
Sepanjang jalan hanya hening tanpa ada yang bermaksud untuk membuka pembicaraan satu sama lain.
Keyra meneliti isi di dalam mobil Raka, interiornya terasa sangat nyaman dan mewah, ada juga beberapa bagian yang sepertinya di modifikasi tapi tidak merubah kenyamanan mobil tersebut.
Keyra melihat ke arah kaca sepion yang ada di dalam mobil, matanya memicing melihat barang yang terlihat di bangku belakang.
Itu adalah paperbag yang ia berikan pada Raka tadi siang.
Ia menolehkan wajahnya melihat ke jok belakang mobil, dan benar saja di sana ada paperbag yang ia berikan pada Raka.
Keyra melepas sabuk pengamannya dan langsung mengambil paperbag itu, ia langsung melihat isinya.
Matanya langsung terbelalak melihat apa barang yang ada di dalam paperbag itu.
Di sana ada toples brownies yang ia berikan pada Raka tadi siang, di dalamnya masih ada beberapa potong kue yang belum di makan.
Keyra menolehkan lagi kepalanya ke kanan, melihat Raka dengan seksama.
Raka masih memakai jaket yang sama dengan tadi di kafe, dan sekarang dia makin terlihat tampan dengan Rambut yang acak-acakan setelah pertarungan tadi.
" Ah... kebetulan saya sedang lapar, tolong kamu suapi saya" Ucap Raka santai, ketika matanya melihat Keyra yang sedang memegang toples bronies.
" Hah!!" Kaget Keyra.
Otak Keyra masih belum menangkap maksud dari perkataan Raka.
" Itu, tolong suapi saya bronwies yang kamu pegang" Ucapnya lagi menunjuk kotak yang ada di tangan Keyra.
" I....ini kan kue dari saya?" Ucap Keyra terbata.
"Hemm... Terus... memang kenapa?" Tanya Raka menaikan sebelah alisnya.
Ia mengukum senyumnya, melihat Keyra yang kebingungan tapi terlihat lucu di matanya.
"Ta...tapi Ke...kenapa ini bisa ada di sini?" Tanya Keyra menautkan alisnya, memandang Raka dengan tatapan menyelidik.
Raka hanya mengedikan Bahunya dan tersenyum manis, memperlihatkan deretan gigi rapihnya.
" Jangan-jangan loe Raka anak IT?!" Teriak Keyra langsung menutup mulutnya dengan mata melotot melihat Raka tak percaya.
" Hahahaha...." Tawa Raka akhirnya pecah melihat ekspresi wajah Keyra yang lucu.
" Astaga.... Jadi selama ini loe nipu kita semua" Tuduh Keyra menggelengkan kepalanya.
" Siapa bilang saya nipu?" Tanya Raka tersenyum miring.
"Di kampus kan loe jadi orang biasa dan cupu, sedangkan sebenarnya loe seorang bilioner"
" Memang saya pernah bilang kayak gitu?" Tanya Raka melirik Keyra dengan senyum menggoda Keyra.
" Ya...ya... gak juga sih" Keyra menunduk malu, sambil menggaruk kepalanya walaupun tidak ada yang gatal.
" Jadi saya gak nipu dong?"
Tanpa sadar Keyra mengangguk, membenarkan perkataan Raka.
" Good girls" Ucap Raka tersenyum mengacak puncak kepala Keyra gemas.
" Ish..." Keyra mendengus merapihkan rambutnya yang sedikit berantakan.
" Ya sudah suapi saya kue itu, saya belum sempat makan malam" Perintahnya.
__ADS_1
Keyra membuka kotak makanan, mengmbil satu potong brownies.
" Aaaa.." Ucapnya menyodorkan Brownies ke depan bibir Raka.
Raka langsung melahap Brownis itu dengan pandangan yang masih fokus menyetir.
" Enak gak?" Tanya Keyra dengan mata berbinar.
Brownies itu ia buat sendiri dengan bantuan sang Mama.
" Eum Enak" Ucap Raka singkat, kemudian ia membuka mulutnya lagi minta di suapi lagi.
Dengan telaten Keyra menyuapi Raka hingga brownies di dalam kotak itu habis.
Akhirnya sepanjang sisa perjalanan, mereka asik mengobrol akrab, dari masalah kampus sampai masalah sehari-hari.
Keyra yang memang sedikit cerewet menjadi orang yang bercerita, sedangkan Raka yang memang kalem, lebih banyak mendengarkan dan hanya sesekali menanggapi cerita Keyra.
Raka juga menanyakan kenapa Keyra malam-malam pergi begitu jauh tanpa di dampingi seorang lelaki.
Ternyat Keyra di mintai tolong Monic untuk menjemputnya karena mobilnya mogok, sedangkan besok pagi dia ada kuliah.
.
.
Jam menunjukan hampir tengah malam saat Raka dan Keyra sampai di depan rumah Keyra.
Di depan sudah ada Dion yang menunggu kedatangan mereka berdua.
