Presdir Kutu Buku

Presdir Kutu Buku
Eps.62 Pesta 2


__ADS_3

Setelah memberikan kata sambutan sebagai Presdir di perusahaan DWGrup , Raka berjalan menuju ke arah balkon, sesekali ia berhenti sejenak untuk membalas sapaan dari beberapa orang yang ia lewati.


" Ngapain di sini sendirian ?" tanya Raka pada seorang gadis yang sedang berdiri di ujung balkon seorang diri.


Gadis itu berjingkat kaget mendapati Raka yang sudah berada di belakangnya, ia menoleh ke arah Raka.


" Enggak, hanya merasa sedikit bosan " jawab gadis itu sambil kembali memandang ke arah luar, menikmati suasana malam yang terasa semakin dingin namun juga begitu indah.


" Bosan ?" Raka kembali bertanya dengan alis bertaut.


" Hem, aku tidak suka keramaian, lagi pula disini tidak ada yang aku kenal " jawab gadis itu tanpa melihat ke arah Raka, yang sedari tadi terus memperhatikan nya.


" Cantik... " gumam Raka dengan sunggingan senyum dari bibirnya.


" Ah... a-apa... ?" gagap Gadis itu yang ternyata Keyra.


Ya tadi saat Raka baru saja selesai memberikan kata sambutan ia pergi ke toilet dan tidak sengaja melihat ada balkon ketika akan kembali ke dalam pesta, jadi Keyra memutuskan untuk menghirup udara malam dulu sebentar disini.


Hembusan angin malam terasa semakin menambah udara yang sudah dingin menjadi semakin menusuk tulang.


Keyra menggosok kedua telapak tangannya mencari kehangatan di sana.


Raka tersenyum ia melepaskan jas nya dan memakaikan nya pada tubuh mungil Keyra.


Merasakan ada benda hangat di tubuhnya, Keyra melihat ke arah Raka yang sedang berdiri di sampingnya, dengan tatapan lurus ke depan.


Tersenyum malu sampai pipinya menjadi bersemu merah sambil mengeratkan jas yang di pasangan oleh Raka.


Terasa hangat dengan wangi khas tubuh Raka yang menguar memenuhi indra penciumannya.


Ah... ini seperti sedang di peluk oleh orang yang mempunyai jas ini...


Keyra tersenyum dengan pikirannya yang sudah terlalu jauh itu.


Raka menggeleng sambil tersenyum geli melihat tingkah Keyra.


" Jangan berpikir yang tidak-tidak " ucap Raka tanpa mengalihkan pandangannya dari hamparan cahaya lampu yang menerangi kota.


Keyra tersentak ia langsung menengok kepada Raka.


" A-apa ? Aku tidak memikirkan apapun..!" sangkal Keyra memalingkan wajahnya yang sudah semerah tomat.


Raka terkekeh ia kemudian melingkarkan tangannya di pundak Keyra yang terhalang jas nya sendiri.

__ADS_1


" Bilang saja kalau kamu mau aku peluk kan ?" ucapnya jail sambil memainkan alisnya.


" Ishh... pede banget kamu ! siapa juga yang mau di peluk sama kamu ?!" jawab Keyra sambil berusaha menyingkirkan tangan Raka di pundaknya.


Tapi sepertinya usahanya hanya sia-sia karena bukannya terlepas Rangkulan tangan Raka malah semakin erat dan membuatnya semakin merapat pada tubuh Raka.


" Sebentar... biarkan seperti ini.... hanya sebentar..." ucap Raka menundukan kepalanya melihat wajah cantik Keyra yang hanya berjarak beberapa sentimeter saja dari wajahnya.


Terlihat sangat cantik dengan riasan ringan dan tipis yang semakin menambah kecantikan nya, dan semburat merah di pipinya yang sedikit chaby membuatnya terlihat manis dan menggemaskan.


Raka merasakan detak jantungnya yang terasa semakin tidak beraturan, begitupun dengan Keyra. Mereka sama-sama terdiam menyelami kedalaman mata masing-masing dan memandang keindahan rupa di depannya.


" Ekhem.... " suara deheman dari arah pintu masuk balkon membuat Raka langsung melepaskan rangkulannya pada Keyra.


Keyra juga langsung reflek menjauh dari Raka, mereka terlihat salah tingkah, seperti seseorang yang sedang ketahuan mencuri.


" Maaf Tuan Muda, anda di cari oleh Tuan Reksa " ucap Leo yang terlihat menahan senyum nya.


