
Di ruang tunggu rumah sakit, orang tua dari Keyra, Dion, Reksa dan Leo sedang menunggu dengan cemas.
Setelah menunggu selama hampir dua jam, akhirnya terdengar suara tangis bayi dari dalam kamar bersalin di depan mereka.
" Pah, itu suara cucu kita Pah ?" Ratna menggoyangkan tangan Daniel yang duduk di sebelahnya.
Semua orang nampak sumringah menunggu kabar dari dalam.
Di dalam kamar bersalin, Raka terlihat meneteskan air matanya saat melihat seorang bayi mungil telah lahir dari sang istri.
" Anakku, darah daging ku " gumamnya.
" Terima kasih... terima kasih sayang.." ucap Raka mengecup lama kening Keyra.
Keyra tersenyum ia juga menenteskan air matanya haru, ketika melihat bayi kecil yang tadinya ia kandung sekarang sudah berada di atas dadanya.
" Anak kita " gumam Keyra menaruh telunjuknya di tangan anak mereka.
" Iya, sayang. Ini anak kita " usap Raka di puncak kepala Keyra.
.
Di sebuah ruangan VVIP khusus kluarga Wiratmadja sudah ramai dengan orang yang ingin melihat anak dari Raka dan juga Keyra.
" Ya ampun, cucu kita ganteng banget ya Pah " heboh Ratna ketika batu pertama kalinya melihat cucu pertamanya.
__ADS_1
" Iya, dia tampan kaya kakeknya.." jawab bangga Daniel.
" Ih Papah, yang ada ganteng mirip om nya " Dion menghampiri Rata yang sedang menggendong bayi nya Keyra.
" Hey kalian ini kenapa, jelas-jelas dia mirip sama Kakek buyutnya " Reksa ikut dalam perdebatan keluarga itu.
Raka dan Keyra hanya bisa geleng-geleng kepala melihat anak mereka di perebutkan.
Sedangkan Leo di buat melongo oleh drama baru dua keluarga besar itu.
" Sudah-sudah yang pasti dia mirip Raka sama Keyra, kan mereka orang tuanya bukan kalian " putus Ratna membawa bayi di dalam gendongannya menuju Keyra, karena sepertinya dia mulai kehausan.
" Kalian sudah menyiapkan nama untuk anak kalian belum ?" tanya Reksa.
Semua orang di dalam ruangan itu langsung mengalihkan perhatiannya pada Raka dan Keyra.
" Arkan Zayden Wiratmadja " ucap Raka melihat baya yang ada di gendongan istrinya.
" Waah... nama yang sangat bagus, jadi kita panggil siapa ?" semangat Dion.
" Baby Ar " ucap Raka dan Keyra bersamaan.
" Hai, baby Ar " ucapnya melambaikan tangannya di depan wajah anak Raka dan Keyra...
Raka tersenyum senang, sekarang seluruh cita-cita nya sudah terwujud, memajukan perusahaan warisan keluarganya dan mempunyai keluarga kecil yang dia sangat cintai.
__ADS_1
Sekarang ia hanya berharap semoga selalu di berikan kesehatan untuk selalu ada di samping keluarganya dan mendampingi mereka selamanya...
......TAMAT......
Aku ucapkan terimakasih untuk semua pembaca yang sudah mampir dan meluangkan waktunya untuk membaca cerita perdana Author abal-asal ini yang masih berantakan dan tidak jelas.
Terima kasih juga untuk kalian yang sudah .emberikan dukungan berupa Like, coment vote dan rate bintang lima, ataupun hadiah nya...
Apa pun bentuk dukungan dari pembaca semua sangat berarti untuk menambah semangat aku dalam menulis.
Untuk yang berminat mampir di karya ku yang ke dua.
" Bukankah itu Mas Radit ? Sedang apa dia di sini ?" gumam Ayu ketika melihat punggung seorang lelaki yang mirip dengan suaminya.
Ayu dengan hati-hati mengikuti lelaki yang di curigai sebagai Radit, yang terus berjalan tanpa menyadari kalau Ayu sedang mengikutinya.
" Dokter kandungan ? Sedang apa mereka di sini?" ucap Ayu pelan saat melihat Radit menghampiri seorang permpuan yang sedang duduk di kursi tunggu khusus pemeriksaan obgin.
" Mala..." mata Ayu memicingkan melihat sahabat dan suaminya duduk dberdampingan di depan ruang pemeriksaan kandungan.
Pikiran Ayu sudah entah kemana, mengira kalau sekarang mungkin saja Mala sudah mengandung anak dari suaminya.
Ayu berbalik lebih memilih untuk kembali menuju ruang pemeriksaan Ibu mertuanya.
Yang penasaran dengan kisah Ayu, yok mampir di novel receh kedua ku...😊😊
__ADS_1
Sampai jumpa di novel yang selanjutnya para pembaca yang baik hati...👋👋🙏🥰