" Dek kamu gak papa kan? Ya ampun ini tangan kamu kenapa?" Dion langsung menghampiri Keyra dan memeriksa keadaan Keyra dengan teliti.
" Aku gak papa Bang, untung tadi ada Raka" Ucap Keyra.
" Terimakasih bro, gue gak tau apa yang terjadi sama adek gue kalau gak ada loe" Ucap Dion memeluk Raka.
" Yaak, gak usah lebay deh loe, geli gue" Raka langsung melepaskan pelukan Dion, sambil bergidik ngeri.
" Hahaha... Gue kan cuma berterimakasih karena loe udah nolongin adek gue" Jawab Dion tertawa puas.
Ia tau kalau Raka paling tidak suka kontak fisik.
" Iya, tapi gak usah meluk-meluk juga kali" Sewot Raka.
Keyra tertawa melihat sisi lain dari Raka.
" Gue balik dulu, Leo udah nunggu di depan" Pamit Raka.
" Oke, sekali lagi makasih ya" Ucap Dion sambil melakukan fist bamp dengan Raka.
" Santai aja bro" Jawab Raka.
" Saya pamit, jangan lupa minum obat dulu sebelum tidur, dan kompres luka di punggung dan kaki kamu biar gak bengkak" Peringat Raka pada Keyra.
" Iya, hati-hati di jalan" Ucap Keyra tersenyum malu, bahkan sekarang pipinya saja sudah memerah mendengar ucapan Raka yang perhatian padanya.
Raka berbalik dan langsung pergi menuju keluar gerbang.
Keyra melihat punggung kokoh Raka sampai menghilang di balik gerbang.
Dion tersenyum melihat adik dan sahabatnya.
__ADS_1
" Ayo" Dion merangkul pundak Keyra membawa Keyra masuk ke dalam rumah.
.
" Jadi adek sudah tau siapa Raka sebenarnya?" Tanya Dion saat membantu mengompres bekas tendang di punggung Keyra.
" Sudah, Abang tega banget sih ga bilang sama Keyra" Rajuk Keyra.
" Loh kan adek gak nanya" Kilah Dion
" Abang juga gak tau kalau adek suka sama Raka"
" Jadi waktu di kafe itu Abang gak bantuin adek karena Abang udah tau adek suka sama Raka?" Tanya Keyra
" Hehehe... Iya" Jawab Dion cengengesan.
" Iih Abang kok gitu sih, kan Key jadi malu" Ucap Keyra memukul sekilas pundak Dion lalu menutup wajahnya yang sudah memerah.
" Malu sama siapa, temen-temen Abang gak ada yang suka ngeledek kok, apa lagi kalo sama cewe"
" Ya... palingan becanda dikit doang" Jelas Dion.
" Ya... tapikan tetep aja Key malu" Keyra mengerucutkan bibirnya.
" Bang sebenernya Raka itu gimana sih?" Tanya Keyra membalik tubuhnya menghadap Dion.
" Sini dulu, itu tinggal di oles salep biar gak bengkak!" Bukannya menjawab Dion malah memutar badan Keyra agar ia bisa mengoles salep pada luka Keyra.
Keyra mendengus Kesal, tapi tak ayal dia juga mengikuti perintah Dion.
" Raka itu sedikit pendiam tapi juga anaknya sopan, kalau di dalam pekerjaan dia terkenal Tagas, dan pekerja keras, dia juga di kenal bos yang sangat teliti dan anti dengan sentuhan, Dia sangat tidak suka di dekati oleh perempuan, makannya para karyawan di kantornya gak ada yang terang-terangan mendekatinya walaupun sebenarnya mereka menyukainya" Jelas Dion
" Jadi di kantornya dia banyak di sukai sama cewe-cewe dong?" Wajah Keyra murung seketika saat mengingat ternyata dirinya banyak saingannya.
" Bukan hanya di kantor, bahkan para anak-anak pengusaha saja banyak yang suka dengan dia" Dion mengulum senyumnya menggoda Keyra.
" Hah...! Pantes sih, Raka yang di kampus aja udah banyak yang suka, apa lagi Raka yang di kantor" Lemas Keyra, mengingat cerita Monic dan Regina dulu.
" Wah ternyata si Raka ada bibit jadi player dong ya ?" Dion menaruh jari telunjuknya di dagu, seakan sedang berfikir.
Keyra melotot pada Dion
" Enak aja, enggak lah, Key gak pernah tuh ngeliat dia jalan atau ngeladenin satu cewek pun di kampus!" Sewot Keyra memalingkan wajahnya dan bersodekap dada.
" Iya...iya..."
" Udah nih minum obatnya, terus langsung tidur, Abang ke kamar dulu" Ucap Dion menyerahkan obat pada Keyra.
" Iya... Makasih ya Bang" Ucap Keyra tulus.
" Hmm" Jawab Dion mengacak puncak kepala Keyra sebelum berjalan keluar kamar Keyra.
.
.
...Tbc...
...Jangan lupa like, coment dan votenya ya......
...Karna sedikit dukungan dari kalian sangat berharga bagi saya......
__ADS_1
...Terimakasih🙏😘...