
BRAK...
Alangkah terkejutnya Raka melihat keadaan Keyra yang sudah setengah telanj*ng.
Pakaian bagian atasnya sudah terkoyak dan terbuka dengan Rion yang sedang berada dia tas tubuh Keyra dalam posisi yang sangat intim.
Keyra terus meronta dan berteriak memohon kepada Rion dengan derai air mata yang membanjiri wajah manis gadis itu.
Wajah Raka makin kelam dengan tangan mengepal kuat Raka berjalan cepat mencengkram baju bagian belakang Rion lalu membantingnya ke samping dengan tidak berperasaan.
Wajahnya memerah menahan gejolak emosi yang sekarang sudah menguasai seluruh tubuh dan pikirannya.
Raka kembali mencengkram kerah baju Rion lalu membawanya berdiri dan memasukan beberapa tendangan dan pukulan pada perut dan wajah nya.
Rion langsung menghindar dan mulai membalas serangan yang di berikan Raka.
" Dasar bajing*n, brengsek " Raka terus menyerang sambil mengumpat Rion dengan kata-kata pedas nya.
Terjadilah pertarungan sengit yang terjadi antara Raka dan Rion yang terjadi di dalam kamar yang bernuansa hitam itu.
Keyra mengambil selimut untuk menutupi tubuh bagian atas nya yang sudah hampir polos.
Ia beringsut merangkul memeluk lututnya dengan tubuh bergetar dan air mata yang tak pernah berhenti mengalir dan tatapan kosong, ia seakan tertarik kedalaman pikirannya sendiri, hingga tak menyadari pertarungan yang ada di hadapannya.
Badannya lemas dengan tekanan batin yang berhasil menghancurkan segala kepercayaan dirinya.
" Aku kotor...Aku sudah kotor... Aku benci... Aku gak pantas....Aku sudah kotor " gumam nya dalam hati terus menerus.
BRAK...
AKKHHH....
Rion mengerang menahan sakit ketika Raka berhasil memasukan tendangan berisi tenaga penuh tepat pada dadanya.
Uhuk...
Rion terbatuk dengan mengeluarkan darah segar dari mulutnya.
Ia memegang dadanya yang terasa sangat menyakitkan, sepertinya ada beberapa tulang rusaknya yang patah...
.
.
Di sisi Leo, Alex dan Dion....
Leo terlebih dulu membantu Alex dan dion yang menghadapinya lebih banyak orang dari sisi belakang rumah besar tersebut.
Mereka bertarung tanpa mengenal lelah, walaupun sekarang mereka juga tidak dalam keadaan baik-baik saja, tubuh mereka sudah penuh dengan luka.
Tapi beberapa saat kemudian mereka bisa menguasai situasi, dan mengalahkan kurang lebih 50 orang yang menyerang mereka.
DOR...
DOR...
__ADS_1
DOR...
Terdengar suara tembakan dari lantai atas yang mengalihkan perhatian mereka semua.
Alex ,Leo dan Dion langsung berlari menuju lantai dua untuk menyusul Raka yang pasti sudah berada di sana.
Sampai di ujung tangga mereka di buat bengong melihat Raka yang berjalan ke arah mereka dengan Keyra yang berbalut selimut dan berada dalam gendongan nya, dalam keadaan tak sadarkan diri.
Leo langsung berlari menghampiri Raka dengan wajah yang sangat cemas, begitupun dengan Dion, ia langsung melihat Keyra yang ada dalam gendongan Raka.
" Bereskan mereka semua dan jangan biarkan Bajing*n itu mati " ucap Raka tajam saat Leo sudah berada di depannya.
" Baik, Laksanakan " ucap Leo langsung berlalu bersama beberapa anak buahnya untuk membereskan kekacauan uang terjadi.
" Dion kau ikut denganku " ucapnya lagi melirik Dion sekilas.
Dion mengangguk dan mengikuti langkah Raka, sedangkan Alex ikut membantu Leo membersihkan jejak kekacauan di rumah ini.
Alangkah terkejutnya Leo melihat tubuh Rion yang sudah tak sadarkan diri dan sangat mengenaskan dengan berbagai luka di sekujur tubuhnya terutama luka tembak di kedua tangan dan kakinya yang terus mengeluarkan darah.
Raka berjalan keluar dari rumah itu menuju mobil nya terparkir yang cukup jauh dari rumah itu.
Kemeja yang memang sudah berganti putih saat di perjalanan tadi kini sudah kembali berganti warna menjadi merah bercampur dengan darahnya yang terus keluar dari luka tembakan di pinggangnya.
Perlahan pandangannya sudah mulai kabur dengan wajah yang tampak pucat.
