Presdir Kutu Buku

Presdir Kutu Buku
Eps.59 Bertemu Diva


__ADS_3

Sekitar jam setengah sembilan malam ketika Raka keluar dari komplek perumahan tempat Keyra tinggal, Raka melihat ke arah sepion motornya ketika merasakan ada seseorang yang membuntutinya.


Raka mengerutkan kening nya saat melihat ada sebuah mobil mewah yang sedikit mencurigakan sekitar beberapa meter di belakangnya.


Raka langsung melajukan motornya dengan kecepatan tinggi, memasuki jalan uang lumayan padat agar mobil tadi kesulitan untuk mengejarnya.


Dan benar saja, setelah lima belas menit, mobil tadi sudah tak terlihat lagi karena terjebak macet.


Raka kembali ke jalur arahnya pulang, ia menjalankan motornya dengan santai sambil menikmati malam yang terasa sangat dingin setelah di gugur hujan sore tadi.


Sampai sekitar satu kilo meter lagi dari kediaman wiratmadja tiba-tiba saja ada dua mobil mewah yang menghadangnya.


Raka yang kaget langsung mengerem secara tiba-tiba hingga mengakibatkan motornya sedikit oleh dan memutar sebelum akhirnya berhenti.


Raka duduk santai di atas motor dengan kedua tangannya bersidekap dada. Matanya menatap tajam ke arah dua mobil di depannya.


Salah satu pintu belakang mobil itu terbuka, dan terlihat sosok perempuan cantik dan mungil keluar dari mobil dengan beberapa pengawal yang langsung berdiri di sekelilingnya dengan sigap.


Raka mengerinyit dalam melihat perempuan yang sekarang tengah berjalan menghampiri nya dengan senyum yang selalu terukur indah di bibir gadis itu.


" Divanka " gumam Raka pelan.


Ya... perempuan itu adalah Divanka, gadis yang tidak sengaja ia tolong sewaktu di pulang dari kampus beberapa minggu yang lalu.


Waktu itu Leo berinisiatif untuk menyelidiki tentang gadis yang Raka tolong karena sepertinya gadis itu bukanlah gadis biasa-biasa saja.


Dan benar saja, beberapa hari kemudian Leo baru mengetahui kalau Divanka adalah cucu perempuan satu-satunya Lexi.


Setelah mengetahui semua itu Raka langsung memutuskan untuk tidak akan berurusan lagi dengan Divanka, bahkan ia sampai selalu menghindar ketika tidak sengaja melihat keberadaan Divanka di dekatnya.


Tapi sekarang Raka tak bisa lagi menghindar dari kejaran cucu dari mantan sahabat Kakeknya itu.


Dengan terpaksa kali ini ia harus menghadapi Divanka.


" Hai Kak...! Masih ingat sama aku kan ?" tanya Diva melambaikan tangannya ketika sudah berada di depan Raka.


Raka mengerinyit dalam, " Siapa ya ?" tanya Raka dengan wajah yang di buat seperti orang bingung. ia membuka kaca helm nya.


" Ini aku Kak, yang beberapa minggu lalu Kakak tolongin dari kejaran para preman " jelas Diva.

__ADS_1


Raka terdiam seperti sedang berpikir.


" Oh, ada apa aya ?" tanya Raka formal.


" Aku cuman mau ngucapin terimakasih, sama mau ngajak berteman, boleh kan? " ucap Diva polos.


" Heh... berterimakasih dan mengajak berteman pakai cara seperti ini ?" sindir Raka dengan satu alis di naikan.


Raka harus berhati-hati ketika berhadapan dengan Diva, walaupun di luar dia tampak polos dan tidak tau apa-apa. Tapi siapa yang tau isi hati seseorang walaupun itu seorang anak kecil sekalipun. Apalagi ini adalah cucu dari orang yang jelas-jelas menginginkan kehancuran nya.


" Eh... eum... enggak gitu Kak, maaf aku gak sopan, habisnya Kakak susah sekali di temui " Diva berkata dengan canggung.


Diva tau kalau ia bertindak tidak sopan dan terlihat seperti kurang ajar, tapi semua ini ia lakukan karena terpaksa.


Diva sudah beberapa kali berusaha untuk menemui Raka, bahkan ia sudah dua kali datang ke kantor DWGrup tapi dia selalu di tolak, dan tidak di perbolehkan bertemu Raka dengan alasan tidak mempunyai janji.


