tau itu memang jaket yang di berikan Keyra untuk Raka tadi siang hanya mengulum senyum, berusaha menahan tawanya.


" Enak aja loe bilang, ini jaket gue dan gue gak suka ada orang yang mengakui apa yang jadi milik gue" Ucap Raka santai, meraih kopi nya di meja lalu menyeruputnya, berpura-pura tak melihat Keyra.


Keyra mencebikan bibirnya meledek Raka.


" Ya elah Ka, cuma jaket begitu doang mah, loe juga bisa beli sama pabrikanya sekalian kalo loe mau. Ngapain sih pake di jadiin masalah?" Arya terus mendebat Raka.


Emran langsung menyenggol lengan Arya ketika melihat kode dari Leo yang menyuruh mereka agar diam.


" Udah lah, mending kamu pulang aja deh Key. Apa mau bareng sama abang?" Tanya Dion yang sudah melihat raut wajah Raka yang berubah.


Mereka mengira Raka sedang menahan amarahnya, padahal saat ini Raka sedang mati-matian menahan debar jantung yang tak beraturan.


" Ya tuhan kenapa rasanya jadi seperti maling yang ketahuan sama pemiliknya ya" Batin Raka gugup sendiri.


Suasana di sana berubah menjadi canggung, mereka semua memilih diam, semuanya sibuk dengan pemikiran mereka masing-masing.


Keyra terus menatap tajam Raka sedangkan yang di tatap berusaha mengalihkan perhatiannya pada hp yang ia genggam, berusaha untuk terus terlihat sibuk di hadapan Keyra.


Drrrttt....Drrrrttt....


Suara getar hp dari tangan Keyra mengalihkan perhatian Keyra.


Ia mengangkat telepon itu saat melihat nama Regina terlihat di layar.


" Iya Re gue ke sana sekarang" Ucapanya setelah mendengarkan ocehan panjang lebar dari temannga itu.


Raka langsung merasa lega karena sebentar lagi keyra akan pergi dari sana.


Keyra memang janjian dengan Regina di sini, tapi karena dia datang terlambat ia jadi jalan dengan tak memperhatikan Jalan dan berakhir menyenggol pramusaji yang mengkaibatkan Raka terkena jus.


" Bang aku ketemu sama Regina dulu" Pamit Keyra pada Dion.

__ADS_1


" Iya, nanti mau pulang sendiri apa bareng sama Abang?"


" Sendiri aja, Key bawa mobil kok" Ucapnya


" Hm..."


"Permisi semuanya" Ucap Keyra tersenyum pada semua yang ada di sana.


Dan langsung di angguki semuanya, kecuali Raka tentunya.


" Jangan lupa, balikin tu jaket sama yang punya!!" Sarkas Keyra ketika melewati Raka.


Raka hanya sibuk dengan hpnya, pura-pura tidak mendengar ucapan Keyra.


Keyra mendengus kesal lalu memilih pergi, tanpa berdebat lebih jauh dengan Raka.


Nanti biar ia tanyakan langsung pada Raka 'temannya' pikir Keyra.


Sebenarnya Keyra sedikit merasa ganjil dengan Raka. Mana mungkin ada dua orang yang sangat mirip dan mempunyai nama yang sama pula?


Dan sekarang baju yang ia berikan untuk Raka yang berpenampilan cupu juga bisa di pakai oleh Raka temannya Dion.


Apa mungkin Mereka adalah orang yang sama?


Sepanjang jalan untuk menghampiri Regina Keyra terus memikirkan Raka.


Ia menggelengkan kepalanya menghapus pikirannya yang terus tertuju pada Raka, entah Raka yang mana.


Sedangkan di tempat Raka, sepeninggal Keyra tawa Dion dan Leo langsung pecah seketika, karena Dion juga tau kalau Raka memang kuliah di tempat yang sama dengan Keyra tapi dengan penampilan yang berbeda.


Sedangkan Leo malah lebih puas lagi karena mengetahui Raka dan Keyra sekarang sudah saling menyukai.


" Jadi cowo yang di sukai sama tuh anak, loe ka?" Tanya Dion sambil berusaha menghentikan Tawanya.


Emran, Arya dan Leo langsung melihat Dion dan Raka bersamaan.


" Jadi gini Bro, si Raka ini kan masih kuliah, tapi kalau dia ke kampus dia pakai style yang berbeda, nah kampusnya itu sama ama si Keyra, Adeknya Dion yang tadi..." Leo menjelaskan semuanya dari awal.


" Jadi tuh jaket memang dari Keyra?" Tanya Emra menautkan alisnya.


" Iya lah, gue tau banget, karena itu produksi teman SMA gue, dan si Keyra pesen lewat gue, dia beli jaket cuple warna hitam dan putih, hitamnya di dia dengan inisial nama dia tuh di dada dirinya, sedangkan yang putih dia pake sendiri, itu tadi yang dia pake, kalian liat kan, dan di sana ada inisial nama si Raka di tempat yang sama" Jelas Dion panjang lebar.


" Awalnya sih gue gak ngenalin tuh jaket, tapi pas tadi gue perhatiin gue langsung tau" Tambahnya lagi.


