Presdir Kutu Buku

Presdir Kutu Buku
Eps.36 Masa lalu Reksa


__ADS_3

Sudah tiga hari sejak kejadian turunnya harga saham perusahaan Permana.


Tidak ada perlawanan sedikitpun, yang Raka Terima. Itu berarti identitasnya sebagai orang di balik semua kejadian yang menimpa perusahaan Permana masih aman dan belum di ketahui oleh Baron maupun Rion.


" Leo, perketat keamanan Kakek dan Keyra" Perintah Raka saat mereka sedang berdiskusi di ruang kerja Raka di kediaman Keluarga Wiratmadja.


" Memangnya kenapa Ka? Gue rasa penjagaan mereka udah cukup selama ini" Leo mengerutkan keningnya bingung.


" Tuan Lexi akan segera kembali dari liburannya, saya yakin mereka akan meminta bantuan padanya " ucap Raka menjelaskan.


Leo mengangguk, mengerti khawatiran Raka pada orang-orang yang ia sayangi.


" Lexi?! " Tiba-tiba suara Kakek Reksa terdengar dari pintu masuk.


Raka dan Leo yang kaget langsung mengalihkan pandangannya pada pintu.


Mereka melihat Kakek Reksa sudah berjalan masuk menghampiri mereka berdua yang sedang duduk di sofa.


" Lexi siapa yang kalian maksud? Siapa yang mau meminta bantuan padanya? " tanya Kakek Reksa sambil berjalan ke arah mereka dan duduk di sofa single.


Ada kemarahan di dalam nada bicaranya, tapi matanya memancarkan sedikit penyesalan.


" Ada apa dengan Kakek? " gumam Raka dalam hati.


" Lexi, CEO Dirangga Corp Kek" ucap Raka hati-hati.


" Iya Tuan besar, kami sedang ada sedikit urusan dengan Baron, dan pasti Baron akan meminta bantuan pada Tuan Lexi saat ia pulang dari liburan" Leo ikut menjelaskan.


" Baron? Baron siapa? " Kakek Reksa menautkan alisnya melihat Raka dan Leo bergantian.


" Baron Permana Kek CEO Permana Corp" Jelas Raka.


" Memangnya apa lagi yang di buat Baron kali ini? Dan apa hubungannya dia dengan Lexi? " tanya Kakek Reksa dengan kecemasan yang tergambar jelas dari raut wajahnya.


" Baron sudah beberapa kali ini mencoba menyerang Raka, bahkan Burhan, manager keuangan yang korup itu adalah orangnya" Leo menjelaskan dengan hati-hati pada Kakek Reksa.


"Baron bekerja sama dengan Dirangga Corp, di dunia tas maupun bawah" Raka ikut menimpali.


Terkejut... Tergambar jelas di wajah tua Kakek Reksa saat ini.


Raka dan Leo saling pandang, mereka berdua bingung dengan reaksi Kakek Reksa yang terlihat aneh.


"Jadi sekarang mereka berdua bekerja sama untuk menghancurkanku? " Kakek Reksa tersenyum kecut.


Nada suaranya bergetar dengan raut wajah sendu, tetapi kedua tangannya juga mengepal kuat.


" Ada apa Kek? " tanya Raka memperhatikan Kakeknya.


" Hufttt " Kakek Reksa membuang nafas panjang sambil melihat Leo dan Raka bergantian.


Leo dan Raka semakin tidak sabar menunggu jawaban yang akan di lontarkan Kakek Reksa.


" Kakek kira semuanya sudah berakhir, tapi ternyata mereka masih menyimpan dendam" ucapnya lirih.


Raka dan Leo malah semakin bingung mendengar jawaban Kakek Reksa.


" Sepertinya kalian harus mendengar cerita masa lalu Kakek, sebelum kalian terlalu jauh melangkah"


Raka dan Leo hanya diam menunggu Kakek Reksa meneruskan perkataannya.

__ADS_1


"Dulu Kakek dan Lexi adalah sahabat baik seperti Yaswa dan Harsa, kami ber empat saling mendukung dalam membangun perusahaan kami masing-masing"


Kakek Reksa menjeda sebentar perkataannya.


"Tapi semua itu hancur ketika adik perempuannya 'Miranda' menyukai Kakek, kami bertemu ketika Kakek menghadiri pernikahan Lexi"


" Tapi Kakek tidak bisa menerima cinta dari adiknya karena kakek sudah memiliki Nenekmu dan saat itu Nenek sedang mengandung Ayahmu. Miranda tidak mau tau dan tetap ingin menikah dengan Kakek"


" Berbagai macam cara ia lakukan agar Kakek mau menikahinya, sampai suatu saat ia mengaku hamil oleh Kakek pada Lexi"


" Lexi murka dan langsung meminta Kakek untuk bertanggung jawab pada Miranda. Kakek langsung menolak karna memang Kakek tidak pernah menyentuh Miranda"


" Salah paham itu semakin besar ketika Miranda meninggal akibat kecelakaan dalam keadaan mengandung 6 bulan. Dan Lexi menyalahkan Kakek atas kecelakaan itu"


" Kakek sudah berusaha menjelaskan semuanya. Tapi Lexi yang sudah di selimuti oleh dendam tak pernah mau mendengarkan penjelasan dari Kakek. Bahkan Yaswa dan Harsa juga ikut membantu Kakek tapi semua itu justru membuat hubungan kami semakin rengang"


" Di saat itu ia membangun mafia demi mengalahkan Kakek dan menghancurkan keluarga kita, semua yang terjadi pada ayahmu waktu kecil adalah ulahnya"