Raka membaringkan Keyra di bangku belakang, dengan padanya sebagai bantalan nya.
Salah satu tangannya menekan luka di pingganga nya agar tak terus mengeluarkan darah.
Merebahkan kepalanya sendiri di sandaran kursi mobil, merasakan kepalanya yang mulai berdenyut dengan pandangan semakin kabur, dan akhirnya tenggelam dalam kegelapan.
Sesekali ia melihat ke arah belakang dari kaca sepion tengah, ia sama sekali belum menyadari kalau Raka terluka, karena darahnya terhalang oleh selimut yang menutupi tubuh Keyra.
Sepuluh menit berkendara, akhirnya Dion menghentikan mobilnya di lobi rumah sakit yang lumayan besar.
Dion melebarkan matanya ketika melihat wajah Raka yang sangat pucat seperti tak lagi ada darah mengalir di sana.
" Raka.... Raka.... " Dion mencoba untuk membangunkan Raka dengan menggoyangkan bahunya.
" Eum.." gumam Raka dengan mata yang masih tertutup Rapat dan alis yang bertaut dalam menahan sakit di sekujur tubuhnya.
Dion menggendong Keyra terlebih dulu memindahkan nya ke atas brangkar rumah sakit.
Setelah itu kembali ke mobil dan alangkah terkejutnya ia ketika melihat baju Raka yang sudah penuh dengan darah.
Dion langsung memapah Raka yang dalam keadaan setengah sadar.
Beberapa saat kemudian Alex dan Leo sudah datang ke rumah sakit tempat Raka dan Keyra di tangani.
Keyra sudah di pindahkan ke ruang rawat, ia mengalami guncangan mental dan syok berat.
Sedangkan Raka masih berada di ruang operasi.
Dion tampak duduk sendiri di depan ruang operasi dengan kepala tertunduk.
__ADS_1
" Bagaimana keadaannya?" tanya Alex dan Leo yang baru saja datang.
" Ternyata dia menerima tembakan di pinggang sebelah kanannya dan sekarang masih berada di ruang operasi " jelas Dion dengan wajah penuh penyesalan.
Berselang beberapa menit Daniel dan Tuan Reksa datang bersamaan.
Mereka berjalan tergesa-gesa menyusuri koridor rumah sakit.
" Bagai mana keadaan Keyra ?"
" Bagaiman keadaan Raka ?"
Daniel dan Tuan Reksa bertanya bersamaan begitu mereka sampai di depan kedua lelaki yang sedang duduk lesu di kursi tunggu.
Sedangkan Leo memilih berdiri dan bersandar pada tembok di depan ruang operasi.
Ketiga lelaki berbeda usia itu mengalihkan pandangannya pada dua orang lelaki yang tampak khawatir itu.
Dion berdiri di hadapan Daniel.
" Keyra baik-baik saja, dia sudah di pindahkan ke ruangan rawat inap " ucap Dion.
Daniel dan Dion membungkukan badannya pada Tuan Reksa.
Dion melirik pada Leo dan Alex untuk meminta izin mengantarkan Daniel ke ruangan Keyra.
Mereka berdua pamit pergi setelah mendapat anggukan dari Alex dan Leo.
" Kami pamit sebentar " ucap Dion sebelum melangkah pergi ke kamar Keyra yang berada di lantai 4 rumah sakit.
Alex menundukan kepala di depan Tuan Reksa merasa gagal menjaga Raka.
" Raka masih di dalam ruang operasi " jelas Alex dengan suara bergetar.
" Apa yang terjadi ? Mengapa dia sampai terluka seperti ini hah?!" murka Tuan Reksa pada Alex Leo.
" Maafkan kami Tuan, kami telah gagal menjaga Tuan muda " ucap Alex dan Leo dengan kepala tertunduk dalam.
" Hah ! Astaga, kalian benar-benar... !" geram Tuan Reksa duduk di kursi tunggu dengan wajah kecewa.
Ia bahkan tak tau apa-apa mengenai masalah yang di hadapai cucunya saat ini.
Ia merasa sangat bodoh sekarang, karena sudah lalai menjaga sang cucu yang sekarang menjadi keluarga yang masih hidup bersama dengannya.
" Tuan muda melarang kami memberi tahu anda Tuan " Alex mencoba menjelaskan Pada reksa.
Reksa menatap putus asa pada Alex dan Leo lalu menghembuskan napasnya kasar.
" Sudahlah " ucapnya singkat.
Ketiga lelaki berbeda usia itu kini hanyut dalam pikirannya masing-masing sambil menunggu proses operasi Raka selesai.
.
.
__ADS_1
...TBC...
...🙏😊...