" Waah... ternyata adek loe dah segitu bucinnya ama nih orang?" Leo tertawa senang.


" Iya.. Gue kira dia suka ama siapa, abisnya dia gak pernah mau kasih nama orang yang dia sukai sama gue, eh ternyata teman gue sendiri" Ucap Dion dengan nada lemas di awal kalimat dan semangat di akhir kalimatnya.


" Dah lah, berisik loe pada!!" Kesal Raka.


" Hahahaha..." Tawa mereka langsung pecah melihat Raka yang kesal.


" Gimana si loe Ka? Bukannya loe seneng dia suka juga sama loe?" Ledek Leo menaikan turunkan alisnya.


" Si*lan loe!!!" Sarkas Raka.


Raka memang yang paling muda di antara mereka jadi gak salah kalau dia selalu jadi bahan candaan para sahabatnya.


" Gue pulang duluan, lengket nih" Ucap Raka langsung berdiri.


" Woy mau kemana loe, gue balik gimana?!!" Teriak Leo.


" Taksi banyak, masa gue jemput" Ucap santai Raka mengankat tangan kananya tanda pamit pada semuanya sambil berjalan meninggalkan mereka.

__ADS_1


" Dasar bos Lakn*t" Umpat Leo kesal.


" Paling mau ngikutin keyra tuh dia" Kesal Leo lagi.


Karena ia tadi sempat melihat Raka melirik Keyra yang berjalan keluar dari Kafe bersama Regina.


" Lah emang dah keluar tuh anak, kok gue gak liat?" Tanya Dion kaget.


" Udah tadi, makannya si Raka langsung pergi" Ucap Leo.


" Jadi sebenarnya Raka juga suka sama si Keyra?" Tanya Arya mencondongkan badannya ke depan, penasaran dengan cerita cinta Raka dan Keyra.


" Yah bukan suka lagi tapi udah bucin tuh anak. Dia bahkan nyuruh salah satu pengawalnya untuk ngejagain si Keyra, bahkan galeri hpnya penuh ama foto candid Keyra yang dia ambil sendiri" Jelas Leo dengan semangatnya.


" Hah bener loe? Jangan sampe dia main-main sama adek gue!" Peringat Dion.


" Gak lah gue tau dia bukan orang kaya gitu tapi..."


Leo menghela nafasnya sebelum menceritakan tentang Raka.


" Sebenernya ada alasan kenapa dia milih buat pendem perasaannya sama adek loe itu" Ucap Leo.


" Hah... emang kenapa dia?" Tanya Emran jadi ikut penasaran dengan cerita Raka yang memang jarang bercerita tentang masalah pribadinya.


" Kalian semua kan tau dia masih baru mengambil alih perusahaan, dan ternyata setelah di ambil alih olehnya, perusahaan banyak terkena masalah, sampai-sampai dia harus berurusan dengan polisi dan merubah hampir semua peraturan kerja di perusahaan"


" Polisi?!"


" Iya dia sempat melaporkan beberapa staf yang ketahuan berbuat curang dan korupsi"


" Tapi untungnya berita itu gak tersebar luas, kalau sampe tersebar, bisa anjlok harga saham perusahaan"


Kini Emran dan Dion juga mendengarkan dengan serius cerita dari Leo.


" Selama enam bulan kemarin dia bahkan sempat drop karena kelelahan akibat jadwal istirahat dan makan yang ancur"


" Dan sekarang dia sedang mempersiapkan diri untuk melawan perusahaan Permana dan Dark Skorpion yang baru hari kemarin meta tau bahwa mereka juga bekerja sama dengan mafia luar negri"


Ada raut wajah terkejut dari ketiga pria yang mendengarkan cerita Leo.


" Sebenarnya hidup dia selalu terancam semenjak dia resmi menjabat sebagai penerus keluarga wiratmadja, beberapa penyerangn dan berusaha untuk melenyapkannya ia terima, bahkan tadi saja dia baru di serang oleh Rion saat pulang kuliah" Ucap Leo menjelaskan.


" Pantes aja ada beberapa bekas luka di muak dia" Dion sempat memperhatikan Raka tadi.


" Ternyata tuh anak mengalami kesulitan dan dia bisa nyimpen semuanya sendiri tanpa cerita ke kita-kita" Ucap Emran tidak menyangka.


" Jangankan sama loe pada, sama gue aja dia gak akan cerita kalau gak gue paksa-paksa" Ucap Leo menghembuskan nafasnya panjang.


" Wajar aja sih, kita kan emang batu kenal sama dia, mungkin dia masih gak nyaman kalo cerita soal pribadi sama kita" Arya menerka.


" Kemarin bahkan Arman bilang dia pergi ke makan orang tuanya dan hampir sejam dia diem di sana" Jelas Leo.


" Kayaknya dia lagi kacau banget sekarang" Ucap Leo lagi.


" Fyuuuhhh..." Mereka semua menghela napas bersamaan, memikirkan bagaimana harus membantu Raka.


.


.


...Tbc...


...Jangan lupa like, coment dan votenya ya......

__ADS_1


...Karena sedikit dukungan dari kalian sangat berarti untuk saya......


...Terimakasih🙏😘...


__ADS_2