" Ekhm... " Raka berdehem untuk mengurangi rasa canggung.


" Ayo " ucap Raka bersiap untuk masuk lagi ke dalam ballroom.


" Eh tunggu...! " tahan Keyra pada tangan Raka.


" Ini... terimakasih.. " ucap Keyra mengulurkan jas Raka.


Raka terdiam dan hanya melihat jas yang ada di tangan Keyra.


" Aku juga mau ke dalam kok " ucap Keyra lagi.


" Baiklah, pergi lah lebih dulu " ucap Raka mengambil jas di tangan Keyra lalu memakainya.


Keyra berjalan lebih dulu dan masuk ke dalam balroom dengan Leo di belakangnya.


Sedangkan Raka memilih merapihkan penampilannya terlebih dulu di dalam toilet.


.


.


Pesta sudah berakhir satu jam yang lalu, semua tamu kini sudah keluar dari balroom hotel, di sana sekarang hanya tinggal Raka, Leo, Dito dan Arman yang terlihat masih sibuk berdiskusi dengan laptop di tengah-tengah mereka. Juga para pengawal yang selalu siap siaga berjaga di sekitar Tuan muda mereka.


Sedangkan Reksa sudah pulang bersama dengan Alex.

__ADS_1


Entah apa yang sudah membuat mereka masih bertahan di ruangan itu sampai saat ini, hanya mereka yang tau. Bahkan mungkin para pengawal saja tidak terlalu ingin ikut campur dengan apa yang sedang di bahas oleh para atasan mereka.


Sekitar pukul dua dini hari Mereka baru saja keluar dari area hotel, Raka, Leo dan Arman berada di dalam mobil yang sama sedangkan Dito pergi menggunakan mobilnya sendiri.


Bukan rumah yang mereka tuju saat ini. Tapi mereka sedang menuju ke markas.


Entah apa yang membuat mereka tampak serius dan tegang, sehingga sampai waktu menjelang pagi, mereka masih terlihat sangat sibuk.


Sampai di markas ternyata Alex sudah berada di sana, mereka langsung masuk ke dalam ruangan kerja pribadi Raka yang berada di lantai dua.


" Ingat jangan lengah, kita ketemu di sana besok siang " ucap Raka tegas, menutup laptop di depannya.


" Baik Tuan Muda...!" ucap Mereka serempak.


Mereka semua akhirnya kelaur dari ruangan kerja Raka setelah waktu sudah menujukkan jam empat pagi.


Raka memilih untuk istirahat sebentar di kamar pribadinya di markas, begitupun dengan Leo.


Mereka langsung masuk ke kamar masing-masing dan langsung terlelap dengan tubuh yang sudah sangat letih.


Dua jam kemudian Raka dan Leo sudah berada di dalam mobil kembali dengan wajah yang terlihat lebih segar, walau gurat lelah di raut wajah tampan kedua orang pria tersebut tak bisa di samarkan tapi itu semua tak bisa mengurangi pesona mereka.


Seharusnya hari ini adalah hari libur karena perusahaan melaksanakan family gathering, untuk para karyawan yang di lakukan sejak kemarin sore di daerah Bandung.


Tapi itu tidak berlaku sama sekali bagi Raka, Leo dan Dito.


Mereka malah lebih sibuk karena kemarin malam ada laporan dari salah satu anak buah nya yang mengawal acara itu kalau ada sesuatu yang janggal di sana, dan mereka mulai mencurigai sesuatu disana.


Dito sudah berangkat ke tempat itu sejak semalam, untuk memantau secara langsung sedangkan Raka dan Leo baru menyusul sekarang, mereka juga akan memantau dari jauh segala aktivitas yang akan di lakukan oleh para karyawannya.


Alex bertugas untuk menjaga Reksa di rumah, sekaligus untuk memberikan penjelasan pada Reksa agar dia tak merasa khawatir pada Raka.


" ****... mereka tak membiarkan aku waktu untuk bersantai sama sekali !" umpat Raka mengacak rambutnya prustasi.


Tangan satunya masih memegang tablet untuk melihat laporan dari Dito sedangkan telinganya juga sedang mendengarkan penjelasan situasi di tempat itu dari EarPhone.


Kepalanya sudah mulai berdenyut karena selalu kerang tidur akhir-akhir ini. Tapi masalah selalu saja datang dan memaksa nya untuk turun langsung.


.


.


...TBC...

__ADS_1


...😊🙏😘...


__ADS_2