Dan tadi saat ia dalam perjalanan dari bandara ia melihat Raka keluar dari salah satu komplek perumahan. Dan tiba-tiba saja terlintas ide untuk membuntuti Raka, tapi karena Raka terus menghindar jadi dia memutuskan untuk mencegat Raka seperti ini.


Diva baru saja datang dari Singapura, ia kembali menyusul sang Kakek yang sedang berada di Indonesia.


Raka menyunggingkan sebelah sudut bibirnya.


Raka bukanlah orang yang bodoh sampai tidak menyadari ketertarikan seseorang pada nya.


" Hem... baiklah, sekarang sudah kan? Bisa saya pergi sekarang ?" tanya Raka sedikit menunduk agar menyamakan tinggi nya dengan Diva.


Diva langsung mengalihkan pandangannya saat wajah Raka hanya berjarak beberapa jengkal dengannya.


Menghela napas panjang, berusaha menormalkan detak Jantungnya yang sudah tidak bisa di ajak kompromi.


Karena terlalu gugup tanpa sadar Diva menganggukan kepalanya.


Raka tak melewatkan kesempatan untuk segera pergi dari tempat itu, ia tersenyum miring sambil naik ke atas motornya, menutup kaca helm dan melajukan motor sedikit kencang.


" Bye..... "ucap Raka mengangkat tangan kirinya sebelum melesat pergi meninggalkan Diva yang hanya bengong melihat punggung Raka yang perlahan menghilang.


" Nona..." panggil kepala pengawal di samping Diva.


Diva berjingkat kaget tapi kemudian ia berjalan menuju ke mobilnya kembali, dengan senyum mengembang di wajahnya.

__ADS_1


Walaupun respon dari Raka tidak terlalu ramah, tapi Diva sudah cukup senang karena bisa berbicara dengan lelaki yang sangat ia kagumi semenjak ia bertemu pertama kali.


Para pengawal yang melihat kejadian itu hanya saling pandang bingung sambil mengikuti Nona muda mereka.


Para pengawal yang di tugaskan untuk menjaga Diva tidak bisa melihat seluruh wajah dari pria yang mengobrol dengan Nona mereka, karena Raka memang sengaja tidak melepaskan helm nya.


Mereka tidak ada yang menyadari kalau yang dia jak bicara oleh Diva adalah Raka, musuh dari Tuan besar mereka sendiri.


Sepanjang perjalanan Diva terlihat sangat gembira, itu semua sangat terlihat dari senyum yang tidak pernah pudar dari wajah cantiknya.


" Kakek....!!" seru Keyra bersemangat, ia berlari menuju Lexi yang sudah berdiri di teras mansion untuk menyambut dirinya.


" Diva, kenapa ke sini gak bilang-bilang hem ?" lembut Lexi memeluk cucu kesayangan nya itu.


" Diva kangen sama Kakek " ucap Diva dengan senyum sumringahnya.


" Alasan... Kakek baru saja beberapa hari di sini " Reksa tau kalau itu hanya alasan Diva agar bisa mengikutinya ke Indonesia.


Diva sudah biasa ia tinggal untuk perjalanan bisnis, yang terkadang bisa memakan waktu hampir satu bulan, tapi Diva tidak pernah menyususlnya seperti ini.


Selama ini Diva akan melepas kangen dengan melakukan video call dan bercerita semua pengalamannya pada Lexi.


" Kakek, Diva benar-benar kangen tau.." sanggah Diva mencebikan bibirnya.


" Kakek tau kamu ke sini karena mau bertemu pangeran penolong mu itu kan? " tanya Lexi mencolek ujung hidung mancung Diva.


" Hehehe.... Kakek kok bisa tau sih ?" Diva tersenyum lebar menampilkan gigi putih nya.


" Huft.... Apa sih yang Kakek gak tau tentang cucu Kakek ini " ucap Lexi.


Mereka berbincang sambil berjalan memasuki mansion megah, tempat persinggahan Lexi bila sedang berkunjung ke Indonesia.


" Iya deh... Kakek memang selalu jadi yang terbaik " ucap Diva memeluk Lexi manja.


.


.


...TBC...

__ADS_1


...🙏😊😘...


__ADS_2