"Hingga akhirnya Ayahmu bisa membuatnya kalah dan manjadikannya incaran polisi. Sejak saat itu dia menghilang dan Kakek tak pernah tau lagi kabarnya"


" Sebenarnya nama aslinya adalah Roxi Wijaya, Lexi adalah panggilan kami padanya"


" Sedangkan Baron permana adalah keponakan Kakek, Anak dari 'Sakha' adik angkat Kakek"


" Kakek buyutku mengangkat Shaka saat melihat Kakek yang kesepian karena tak mempunyai teman sedangkan Nenek buyutku tak bisa lagi mempunyai anak"


" Baron tidak Terima ketika Kakek buyutmu hanya memberikan perusahaan cabang di luar kota untuknya, sedangkan Ayahmu menjadi pewaris tunggal perusahaan yang Kakek dan Sakha pegang"


"Sejak saat itu Baron mulai menujukan kebenciannya pada keluarga kami bahkan pada Shaka -Ayahnya sendiri- karena Shaka selalu berpihak pada kami"


" Ia semakin berani saat Shaka meninggal dan mendapat hasutan dari keluarga Ibu dan juga istrinya yang gila harta"


" Sekarang mereka berdua bekerja sama untuk kembali berusaha menghancurkan kita"


" Kalian harus berhati-hati menghadapi mereka, mereka sangat licik dan akan melakukan apapun demi memenuhi obsesi mereka" ucap Kakek memberikan peringatan di akhir cerita panjangnya.


" Iya Kek, kami akan berusaha untuk selalu waspada dan Berhati-hati" ucap Raka menenangkan khawatiran Kakeknya.


" Hem... Kalau terjadi sesuatu atau ada yang kalian mau tanyakan temui Kakek, siapa tau Kakek bisa membantu" ujar Kakek Reksa.


" Baik Kek, Sebaiknya sekarang Kakek istirahat ini sudah larut malam" Raka melihat waktu yang sudah menujukan pukul 01.15.


"Baiklah, jaga diri kalian baik-baik, Kakek percaya kamu bisa mengatasi mereka semua" ucapnya sebelum pergi keluar dari ruangan kerja Raka.


" Iya Kek, kami akan berusaha sebaik mungkin" jawab Raka yakin.


Sepeninggal Kakek Reksa, Raka dan Leo hanya duduk diam, sibuk dengan pemikiran mereka Masing-masing.


Entah apa yang sedang mereka pikirkan saat ini, hanya mereka sendiri yang tau.


" Sudahlah, kita teruskan besok pagi, lebih baik sekarang loe istirahat" ucap Leo setelah hampir 30 menit mereka hanya diam di sofa.


" Hmm, selamat malam" ucap Raka berdiri dan melangkah pergi ke kamarnya.


" Malam" balas Leo mengikuti Raka untuk pergi ke kamar pribadinya.


.


.

__ADS_1


Raka memarkirkan motor RX king andalannya di parkiran kampus.


Siang ini Raka ada kelas sekaligus mau menemui Dito.


" Raka... " Raka melihat Keyra yang sedang berjalan menghampirinya bersama kedua sahabatnya.


" Ada apa Key? " tanya Raka


" Gak papa sih, cuma mau ngajakin makan siang bareng, mau gak? " tanya Keyra.


" Eum... boleh, saya juga ada janji dengan Dito di kafe depan, mau sekalian bareng? " tanya Raka.


" Boleh, yuk! " semangat Keyra tersenyum sanang.


Raka, Keyra, Monica dan Regina berjalan bersama menuju kafe di depan kampus.


" Wih... dateng-dateng bawa tiga cewe loe" ledek Dito saat Raka baru saja sampai.


" Si*lan loe" Raka menoyor kepala Dito.


" Adoh!! Santai kali Bro" ucap sambil mengelus kepala yang lumayan sakit.


" Kita ketemu di parkiran bege" jelas Raka.


" Eh kalian mau makan apa biar gue pesenin? " Monic langsung memanggil pelayan.


" Loe besok bisa ke kantor ga? " Raka bertanya pada Dito setelah mereka semua memesan makanan masing-masing.


" Bisa sih kayanya, besok gue gak ada kelas" jawab Dito.


" Ya udah besok pagi loe gue tunggu di kantor"


" Iya, lagian ngapain sih gue musti ke sana, gue kan masih harus mempelajari semua buku yang loe kasih" keluh Dito.


" Biar sekalian praktek langsung, jadi bukan cuma teori yang loe pelajari" jelas Raka santai.


" Hah!! Loe gil* ya Ka, gue bahkan baru selesai baca 2 buku, trus sekarang loe minta gue langsung praktek" kaget Dito melotot ke arah Raka.


" Kan itu udah ada yang loe baca, jadi seenggaknya loe udah tau sedikit tentang bisnis, selanjutnya itu bisa loe pelajari sambil jalan"


" Emang temen laknat loe ya, gak bisa liat orang nyantai dikit" umpat Dito.


" Serah loe, lagian loe kerja juga gue gaji" jawab Raka acuh.


*Si*kan loe!! "


Keyra, Monica dan Regina hany bisa melongo melihan interaksi di antara kedua sahabat itu.


Raka yang terlihat sangat berbeda bila sedang berada di lingkungan pertemanan nya dan di lingkungan kampus.


Monic dan Regina memilih acuh dan memakan makanan mereka yang baru saja datang dari pada mendengarkan percakapan yang mereka sendiri tidak mengerti apa maksudnya.


Raka mrmnag menyuruh Dito untuk mempelajari tentang bisnis, agar ia bisa membantunya di kantor.


.


.


...TBC...

__ADS_1


...Jangan lupa like, coment dan votenya ya......


...Terimakasih🙏😊😘...


__ADS_2