Presdir Kutu Buku

Presdir Kutu Buku
Eps. 47 Mencari Keyra


__ADS_3

Di sebuah ranjang kecil di dalam ruangan yang penuh debu dan kumuh, terbaring seorang gadis cantik dengan tangan dan kaki ter ikat.


" Engghh " rintih gadis itu mengerjakan mata nya, menyesuaikan cahaya yang masuk pada retina mata nya.


Alis gadis itu tampak berkerut menahan rasa pusing di kepalanya.


" Di mana ini ?" gumam nya saat matanya bisa menangkap dengan jelas suasana ruangan yang ia tempati saat ini.


Melihat ke sekelilingnya, hanya ruangan berukuran sekitar 3x3 meter yang penuh debu dan terasa pengap.


Tidak ada jendela sama-sekali, hanya ada satu buah lubang angin yang tertutup dengan kaca nako jaman dulu, berukuran kira-kira 50 cm yang sepertinya cukup tinggi untuk ia panjat.


Bila ia melihat dari sana, sepertinya hari sudah pagi atau mungkin mulai beranjak siang, karena ia bisa melihat cahaya matahari yang keluar dari lubang angin itu.


Ruangan itu hanya di terang oleh satu lampu gantung berwarna kemerahan yang terletak tepat di tengah ruangan.


Mungkin ini sebuah bangunan lama yang tak pernah di huni lagi, pikirnya menerka-nerka.


Ia juga tak mendengar suara bising yang biasanya mendominasi suasana perkotaan. Di sini sangat sepi dan sunyi, bahkan ia tak mendengar satu pun suara kendaraan.


" Ya Tuhan dimana aku sekarang, kenapa bisa ada di tempat seperti ini?" tanya nya dalam hati


Gadis itu mencoba mengingat apa yang telah terjadi padanya, sampai ia bisa berada di tempat ini.


Tadi malam ia hanya keluar rumah sebentar untuk membeli sesuatu di mini market di depan komplek rumahnya, tapi ketika ia baru saja keluar dari mini market itu, tiba-tiba ada seseorang yang membekap nya datk belakang, dan mengunci gerakan yang hingga ia susah untuk melawan, sejak saat itu ia tak lagi mengingat apa-apa sampai sekarang ia tiba-tiba terbangun dan berada di tempat seperti ini.


" Apakah saat ini aku lagi di culik? Tapi siapa yang berani nyulik aku ?" hatinya bertanya-tanya.


"Sshh.." desahnya mencoba melepaskan tali yang melilit kuat di kedua pergelangan tangannya.


" Siapa yang berani nyulik gue kayak gini ?" gumamnya sambil terus berusaha melepas ikatan di tangannya.


Tapi ternyata ikatannya sangat kuat, sekarang bahkan ia merasakan perih akibat terus terkena gesekan dari tali di sekitar pergelangan tangannya.


Melirik ke arah pintu masuk ketika mendengar suara langkah kaki mendekat.


Krieet...


Keyra melihat seorang lelaki kekar berkulit sawo matang dengan memakai kaos hitam dan tato bergambar naga di lengan kirinya melangkah mendekati nya dengan membawa piring berisi makanan.


Ia berusaha untuk bangun dan beringsut ke belakang hingga tubuhnya membentur tembok, memandang penuh waspada pada lelaki yang sedang memandangnya lapar.


"Menjijikan " umpatnya dalam hati.


Lelaki itu mengerinyai jahat ketika melihat Keyra sudah sadar berjalan mengambil satu-satunya kursi di ruangan itu lalu membawanya ke hadapan gadis yang dirinya sekap.


" Akhirnya kau sadar juga " ucap lelaki itu duduk dan bersidekap dada setelah menaruh piring berisi makanan di sampingnya. Memperhatikan gadis di hadapannya dari kaki hingga ke kepala.


Gadis yang sangat menarik dan cantik.


Gadis itu menatap tajam ke arah lelaki kekar itu, memperhatikan semua gerakan yang di lakukan oleh lelaki di hadapannya.


