
" Ngapain sih loe ikut campur urusan orang.?" tanya Leo saat Raka baru saja duduk di dalam mobil.
" Gadis itu minta tolong sama gue, masa gue gak tolongin sih. Gini-gini gue masih punya hati nurani kali' " ucap Raka panjang lebar.
" Iya tapi jangan sampai karena ini jadi bikin masalah baru lagi buat loe, sepertinya gadis itu bukanlah gadis biasa " peringat Leo.
" Hem... semoga saja " ucap Raka malas.
Ia beralih ke kursi belakang lalu mulai mengganti bajunya di dalam mobil.
Begini lah Raka bila sedang ter buru-buru.
waktu raka memang masih sangat berantakan, kesibukan kuliah dan pekerjaannya membuatnya harus rela mengesampingkan waktu untuk dirinya sendiri.
.
Di tempat pembukaan mall besar dan bertaraf internasional yang masih di naungi oleh DWGrup sudah banyak orang yang memenuhi lobby.
Para staf pengurus dan karyawan mall, serta para tamu undangan dan para pencari berita sudah memenuhi ruangan.
Beberapa saat kemudian beberapa mobil mewah berhenti tepat di depan lobby hotel.
Beberapa orang penting seperti para pejabat dan pebisnis yang tergabung dalam proyek mall tersebut sudah mulai berdatangan, mereka semua tampil memukau dengan berbalut pakaian mewah dengan ciri khas masing-masing.
Di sambut langsung oleh para petinggi manajemen mall tersebut yang berjejer rapih di depan lobby.
Semua orang di sana mengalihkan perhatiannya pada mobil BMW seri i8 yang baru saja hadir, berhenti tepat di depan lobby.
Beberapa pengawal ber tubuh kelar dan berbaju serba hitam dari mobil langsung keluar dari mobil SUV di belakang nya dan berdiri di samping mobil tersebut.
Salah satu pengawal yang tampak masih muda berdiri di samping pintu mobil, lalu membuka kan pintu untuk Tuan muda mereka keluar.
Semua orang di sana menahan nafas melihat seorang pria muda dengan wajah yang tampan dan postur tubuh yang sempurna ber balut pakaian mewah yang membuat penampilannya saat ini sangat memukau.
Para wanita muda bahkan saling berisik mengagumi sosok yang sedang berdiri dan merapihkan sedikit penampilannya.
Tidak ada yang tidak terpesona dengan ketampanan pria muda keturunan Wiratmadja itu, badan tegap dengan wajah yang tegas dan mata tajamnya yang selalu membuat setiap orang yang memandang nya terasa terintimidasi, di sandingkan dengan berbagai prestasi yang ia sandang walau baru terjun dalam bidang bisnis.
Para pengusaha paruh baya bahkan rela memberikan anak perempuan mereka untuk menjadi pendamping seorang Raka bila saja Raka mau menerimanya.
Menjadi seorang istri atau mertua Raka Aditama Wiratmadja adalah suatu kehormatan besar untuk mereka.
" Selamat datang Presdir " ucap manajer mall dan para staf yang menyambutnya, membungkuk hormat di hadapan Raka.
" Hem...Terima kasih " balas Raka memgangguk sekilas.
__ADS_1
Berjalan dengan penuh wibawa, di diampingi oleh Leo dan manajer mall di sampingnya, di belakangnya berjalan gagah dua orang pengawal pribadi yang selalu siap siaga menjaga Tuan mudanya tersebut.
Menuju ke barisan para tamu undangan dan para pengusaha yang masih terikat dalam proyek pembangunan mall tersebut, sesekali Raka berhenti dan berjabat tangan dengan beberapa orang yang menyapa nya, hingga sampai di barisan paling depan, tempat para investor besar yang juga banyak terlibat di dalam proyek ini, serta para pejabat penting pemerintahan yang sudah datang terlebih dahulu.
Duduk dengan gaya yang sangat berwibawa dan elegan.
Leo dan dua pengawalnya baru meninggalkannya setelah memastikan Tuan muda mereka duduk dengan nyaman.
Pembawa acara profesional berdiri di depan dan mulai membuka acara, berbicara basa basi untuk pembuka acara dan sedikit menghibur para tamu undangan yang telah hadir.
Setelah semua itu ia memanggil Raka selaku Presdir dan penanggung jawab atas pembangunan mall tersebut untuk menyampaikan kata sambutan sebelum memotong pita.
Raka di dampingi dengan jajaran pengusaha dan pejabat penting berdiri di depan pintu masuk mall yang sudah terpasang pita dengan hiasan bunga di tengahnya.
Bersiap dengan guntung di tangannya, para pencari berita langsung mengabadikan peristiwa besar tersebut.
Kilatan cahaya dari puluhan kamera di sekitarnya menjadi pelengkap acara itu.
Setelah acara pemotongan pita, semua tamu undangan yang hadir di arahkan untuk berkeliling mall dahulu, untuk melihat keseluruhan desain dan toko-toko yang memang sengaja mulai menggelar berbagai macam barang dagangan mereka.
