Presdir Kutu Buku

Presdir Kutu Buku
Eps.48 Perkebunan


__ADS_3

Saat ini Raka sedang mengendarai mobil miliknya menuju ke alamat yang sudah di kirimkan oleh Rion seorang diri.


Ia akhirnya memutuskan untuk mengikuti permainan Rion, walaupun sebelumnya ia sempat berdebat dengan Leo, Alex dan Dion yang tidak setuju dengan rencana Raka.


Tapi setelah Raka menjelaskan semua rencana nya, akhirnya mereka semua menyetujui ide dari Raka walau mereka merasa sedikit keraguan.


Lexi, Leo dan Dion khawatir akan keselamatan Raka, karena saat ini mereka tidak tau Medan dan kondisi di tempat itu.


Mereka tidak bisa menganggap Remeh Rion, dia adalah seorang pemimpin sebuah geng motor yang terkenal dengan berbagai macam kejahatan nya dan bisa saja sekarang ia juga bekerja sama dengan Lexi, itu semua bisa saja menambah kekuatan Rion saat ini.


Entah apa sebenarnya motif orang-orang yang mencoba untuk menyerang nya, Raka juga tidak tau.


Tapi satu yang Raka tau kalau Lexi hanya termakan oleh tipuan orang-orang tamak dan gila harta.


Sedangkan Rion memang di didik untuk menjadi orang yang tak ber perasaan dan serakah, oleh kedua orang tuanya.


Raka mencengkram dengan kuat stir mobil nya, menahan amarah yang kini semakin menguasai jiwanya.


" Rion si*lan !! Awas saja kalau terjadi sesuatu pada Keyra. Aku pastikan kau akan habis di tanganku sendiri, aku tak akan memandang mu sebagai sodara lagi. Kau sudah sangat keterlaluan Rion " Geram Raka dalam hati.


Sepanjang jalan ia terus mengumpat Rion, yang dengan tidak berperasaan hingga melibatkan seorang gadis yang bahkan tidak tau apa-apa dengan masalah mereka berdua.


Selama ini Raka masih membiarkan Rion dan tidak melakukan perlawanan karena ia masih mengingat kalau Rion masih keluarganya.


Walaupun hanya keluarga angkat, tapi tetap saja mereka adalah seorang saudara sepupu.


Lagi pula ia masih menghormati Kakeknya yang sangat menyayangi adik angkatnya itu yang tak lain adalah Kakek dari Rion.


Tapi saat ini Rion sudah keterlaluan, untuk sekarang ia tak bisa memberikan toleransi lagi dengan semua masalah yang di buat oleh Rion.


Sudah cukup selama ini dia bersabar, kali ini ia tak akan segan lagi untuk melawan Rion.


Raka yakin Kakeknya juga tidak akan mempermasalahkan tindakan yang akan ia lakukan.


Walaupun ia baru setahun ini mengenal sang Kakek, tapi ia tau Kakeknya itu cukup bijak untuk menilai suatu masalah dan kejadian yang ia lihat atau dengar.


Raka mulai memasuki kawasan perkebunan karet, cuaca di sekitar mobil mulai terasa dingin, walaupun hari masih terlihat sangat terang, bahkan ini baru saja jam 2 siang.


Tapi suasana di sini memang terlihat redup dan dingin seakan menembus tulang.


Pohon-pohon karet yang menjulang tinggi di kedua sisi jalan, membuat cahaya matahari terhalang oleh daun nya yang rimbun, membuat udara di sekitar nya terasa lembab tapi juga sangat segar.


Sejak tadi ia bisa melihat di sepanjang perjalanan setelah memasuki desa ini ada beberapa orang yang nampak mencuriga kan dan seperti mengawasi mobil nya.


Raka langsung memberikan informasi pada orang-orang yang memang mengikutinya dari jauh.


" Ada mata-mata yang mereka tempatkan di beberapa titik, gunakan rencana B " desis Raka setelah mendengar suara dari sebrang sana.


" Baik Tuan muda " terdengar sura jawaban dari seberang sana.

__ADS_1


" Baiklah... hati-hati... jangan sampai ada yang terluka " ucapnya lalu langsung mematikan sambungannya.


perhatian kecil seperti ini lah yang membuat para bawahan Raka maupun Alex menjadi selalu merasa segan dan berjanji setia pada Raka dalam hati mereka masing-masing.


Raka selalu menghargai pekerjaan mereka dan mengutamakan keselamatan para bawahannya terlebih dahulu di bandingkan dirinya sendiri.


Sekitar jarak 2 kilo meter lagi dari alamat yang di kirim Rion, Raka mendapat satu panggilan lagi dari nomor Rion.


" Saya sudah dekat " ucap Raka singkat.


" Kau benar-benar sendiri kan? Awas saja kalau kau berani menipuku, kau akan melihat Keyra mu itu dengan kondisi yang sangat mengenaskan " ancam Rion


" Kau pasti sudah tau dari orang-orang yang kau suruh untuk mengawasi ku dari awal aku masuk ke desa ini " jawab Raka dingin.


