
Pagi ini Raka sudah berada di markas bersama Leo dan Alex, mereka sedang membicarakan tentang bukti baru yang di dapatkan Alex mengenai permasalahan antara Reksa Dan Lexi.
Saat ini mereka bertiga sedang berada di ruang kerja Raka.
" Ini beberapa bukti yang kami temukan tentang kejadian 45 tahun yang lalu " ucap Alex memberikan sebuah amplop coklat kepada Raka.
Raka menerimanya dan langsung membukanya, di sana terdapat beberapa file, foto dan sebuah USB.
Raka membaca satu per satu file di tangannya dengan teliti, beberapa kali ia terlihat mengerutkan dahi nya dan seperti berpikir sesaat sebelum melanjutkan membaca.
Raka bahkan sampai membaca file itu sebanyak dua kali untuk meyakinkan pada dirinya sendiri kalau di file itu tidak ada kesalahan.
Setelah itu baru lah Raka beralih pada foto-foto yang berjumlah lima foto.
Raka benar-benar menganalisa semua gambar didalam foto tersebut, mencari celah kejanggalan dalam setiap gambar yang tertangkap di sana.
" Putar..." ucap Raka pada Leo yang sudah menerima USB dari Alex beberapa saat yang lalu.
Leo memutar video di dalam USB tersebut. Raka meringis ngeri ketika melihat seorang wanita dengan perut yang buncit tertabrak sebuah mobil mewah dengan sangat tragis ketika sedang berada di pinggir jalan.
Dan yang membuat Raka terkejut adalah setelah mobil itu menabrak wanita itu, mobil itu seperti kehilangan kendali hingga menabrak pembatas jalan dan berbalik lalu meledak seketika.
Padahal sebelumnya ia tah melihat ada kejanggalan dari mobil itu.
Beberapa kali Raka mengulang video tersebut, entah apa yang di cari oleh nya. Leo dan Alex yang berada di ruangan yang sama hanya memperhatikan apa yang di lakukan oleh Raka.
" Sudah bagus, lacak pemilik mobil itu dan cari tau siapa yang mengemudikan nya saat itu " perintah Raka pada Alex sambil berdiri.
" Kirim semua salinan bukti ini padaku " ucapnya lagi sambil berjalan menuju pintu.
" Baik, akan segera saya laksanakan " ucap Alex sambil berjalan di belakang Raka bersama dengan Leo.
Menjelang siang barulah Raka dan Leo meninggalkan markas.
" Terlalu banyak kejanggalan di dalam kejadian itu, tapi kenapa polisi menutup kasusnya ya? " tanya Leo sambil menyetir.
Raka mengedikan kedua bahu nya.
" Entah... aku tidak peduli semua itu, yang aku peduli hanyalah gara-gara kasus ini hubungan Kakek dan Tuan Lexi semakin hancur dan berlarut-larut sampai sekarang " ucap Raka dingin.
__ADS_1
Leo melirik sekilas pada Raka, entah mengapa nada bicara Raka terdengar mengerikan di telinganya, hingga membuat bulu kuduk nya berdiri.
Seperti biasa sepanjang perjalanan Raka akan sibuk dengan tablet atau ponsel nya, dan suasana di dalam mobil pun berubah hening.
" Kita lihat persiapan untuk nanti malam dulu " ucap Raka setelah sekian lama berdiam diri.
" Baik " ucap Leo segera dan mengarahkan mobil mereka ke salah satu hotel terbesar di kota Jakarta.
Sekitar satu jam perjalanan Raka dan Leo sudah berada di lobby hotel.
Para keamanan hotel yang bertugas langsung berdiri rapih di salah satu sisi mobil untuk menyambut kedatangan Presdir mereka.
" Selamat datang Persdir...!" ucap Mereka serempak membungkuk hormat ketika Raka keluar dari mobil.
Raka mengangguk sedikit sambil membetulakan jas nya yang terlihat kurang rapih, lalu berjalan dengan penuh wibawa ke dalam hotel.
Manajer hotel yang batu mengetahui kedatangan atasan nya itu, langsung terpogoh-pogoh menghampirinya.
" Selamat siang Presdir " ucapnya dengan nafas tak beraturan.
Raka melirik sedikit seorang lelaki paruh baya yang baru saja menghampirinya bersama dengan seorang wanita muda yang memakai pakaian terbuka di belakangnya.