Mulai dari produk lokal sampai manca negara ada di mall tersebut bahkan berbagai produk perhiasan dan barang-barang mewah dengan harga yang pantastis di berikan tempat khusus di lantai ter atas gedung.
Raka merasa puas dengan yang ia lihat saat ini. Walaupun proyek ini sudah ada sebelum ia menjabat sebagai Presdir tapi ia juga mempunyai andil besar dalam segala perubahan dan cara kerja yang lebih efisien sehingga membuat proyek ini bisa rampung lebih cepat di bandingkan perkiraan yang seharusnya baru selesai 5 bulan ke depan.
Puas berkeliling dan .endengarkan penjelasan dari manajer hotel dan ketua perancang serta pembangunan mall tersebut, Raka dan semua rombongan mulai beralih memasuki ballroom, tempat acara pembukaan inti dan hiburan akan di langsungkan.
Acara pun di lanjutkan dengan makan siang bersama sambil menikmati hiburan yang di tampilkan di atas panggung.
Berbagai hidangan mewah mulai dari hidangan khas Indonesia dan westren sudah tersaji dengan apik di meja-meja di pinggir ballroom, dengan para pramusaji yang sudah terlatih di belakangnya.
Mulai dari kesenian tradisional sampai artis-artis besar ibu kota mulai menunjukan kemampuannya masing-masing.
Raka yang duduk di deretan paling depan bersama para pengusaha lainnya sesekali terlihat berbincang dengan orang di sebelahnya.
" Tuan sebentar lagi anda ada pertemuan " bisik Leo mengingatkan Raka setelah sekitar 30 menit Raka duduk menikmati acara.
Raka melihat jam tangan mewah yang melingkar cantik di pergelangan tangannya.
Mengangguk samar lalu berpamitan pada para pengusaha dan pejabat yang ada di dekatnya.
Setelah itu barulah dia berdiri dan melangkah pergi keluar dari acara tersebut.
Semua orang pasti memaklumi bagai mana kesibukan seorang Raka.
Tak ada yang berani menahan nya walau hanya beberapa menit saja untuk duduk diam di suatu acara, karena semua agenda nya dalam satu hari itu sudah di atur dari jauh-jauh hari.
__ADS_1
.
.
Raka baru saja menginjakan kakinya di kantorDWGrup pada jam 15.30 setelah seharian menghadiri berbagai acara di luar kantor.
" Presdir ada Tuan Arya menunggu anda di ruangan Tuan Dito " ucap Laura memberi tahu Raka.
" Suruh dia menemui saya " perintah Raka.
Memilih langsung masuk ke dalam ruangan nya, sedangkan Leo pergi ke ruangan Dito untuk menemui sahabatnya itu sekalian menyampaikan pesan dari Raka.
Beberapa saat kemudian Arya masuk ke ruangan Raka.
" Sebentar gue selesaikan ini dulu " ucap Raka masih fokus pada dokumen di tangannya.
Sekitar 5 menit Raka akhirnya berdiri dari kursi kerjanya dan menghampiri Arya yang sedang duduk di sofa.
" Ada apa nih, tumben loe ke kantor gue, biasa juga loe ngajak ketemuan di kafe ?" tanya Raka duduk di hadapan Arya.
" Gue lagi butuh bantuan loe Ka " ucap nya sedikit ragu-ragu.
" Ada apa? Loe butuh bantuan apa? Kalau gue bisa bantu pasti gue bakal bantu " ucap Raka serius.
" Gue lagi butuh suntikan dana Ka, cabang Kafe gue yang baru baru aja kerampokan, semua uang dan barang-barang di kafe abis, bahkan pekerja gue ada yang jadi korban dan di rawat di rumah sakit " jelas Arya menundukan kepalanya.
" Kapan kejadiannya, kok Leo gak ngabarin gue sih ? " tanya Raka , karena memang dia belum melihat berita hari ini.
" Tadi malam Ka, uang gue udah abis buat modal kafe gue ini, dan sekarang gue harus tanggung jawab sama semua karyawan yang luka-luka "
Memang kafe baru nya Arya baru saja sebulan di buka, dan Raka tau betul jarak waktu segitu bahkan belum bisa mengembalikan modal yang Arya keluarkan sebelumnya.
" Oke, loe tenang aja nanti gue transfer langsung ke rekening loe " ucap Raka enteng.
Begini lah lelaki, mereka lebih suka membagi kesusahan nya kepada teman dari pada pada keluarga nya sendiri.
Padahal bila Arya meminta tolong pada orang tuanya, pasti mereka tidak akan menolak.
Tetapi entah mengapa mereka akan lebih nyaman bila meminta bantuan di luar di bandingkan mengeluh pada keluarganya sendiri.
.
.
...TBC...
__ADS_1
...Like, coment dan segala bentuk dukungan kalian sangat berarti untuk saya......
...Terimakasih 🙏😊😘...