" Siapa kau ? Mau apa kau membawaku ke tempat ini ?" tanya Keyra yang sudah jengah melihat tingkah lelaki brengs*k di hadapannya itu, memandang penuh kebencian dan penuh kewaspadaan.


Ya... gadis itu adalah Keyra, entah mengapa ia bisa berada di sini, dan siapa yang telah berani-beraninya berurusan dengan keluarga Permana.


" Tanyakan semua pertanyaan mu pada Tuan kami nanti. Cepat makan ini. Jangan banyak bertingkah kalau kau masih ingin tetap hidup " jawab lelaki itu dengan kekehan kecil yang terdengar sangat menyebalkan di telinga Keyra.


" Tidak, aku tidak memakannya ! Siapa Tuan kalian ? Kenapa dia menculiku begini ?" Keyra memandang tajam pada lelaki yang tengah duduk di hadapannya.


" Sebentar lagi kau akan melihatnya " ucapnya berdiri, dan berjalan keluar dari ruangan.


" Hey tunggu, katakan dulu siapa Tuan mu itu !!" teriak Keyra yang tak di gubris oleh lelaki itu sama sekali.


Sungguh sayang sekali, gadis secantik ini tidak bisa ia sentuh sama sekali, andai saja Tuannya tak melarang, mungkin gadis itu sudah habis olehnya sejak semalam.

__ADS_1


Pikir lelaki kekar itu, di setiap langkahnya.


Si*al hanya dengan memandang kulit putih mulus dan wajah yang sedikit berantakan milik gadis yang di sekapnya saja, membuat jiwa lelakinya langsung bangkit.


.


.


Di tempat lain, lebih tepatnya di markas Alex....


Alex dan Raka sedang berada di dalam ruangan kerja Raka, Raka sedang mencoba melacak keberadaan Keyra yang menghilang sejak tadi malam.


Raka mencoba meretas semua CCTV yang terpasang di jalanan demi mencari tau kira-kira kemana Keyra di bawa.


Sedangkan Leo dan Dion turun langsung untuk mencari ke seluruh kota bersama dengan para pengawal yang lainnya.


Raka baru saja tau kalau Keyra hilang sejak jam 4 dini hari tadi.


Para pengawal yang di tugaskan untuk mengawasi Keyra diam-diam memang akan kembali saat Keyra sudah sampai di rumah.


Raka tak menyangka kalau ia bisa kebohongan seperti ini.


Raka masih ingat bagaimana kesal nya ia ketika Dion tiba-tiba menelepon nya pagi-pagi buta di saat ia bahkan baru beberapa jam tertidur.


Tapi setelah Dion berbicara, rasa kesalnya langsung berubah menjadi khawatir, ia langsung membangunkan Leo dan segera berangkat ke markas untuk meminta bantuan pada Alex.


Dion meminta bantuan Raka setelah dirinya, Daniel dan para pengawal mereka berusaha mencari Keyra sendiri tapi usaha mereka selalu menemui jalan buntu.


Bahkan mereka sudah meminta CCTV di sekitar mini market di dekat rumahnya untuk di periksa, tapi semuanya tak ada yang bisa merekam ke mana pergi nya Keyra setelah keluar dari mini matket.


Hingga Raka berhasil memulihkan CCTV yang memang sudah di retas oleh orang lain untuk menghilangkan barang bukti.


Dari sana Raka mengetahui kalau Keyra di bius dan di bawa oleh mobil mini bus hitam.


Tak patah semangat, Raka terus memutar otaknya, mencari cara bagaimana bisa menemukan Keyra.


Hingga sampai saat ini...


Raka masih sibuk berkutat dengan ribuan angka dan nomor di layar komputer canggih miliknya. sedangkan Alex duduk di hadapan Raka dan sibuk mengamati setiap video dari CCTV yang sudah berhasil Raka retas.


Semuanya sibuk dengan tugas masing-masing saat ini.


Sedangkan Daniel harus menjaga istrinya yang shock berat hingga beberapa kali pingsan dan sekarang harus di rawat di rumah sakit, setelah mendengar Keyra di culik.


Setelah beberapa jam berada di depan layar komputer akhirnya Raka menemukan lokasi Keyra sekarang.