" Hahaha....Ternyata mata mu jeli juga Presdir Wiratmadja " ejek Rion.


Raka menyunggingkan sebelah bibirnya, mendengar ejekkan dari mulut Rion.


" Sekarang mau apa lagi kau menghubungiku ?" desis Raka dengan suara tertahan.


Sambil terus berkonsentrasi menyetir mobinya, semakin memasuki area perkebunan itu.


Saat ini ia sudah melewati perkebunan karet dan mulai memasuki perkebunan kelapa.


" Sebentar lagi ada dua orang ku yang menunggu mu, kau ikuti saja perintahnya, dia akan membawamu ke hadapanku " ucap Rion memberi perintah.


Sambungan pun langsung terputus setelah Raka menjawab.


Semakin ia masuk ke dalam semakin banyak pula orang-orang bertubuh kekar yang menatap mobinya tajam.


Sepertinya saat ini mereka sudah menyiapkan semua ini dengan sangat matang.


Sial nya lagi sekarang hp Raka sudah tidak bisa menemukan sinyal.


Sambungannya dengan Alex dan Leo juga sudah terputus sejak tadi.


Menghirup napas dalam lalu menghembuskan nya dengan kasar, mencoba meyakinkan dirinya sendiri dan menepis segala keraguan di dalam dirinya saat ini.


Saat ini ia tak bisa lagi berharap pada orang lain, ia benar-benar hanya bisa mengandalkan kemampuannya saja.


" Ayah, Bunda, bantu Raka menghadapi ini semua " gumamnya dalam hati.


Menghentikan mobil saat ia melihat dua orang pria berpakaian hitam melambaikan tangan dan menghentikan nya.


Raka langsung ke luar dari mobil, berdiri tenang menatap penuh selidik pada kedua orang lelaki di hadapannya.


Kedua orang itu maju mendekati Raka, lalu memeriksa seluruh tubuhnya, mereka mengeluarkan semua barang-barang yang ada di tubuh Raka.


Mulai dari HP, EarPhone, dompet bahkan jam tangan, dan semua senjata yang berada di balik tubuhnya, semua barang yang bisa menjadi alat pelacak dan senjata di buang sembarang oleh kedua orang itu.

__ADS_1


Raka hanya pasrah saja menerima perlakuan mereka, tanpa melawan sedikitpun.


" Ikuti kami " perintah kedua orang itu.


Raka mengangguk lalu mengikuti langkah mereka tanpa mau membuka suara.


Salah satu dari mereka berjalan terlebih dahulu menyusuri jalan setapak memasuki area perkebunan.


Sedangkan satu nya lagi berjalan di belakang Raka, Raka mengawasi setiap jalan dan pepohonan yang ia lewati, bila di lihat sekilas semua pohon di sini terlihat sama.


Raka menggeleng miris, ini seperti memasuki sebuah labirin, semua pohon dan suasana di tempat ini benar-benar terlihat sama.


Mungkin bagi orang yang sudah biasa datang ke tempat ini akan menemukan letak perbedaannya. Tapi untuk orang yang baru saja menginjakan kakinya di sini, ini bukanlah suatu hal yang mudah.


Sangat besar kemungkinan orang-orang kehilangan arah dan tak menemui jalan keluar.


Apa lagi semakin ia ke dalam ia semakin melihat banyaknya cabang jalan setapak itu, dan itu entah mengarah ke mana saja.


Sekitar setengah jam Raka berjalan kaki, ia bisa melihat bangunan tua yang sepi dan tak terlihat ada kehidupan di dalam nya, bangunan itu seperti rumah yang sudah lama tidak di tempati.


Mungkin itu bekas rumah penjaga perkebunan, atau... entah lah....


Raka mulai mendekati bangunan itu, dengan sangat waspada. Dengan di iringi tatapan tajam kedua orang di dekatnya.


Raka hanya bisa bertanya-tanya dalam hatinya dengan alis yang bertaut dalam ketika ia melihat ada beberapa motor dan mobil yang terparkir di halaman rumah itu.


Dari mana mereka bisa masuk ? Kalau memang ada jalan untuk kendaraan, kenapa dirinya di arahkan untuk berjalan kaki ?


Sampai di depan pintu masuk, Raka di sambut oleh satu orang pengawal yang langsung membawanya masuk.


Raka menatap takjub ketika ia mulai masuk lebih dalam lagi, ternyata di penampakan di dalam rumah jauh berbeda dari yang terlihat di luar sana.


Di dalam bangunan itu terlihat cukup bersih dan rapih, walaupun dinding nya masih terlihat lapuk dan tua.


Tapi semua barang di sini terlihat cukup nyaman untuk di tempati.


Raka juga bisa melihat beberapa orang terlihat berjaga di setiap sudut rumah dan ada juga yang tampak sibuk, entah sedang mengerjakan apa.


Apakah ini adalah sebuah markas dari geng motor yang di pimpinan Rion.


.


.


...TBC...


...Jangan lupa like, coment dan votenya ya......


...Terimakasih🙏😊😘...

__ADS_1


__ADS_2