Presdir Kutu Buku

Presdir Kutu Buku
Eps.53 Kekhawatiran Reksa


__ADS_3

Setelah menunggu selama hampir dua jam akhirnya pintu ruangan operasi terbuka.


Tuan Reksa, Alex dan Leo langsung menghampiri dokter yang baru saja keluar.


" Bagaimana keadaan cucu saya Dok?" tanya Tuan Reksa.


" Kami sudah mengeluarkan proyektil peluru yang berada di pingganganya, posisi nya hanya sedikit lagi mengenai ginjal pasien membuat kami cukup kesulitan mengeluarkan nya. Pasien juga memiliki beberapa luka di tubuhnya yang harus mendapatkan pemeriksaan dan perawatan lebih lanjut. Tapi untuk sekarang ini pasien masih dalam kondisi kritis dan masih dalam obserpasi, maka dari itu kami akan memindahkan pasien ke ruang ICU sampai pasien keluar dari masa keritisnya " jelas dokter laki-laki berumur sekitar 45 tahun.


" Terimakasih Dok " ucap Alex mewakili Tuan Reksa yang terlihat masih terkejut dengan apa yang di jelaskan dokter barusan.


" Sama-sama ini memang sudah tugas saya Tuan. Kalau begitu saya pamit undur diri dulu " ucap dokter itu membungkuk sedikit pada Tuan Reksa sebelum pergi dari hadapan mereka semua.


Tuan Reksa hanya mengangguk sebagai balasan.


.


.


Hari sudah beranjak malam ketika Keyra mulai membuka matanya perlahan.


Daniel yang berada di kursi dekat brangkar langsung berdiri, menatap wajah pucat sang anak yang mulai mengerejapkan matanya.


" Aaaa.... Pergi.... pergi... jangan sentuh gue dasar bajingan...!!" Keyra langsung histeris saat ia melihat ada lelaki yang berada di dekatnya.


Bayangan tentang kejadian tadi terus berputar di kepalanya, membuat tubuhnya mengigil ketakutan.


" Key... tenang Key.... ini Papa, ini Papa sayang " Daniel langsung mendekap erat anak perempuan satu-satunya itu dengan hati yang bergejolak di penuhi rasa marah. Marah pada dirinya sendiri yang telah gagal menjaga anaknya.


Keyra terus berusaha melepaskan diri dari dalam pelukan Daniel.


Dion yang baru saja datang setelah menemui Leo dan Alex di ruang tunggu ICU, langsung berlari memanggil dokter ketika melihat Keyra sudah sadar.


" Bagaiman Dok?" tanya Daniel setelah dokter memeriksa keadaan Keyra.


Keyra sudah kembali tidur setelah mendapat suntikan obat pemenang.


" Sepertinya guncangan pesikis yang ia dapatkan cukup berat untuk ia terima hingga menimbulkan rasa trauma.... Untuk lebih jelasnya saya akan berbicara dengan bagian sikologi " ucap Dokter wanita berumur sekitar 30 tahunan.


" Baik Dok, terimakasih " ucap Daniel mengangguk sedikit.


" Ini sudah jadi kewajiban saya Tuan " ucap dokter yang lumayan cantik itu tersenyum hangat sebelum melangkah pergi keluar dari ruangan Keyra.


.

__ADS_1


" Sebenarnya apa yang terjadi pada adikmu itu Dion ?" tanya Daniel lemas pada Dion yang duduk di sampingnya, tatapannya tak lepas dari tubuh rapuh Keyra yang tertidur.


" Aku juga belum tau pasti Pah, Raka yang menemukannya dan tau pasti apa yang di lakukan oleh bajing*n itu. Hanya saja baju yang di pakai Keyra sudah terkoyak dan menampakkan hampir semua tubuh bagian atasnya, saat aku membawanya ke sini. Raka menutupi nya dengan selimut dan itu juga yang membuat kami semua tidak tau kalau dia juga terluka, karena luka di pinggangnya tertutup selimut yang melindungi tubuh Keyra " jelas Dion dengan wajah sendu penuh dengan penyesalan.


Dion merasa sangat bersalah pada Raka, karena menolong adiknya sekarang Raka terbaring tak sadarkan diri dengan banyak luka di sekujur tubuhnya.


Seharusnya sekarang dirinya yang ada di posisi Raka, karena dia lah yang berkewajiban menjaga adik perempuan nya.


Daniel pun merasakan penyesalan karena merasa telah gagal menjaga anak gadis nya.


Sekarang ini istrinya masih berada di rumah dengan di temani Monica dan Regina, sedangkan Keyra disini masih harus mendapatkan pengawasan.


Dion memang sudah menceritakan semua kejadian sepanjang hari ini, tapi kejadian di kamar tempat Keyra di sekap tidak ada yang tau kecuali Raka, karena di sana juga tidak ada CCTV.


Alex dan Leo juga sudah mendapatkan laporan tentang rumah yang terbakar di tengah perkebunan itu.