" Semuanya sudah siap Tuan, Tuan bisa memeriksa nya " ucap nya sambil terus mengikuti Raka.
Di dalam lobby semua orang yang ada di sana mengalihkan pandangannya pada kedatangan Raka dan seluruh rombongan nya.
Manajer pelaksana yang memantau langsung persiapan acara besar perusahaan tempatnya bekerja langsung menghampiri Raka saat ia melihat kedatangan orang nomor satu di perusahaan.
" Selamat datang Presdir...! " ucap semua orang yang berada di ruangan ballroom hotel tersebut.
Raka mengangguk samar, " Kembali bekerja, jangan hiraukan aku, aku hanya melihat-lihat sebentar " ucap Raka memberi instruksi.
" Baik Presdir...!" jawab mereka serampak kemudian kembali pada posisi nya masing-masing.
Raka berkeliling melihat semua persiapan yang sudah hampir selesai sambil mendengar penjelasan dari manajer pelaksana.
Sesekali Raka juga memberi arahan bila ia merasa ada yang harus di tambahkan atau di kurangi dalam dekorasi atau tata letak acara nanti malam.
Sekitar satu jam berkeliling sambil berbincang, Raka akhirnya pergi dari hotel setelah makan siang bersama para pekerja di sana.
__ADS_1
Ia tak segan ikut makan nasi box yang sengaja di sediakan pihak hotel untuk para pekerja.
Awalnya manajer hotel sempat melarang nya dan menawarkan untuk makan siang di restoran yang ada di dalam hotel, tapi Raka menolak dan lebih memilih makan lesehan bersama para bawahannya dengan menu nasi box.
" Berikan mereka semua bonus yang pantas setelah acaranya selesai " titah Raka pada Leo saat mereka sudah berada di dalam mobil kembali.
" Siap..." jawab Leo mengacungkan satu jempol tangannya pada Raka.
Hampir satu tahun bekerja dengan Raka, Leo sudah tau kebiasaan Raka yang sering memberikan bonus kepada para karyawan nya yang sudah bekerja keras, atau ketika Raka merasa puas dengan pekerjaan mereka.
Leo pernah bertanya pada Raka, kenapa dia sering sekali memberikan bonus pada karyawan nya.
Dan jawabannya membuat Leo tak bisa berkata apa-apa lagi dan semakin kagum dengan pemikiran Raka yang sangat dewasa dan bijak.
" Uang masih bisa di cari tapi mendapatkan karyawan yang kompeten dan selalu memberikan kinerja yang terbaik untuk kemajuan perusahaan adalah aset yang berharga dan itu harus kita pertahankan.... perusahaan ini juga gak bakal bisa sampai pada titik ini bila bukan karena mereka. Apa salahnya memberikan mereka sedikit kebahagiaan agar mereka semakin giat dalam bekerja...? Bukankah itu juga akan memberikan perusahaan lebih banyak keuntungan?... "
Itulah jawaban Raka waktu itu yang masih Leo ingat sampai sekarang.
Raka memang tak segan untuk memecat seorang karyawan yang berbuat curang atau ber etika buruk, tapi Raka juga tidak akan segan untuk memberikan bonus atau menaikkan posisi karyawan yang menurutnya pantas.
Raka memang sering di sebut sebagai bos yang aneh, karena cara nya memperlakukan para karyawan nya yang tidak bisa di tebak, dan hanya Raka saja yang tau standar seperti apa karyawan yang akan ia berikan promosi naik jabatan atau bahkan yang akan ia turunkan jabatannya.
Tapi dengan seperti itu tanpa mereka sadari, semua karyawan di bawah kepemimpinan Raka sekarang bekerja dengan nyaman dan selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk kemajuan perusahaan tempat mereka bekerja.
Reksa, Leo dan Alex yang ikut mengawasi Raka selama setahun ini juga ikut merasakan perubahan di dalam perusahaan dan itu membuat Reksa semakin bangga kepada cucu satu-satunya itu.
m
Reksa yakin proses kehidupan sebelumnya yang keras dan didikan kedua orang tua Raka lah yang bisa membentuk Raka yang sekarang.
Raka melakukan pendekatan pada semua bawahan nya dengan cara nya sendiri tanpa mengurangi wibawa nya sebagai pemimpin terbesar di perusahaan itu ataupun menurunkan harga dirinya sebagai pewaris DWGrup.
.
.
...TBC...
...🙏😊😘...
__ADS_1