Walaupun tidak terlalu akurat, tapi setidaknya mereka sudah tau di daerah mana Keyra berada saat ini.


Raka langsung menghubungi Dion dan Leo untuk mengatur strategi dan segera meluncur ke tempat Keyra di sekap bersama beberapa orang anak buah Alex.


Ternyata Keyra di bawa ke luar kota yang lumayan jauh dari pemukiman penduduk.


Di dalam perjalanan Raka mendapat panggilan video dari nomor tak di kenal.


Raka langsung mengambil jas nya dan berpenampilan seperti biasa saat ia beraktifitas di kantor, ia akan berpura-pura tidak tau tentang penculikan Keyra.


" Rion... Ada apa kamu menghubungi saya ?" tanya Raka dengan santai.


" Hahaha.... kau bukanlah orang bodoh untuk tidak mengetahui kejadian yang menimpa Keyra kan ?" ucap Rion dengan nada meremehkan.


Raka memperhatikan tempat di sekitar Rion saat ini.


Rion sedang duduk di kursi yang berada di suatu ruangan dengan cat yang sudah sangat usang dan sedikit lapuk.


" Ada apa dengan Keyra?" tanya Raka dengan wajah polos nya.

__ADS_1


" Tak usah berpura-pura bodoh kau bangs*t !!" Rion sudah mulai emosi dengan sikap Raka.


Raka terkekeh pelan, ternyata cukup gampang memancing emosi Rion, hingga ia fokus pada dirinya.


" Memang nya apa yang kau lakukan pada Keyra?" Raka merubah raut wajahnya menjadi serius.


" Ternyata kau memang bod*h ya " ejek Rion


" Masih peduli juga kau pada gadis itu heh !" Rion tersenyum miring.


" Jangan main-main denganku Rion " desis Raka dengan suara tertahan.


" Hahaha.... santai saja brother... gue gak akan melakukan apa pun pada nya, tapi.... " Rion menggantung ucapannya.


" Tapi apa Rion?" Raka masih berusaha bersikap tenang.


Tangannya mengepal kuat menahan gejolak emosi yang mendesak dalam dirinya.


" Rion brengs*k !" umpatnya dalam hati.


" Tapi loe temui gue sendiri Hehehe " Rion terkekeh meremehkan Raka.


" Mana buktinya kalau Keyra ada bersamamu, saya tidak akan pernah percaya bila tidak ada bukti " ucap Raka.


"Bukti akan gue kirim bersama dengan alamat setelah loe menyetujui perintah gue " sarakas Rion.


" Oke, Kau kirim bukti dan alamatnya, saya akan dateng sendiri " jawab Raka pasti.


" Bagus... gue tunggu loe "


" Awas kalo loe berani bawa orang lain, Keyra yang akan menanggung semua nya " ancam Rion.


Tut...


Sambungan telpon itu langsung di matikan secara setpihak oleh Rion.


" Bagaimana Om ? Apa sudah di temukan lokasi nya ?" tanya Raka pada Alex.


Ya... sejak tadi Raka memang mencoba mengulur waktu agar cukup untuk Alex melacak lokasi Rion.


" Sudah, lokasinya masih sekitar tempat yang kau tunjukkan tadi" jawab Alex memperlihatkan hasil lacakannya pada Raka.


" Iya benar, berarti ini malah memudahkan kita, sekarang kita sudah tau di mana tempat Keyra di sekap, tapi kita harus mengatur rencana ulang "


" Iya, sebaiknya kita hubungi dulu Leo dan Dion "


Raka mengangguk lalu mengambil tablet yang selalu di bawa olehnya untuk melakukan video call pada Leo dan Dion.


Mereka mengatur ulang rencana pembebasan Keyra.


.


.


...TBC...


...Jangan lupa kasih dukungannya ya......


...Like, coment, vote, hadiah, dan share......


...tinggal pilih aja yang kalian inginkan......


...Saya juga menerima saran dan kritik yang ingin kalian berikan untuk saya yang masih harus banyak belajar......


...Terimakasih🙏😊😘...

__ADS_1


__ADS_2