Ternyata rumah itu adalah tempat pelatihan para anggota baru, dan pelarian bagi mereka bila sedang ber urusan dengan pihak berwajib atau setelah melakukan suatu kejahatan.


Raka memang di arahkan untuk menuju ke rumah itu dan mereka berencana untuk mengurung Raka dan membakar rumah itu setelahnya.


Semua itu membuat semua orang yang mengetahui tentang semua itu kaget.


.


.


Leo sedang mengurus segala sesuatu untuk segera memindahkan Raka pada rumah sakit keluarga Wiratmadja di ibu kota atas permintaan Kakek Reksa.


" Dasar kau ya, cucu nakal, berani sekali kau menyembunyikan masalah sebesar ini dari ku hah ! Sudah merasa hebat kau Hah?! Kalau terjadi sesuatu dengan mu aku tidak akan pernah memaafkan mu sampai aku mati sekalipun kau tau !" cerocos Kakek Reksa ketika Raka baru saja sadar.


Reksa tidak beranjak sama sekali dari ruangan Raka walaupun Leo dan Alex sudah menyuruhnya untuk pulang dan beristirahat di rumah.


Raka hanya tersenyum sambil terus mendengarkan segala omelan dari sang Kakek yang baru kali ini terlihat sangat cerewet.


Leo langsung memanggil dokter, sedangkan Alex hanya mengeleng lemas melihat sikap Tuan Reksa yang bahkan belum pernah ia lihat sebelumnya.


Biasanya Tuannya itu akan tetap berwibawa dan sedikit bicara, tapi apa yang di lihat nya sekarang ini benar-benar membuatnya tercengang.


" Kenapa kau malah tersenyum begitu anak nakal ? Kau mengejek Kakekmu ini hah?!" sarkas Reksa melotot tajam pada Raka yang hanya tersenyum sambil menahan tawanya agar tidak meledak.


Huft....


" Tidak begitu Kakek, aku hanya senang melihat Kakek yang cerewet " ucapnya pelan Raka sambil mengulum senyumnya.

__ADS_1


Saat ini jiwa jail Raka sedang kembali, setelah lama tak pernah keluar semenjak kepergian kedua orang tuanya.


" Dasar cucu kurang ajar " umpat Reksa tapi ia terlihat menarik ujung bibirnya tersenyum samar pada cucu satu-satunya itu.


" Kenapa Kakek ada di sini ?" tanya Raka serius melirik sedikit ke arah Alex yang berdiri di belakang Reksa.


" Kenapa hah?... Kau tidak senang melihat Kakekmu ada di sini hah ?!" ternyata Reksa masih belum puas mengomeli Raka.


" Bukan begitu Kek, Kakek kan harus banyak beristirahat, aku di sini baik-baik saja. Lebih baik sekarang Kakek pulang yah, biar aku bersama dengan Leo saja " ucap Raka lembut menyentuh tangan Reksa.


" Kau meremehkan ku hah, aku masih sehat dan cukup kuat kalau hanya untuk menunggumu di sini !!... Apa tadi kau bilang baik-baik saja " Reksa sedikit menoyor kepala Raka Kesal.


" Baik-baik saja bagai mana ? Kau hampir saja mati, sekarang kau bilang baik-baik saja Astaga anak ini benar-benar !" Reksa menggeleng tak percaya melihat Raka.


" Astaga... Tuhan mengapa kau harus menjadikan cucuku sama persis seperti Tama, yang tidak pernah perduli pada dirinya sendiri " umpat Reksa dalam hati, menatap Raka penuh dengan rasa kesal.


" Sudah lah Kek, sekarang kan aku sudah lebih baik, jadi sekarang aku mau Kakek pulang ke rumah dan istirahat " tegas Raka tidak mau di bantah.


" Om tolong antarkan Kakek pulang ya " ucap Raka beralih pada Alex.


" Tidak. Setidaknya biarkan Kakek mendengar penjelasan dokter dulu agar hati Kakek tenang " Debat Reksa sebelum Alex menjawab Raka.


" Hem... iya baiklah tapi setelah iyu Kakek harus langsung pulang, Okey " ucap Raka seperti sedang merayu anak kecil.


" Aku Kakekmu bukan anak kecil Raka " desis Reksa kesal.


Raka hanya terkekeh pelan.


Sedangkan Alex hanya mengulum senyumnya melihat interaksi antara Kakek dan Cucu yang terlihat semakin hangat dan akrab saja.


Pembicaraan Raka dan Reksa terhenti ketika Leo dan Dokter yang menangani Raka datang.


Dokter menjelaskan kondisi Raka yang semakin membaik walau masih belum boleh bergerak terlalu aktif, karena luka operasinya masih sangat basah juga tulang belakang Raka mengalami sedikit cidera. Tapi semua itu bisa pulih kembali seperti semula dalam beberapa waktu ke depan.


Sesuai janjinya Reksa langsung pulang setelah mendengar penjelasan dari Dokter ia langsung pulang ke ibu kota bersama dengan Alex.


.


.


...TBC...


...🙏😊😘...

__ADS_1


__ADS_2